Rangkuman Covid: Jokowi Sambut Endemi, 40 Ribu Orang Masuk RI
CNN Indonesia
Senin, 27 Sep 2021 18:56 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Presiden Joko Widodo menyambut baik pandemi menjadi endemi dan mengajak masyarakat hidup berdampingan dengan Covid-19. (arsip foto setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level masih terus diterapkan hingga sepekan ke depan. Tambahan kasus Covid-19 mulai melandai sepekan terakhir diikuti penurunan testing harian.
Pemerintah juga mulai kembali mengizinkan aktivitas berskala besar, seperti konser musik hingga resepsi pernikahan. Langkah ini dinilai rentan meningkatkan lonjakan kasus Covid-19 hingga mempercepat terjadinya gelombang ketiga di Indonesia.
Sementara para ahli epidemiologi khawatir akan lonjakan kasus, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut CNNIndonesia.com merangkum informasi seputar Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Kasus positif Covid-19 Senin (27/9) bertambah sebanyak 1.390 orang sehingga total kasus positif menjadi 4.209.403 kasus.
Sebanyak 3.771 kasus sembuh bertambah, total kasus sembuh menjadi 4.027.548 kasus. Selain itu kasus meninggal bertambah sebanyak 118 sehingga total kasus meninggal menjadi 141.585 kasus.
Data tersebut juga melaporkan kasus aktif yang berkurang 2.499 kasus sehingga total kasus aktif berkurang menjadi 40.270 orang.
Jokowi Ajak Hidup Berdampingan dengan Covid-19
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pandemi Covid-19 akan segera berubah menjadi endemi. Maka dari itu, dia mengajak masyarakat bersiap hidup berdampingan dengan Covid-19.
"Kini, kita bersiap untuk hidup berdampingan dengan Covid-19, dan menyambut pandemi ini sebagai endemi, karena Covid-19 tak kan hilang dari muka bumi dalam waktu yang lama," ujar Jokowi dalam unggahannya di akun Instagram @jokowi, Senin (27/9).
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level 4, 3, 2, dan 1 sudah diperpanjang 10 kali. Dalam sepekan terakhir, kasus covid-19 nasional terlihat menurun namun juga ditengarai oleh testing yang minim.
Testing Covid-19 juga banyak didominasi oleh antigen daripada PCR tes. Padahal tes antigen banyak dilakukan oleh pelaku perjalanan orang.
"Tapi testingnya saja sedikit, sudah gitu kebanyakan pakai antigen, padahal yang pakai antigen itu pelaku perjalanan yang bisa tes antigen 2-3 kali. Jadi kelihatannya saja testing banyak, padahal orangnya itu-itu saja," kata Epidemiolog Universitas Griffith, Dicky Budiman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (27/9).
Konser Musik Diizinkan
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan izin aktivitas besar seperti konser musik dan resepsi pernikahan dibolehkan saat kasus Covid-19 di Indonesia mengalami perbaikan.
Perihal aturan teknis pelaksanaan kegiatan aktivitas besar itu dibuat oleh Satgas Covid-19. Pedoman teknis pelaksanaan aktivitas memuat kepastian acara bakal mengikuti protokol kesehatan
40-60 Ribu Orang Masuk RI Tiap Bulan
Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 40-60 ribu Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) masuk Indonesia sejak Juni-September 2021. Jumlah tersebut berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah titik masuk PPLN yang tersebar di daerah-daerah di Indonesia.
"Empat puluh sampai enam puluh ribu PPLN memasuki Indonesia setiap bulan. Lebih dari 80 persen merupakan WNI," kutip CNNIndonesia.com dari dokumen Kemenkes, Senin (27/9).
Total 1.509 Sekolah Gelar Tatap Muka di DKI
Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menambah jumlah sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tahap 2. Ada 899 sekolah yang ditetapkan untuk menggelar PTM, sehingga total 1.509 sekolah menggelar PTM di ibu kota.
Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 984 Tahun 2021 tentang penetapan satuan pendidikan yang melaksanakan PTM Terbatas tahap II pada masa PPKM.
"Menetapkan satuan pendidikan yang melaksanakan PTM campuran tahap II pada masa PPKM," dikutip dari SK, Sabtu (25/9).
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan mendapati banyak pelanggaran protokol kesehatan (prokes) selama pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.
Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan, pelanggaran prokes tersebut didapati pihaknya kala meninjau pelaksanaan PTM secara langsung di pelbagai wilayah sejak tahun lalu. Tak jarang pengaduan pelanggaran prokes juga disampaikan secara langsung oleh masyarakat melalui pesan singkat kepada dirinya.
Viral Video Kepala Desa Karaoke Tanpa Prokes
Viral video yang menampilkan seorang oknum Kepala Desa di Gianyar, Bali, asik karaoke dan mengabaikan protokol kesehatan. Dalam video tersebut oknum kepala desa terlihat tidak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak.
Kapolsek Ubud AKP I Made Tama mengatakan sudah melakukan pemeriksaan terkait peristiwa tersebut.
"Iya sudah dilakukan pemeriksaan," kata AKP Tama saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (27/9).
Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko memprediksi puncak gelombang tiga Covid-19 di Indonesia bakal terjadi lebih cepat imbas perizinan aktivitas berskala besar.
Puncak kasus ketiga sebelumnya diperkirakan bakal terjadi pada awal tahun 2021. Namun dengan pelonggaran aktivitas, puncak kasus diprediksi bakal lebih cepat terjadi.
"Menurut saya puncak kasus bakal lebih cepat, mungkin 1-2 bulan ke depan ini karena pelonggarannya semakin banyak," kata Yunis saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (27/9).
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level masih terus diterapkan hingga sepekan ke depan. Tambahan kasus Covid-19 mulai melandai sepekan terakhir diikuti penurunan testing harian.
Pemerintah juga mulai kembali mengizinkan aktivitas berskala besar, seperti konser musik hingga resepsi pernikahan. Langkah ini dinilai rentan meningkatkan lonjakan kasus Covid-19 hingga mempercepat terjadinya gelombang ketiga di Indonesia.
Sementara para ahli epidemiologi khawatir akan lonjakan kasus, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut CNNIndonesia.com merangkum informasi seputar Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Kasus positif Covid-19 Senin (27/9) bertambah sebanyak 1.390 orang sehingga total kasus positif menjadi 4.209.403 kasus.
Sebanyak 3.771 kasus sembuh bertambah, total kasus sembuh menjadi 4.027.548 kasus. Selain itu kasus meninggal bertambah sebanyak 118 sehingga total kasus meninggal menjadi 141.585 kasus.
Data tersebut juga melaporkan kasus aktif yang berkurang 2.499 kasus sehingga total kasus aktif berkurang menjadi 40.270 orang.
Jokowi Ajak Hidup Berdampingan dengan Covid-19
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pandemi Covid-19 akan segera berubah menjadi endemi. Maka dari itu, dia mengajak masyarakat bersiap hidup berdampingan dengan Covid-19.
"Kini, kita bersiap untuk hidup berdampingan dengan Covid-19, dan menyambut pandemi ini sebagai endemi, karena Covid-19 tak kan hilang dari muka bumi dalam waktu yang lama," ujar Jokowi dalam unggahannya di akun Instagram @jokowi, Senin (27/9).
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level 4, 3, 2, dan 1 sudah diperpanjang 10 kali. Dalam sepekan terakhir, kasus covid-19 nasional terlihat menurun namun juga ditengarai oleh testing yang minim.
Testing Covid-19 juga banyak didominasi oleh antigen daripada PCR tes. Padahal tes antigen banyak dilakukan oleh pelaku perjalanan orang.
"Tapi testingnya saja sedikit, sudah gitu kebanyakan pakai antigen, padahal yang pakai antigen itu pelaku perjalanan yang bisa tes antigen 2-3 kali. Jadi kelihatannya saja testing banyak, padahal orangnya itu-itu saja," kata Epidemiolog Universitas Griffith, Dicky Budiman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (27/9).
Konser Musik Diizinkan
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan izin aktivitas besar seperti konser musik dan resepsi pernikahan dibolehkan saat kasus Covid-19 di Indonesia mengalami perbaikan.
Perihal aturan teknis pelaksanaan kegiatan aktivitas besar itu dibuat oleh Satgas Covid-19. Pedoman teknis pelaksanaan aktivitas memuat kepastian acara bakal mengikuti protokol kesehatan
Puluhan Ribu Orang Masuk RI Tiap Bulan
Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 40-60 ribu Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) masuk Indonesia sejak Juni-September 2021. Ilustrasi (REUTERS/AJENG DINAR ULFIANA)
40-60 Ribu Orang Masuk RI Tiap Bulan
Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 40-60 ribu Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) masuk Indonesia sejak Juni-September 2021. Jumlah tersebut berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah titik masuk PPLN yang tersebar di daerah-daerah di Indonesia.
"Empat puluh sampai enam puluh ribu PPLN memasuki Indonesia setiap bulan. Lebih dari 80 persen merupakan WNI," kutip CNNIndonesia.com dari dokumen Kemenkes, Senin (27/9).
Total 1.509 Sekolah Gelar Tatap Muka di DKI
Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menambah jumlah sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tahap 2. Ada 899 sekolah yang ditetapkan untuk menggelar PTM, sehingga total 1.509 sekolah menggelar PTM di ibu kota.
Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 984 Tahun 2021 tentang penetapan satuan pendidikan yang melaksanakan PTM Terbatas tahap II pada masa PPKM.
"Menetapkan satuan pendidikan yang melaksanakan PTM campuran tahap II pada masa PPKM," dikutip dari SK, Sabtu (25/9).
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan mendapati banyak pelanggaran protokol kesehatan (prokes) selama pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.
Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan, pelanggaran prokes tersebut didapati pihaknya kala meninjau pelaksanaan PTM secara langsung di pelbagai wilayah sejak tahun lalu. Tak jarang pengaduan pelanggaran prokes juga disampaikan secara langsung oleh masyarakat melalui pesan singkat kepada dirinya.
Viral Video Kepala Desa Karaoke Tanpa Prokes
Viral video yang menampilkan seorang oknum Kepala Desa di Gianyar, Bali, asik karaoke dan mengabaikan protokol kesehatan. Dalam video tersebut oknum kepala desa terlihat tidak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak.
Kapolsek Ubud AKP I Made Tama mengatakan sudah melakukan pemeriksaan terkait peristiwa tersebut.
"Iya sudah dilakukan pemeriksaan," kata AKP Tama saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (27/9).
Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko memprediksi puncak gelombang tiga Covid-19 di Indonesia bakal terjadi lebih cepat imbas perizinan aktivitas berskala besar.
Puncak kasus ketiga sebelumnya diperkirakan bakal terjadi pada awal tahun 2021. Namun dengan pelonggaran aktivitas, puncak kasus diprediksi bakal lebih cepat terjadi.
"Menurut saya puncak kasus bakal lebih cepat, mungkin 1-2 bulan ke depan ini karena pelonggarannya semakin banyak," kata Yunis saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (27/9).