Muazin di Medan Dianiaya, Dituding Jual Sabu

CNN Indonesia | Senin, 27/09/2021 19:00 WIB
Korban, MR menyebut sebelum diserang, dirinya dituding oleh pelaku sebagai penjual sabu meskipun berulang kali ia mengatakan dirinya telah bertaubat. pisau lipat dan sejumlah senjata tajam. (skeeze/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang muazin di Masjid Raudhatul Islam, Jalan Putri Hijau, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) mesti dilarikan ke rumah sakit usai diserang oleh seseorang. Telinga pria bernama Syahwal tersebut nyaris putus akibat diserang oleh salah seorang jemaah berinisial MR.

"Saya tiba-tiba diserang MR. Dia itu salah satu jemaah masjid di sini. Kejadiannya kemarin malam," kata Syahwal kepada CNNIndonesia.com, Senin (27/9).

Syahwal mengaku penyerangan itu terjadi saat ia dan jemaah lainnya tengah makan malam di areal belakang masjid. Tiba-tiba saja MR menghampirinya. MR membanting piring. Karena tak ditanggapi, MR menuding korban menjual sabu.


"Awalnya dia membanting piring. Karena gak kami tanggapi dia keluar. Dia bilang ke jemaah lain kalau saya jual sabu. Terus saya bilang kalau saya kan udah bertaubat. Dia marah dan langsung mendorong saya," ucapnya.

Kemudian keduanya terlibat cekcok. MR juga mengambil pisau dari kantongnya dan langsung menyerang korban. Tak hanya itu, MR mencoba menyerang leher korban menggunakan pisau tersebut.

"Pisau cutter dia itu mengarah ke leher saya. Jadi saya mengelak dan kena telinga. Saya juga dipukul habis-habisan sama si MR ini," paparnya.

Dengan bersimbah darah, Syahwal langsung dilarikan ke RS Pirngadi Medan untuk mendapat perawatan. Akibat penyerangan itu, Syahwal harus mendapat 39 jahitan di telinga.

Syahwal mengaku tak mengetahui alasan MR menyerangnya. Padahal selama ini Syahwal hanya azan dan membersihkan masjid. Ia mengaku tak punya masalah dengan MR.

"Nggak tahu lah saya apa masalah dia. Kemarin dia juga pernah menyerang Ketua BKM. Setahu saya dia ini berambisi ingin menjadi Ketua BKM. Ada mungkin dapat uang dari situ, makanya dia ngotot sekali ingin jadi Ketua BKM," paparnya.

Atas kejadian itu Syahwal membuat laporan ke Polsek Medan Barat yang tertuang dalam Nomor STTLP/216/IX/2021/SPKT/ Restabes Medan/ SEK Medan Barat.

"Kalau dia ada masalah sama orang BKM, kenapa saya yang diserang. Saya di masjid itu hanya azan dan membersihkan masjid, gak ada masalah saya sama dia. Saya dengar dia jua melaporkan saya ke polisi. Padahal saya yang jadi korban di sini," paparnya.

(fnr/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK