Gerindra Belum Dengar Isu Reshuffle Kabinet Jokowi

CNN Indonesia | Selasa, 28/09/2021 17:14 WIB
Wakil Ketum Gerindra Habiburrokhman mengaku belum mendengar isu reshuffle. Jokowi bisa reshuffle setiap saat tanpa mempertimbangkan momen. Wakil Ketum Gerindra Habiburrokhman mengaku belum mendengar isu reshuffle. Jokowi bisa reshuffle setiap saat tanpa mempertimbangkan momen. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Partai koalisi pemerintah, Gerindra mengaku belum mendengar kabar mengenai reshuffle atau kocok ulang di jajaran pos kementerian kabinet Presiden Joko Widodo yang ramai baru-baru ini.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburrokhman mengatakan dirinya belum mendengar kabar wacana reshuffle di jajaran kabinet, baik secara resmi maupun tidak resmi. Dia menyebut bahwa kocok ulang jajaran menteri adalah hak prerogatif Presiden.

"Saya pikir secara resmi, secara tidak resmi aja saya belum mendengar isu tersebut," kata Habiburrokhman kepada CNNIndonesia.com, Selasa (28/9).


"Namun demikian, ya, susah, kalau reshuffle ini kan, hak prerogatif Pak Presiden, akan digunakan atau tidak hak untuk mereshufflenya," tambah dia.

Menurut dia, oleh karena reshuflle menjadi hak prerogatif Presiden, pihaknya tak mau ambil pusing. Dia mengatakan Gerindra tak masalah jika Presiden hendak mengganti pembantunya di jajaran menteri.

Anggota Komisi III DPR itu mengatakan Presiden bisa kapan pun mengganti kabinetnya, tanpa harus menunggu satu momen tertentu. Sebab, menurut dia, wacana reshuffle diukur berdasarkan kinerja menteri secara individual, karenanya Presiden bisa melakukan kapan pun tanpa harus menunggu waktu yang dinilai tepat.

"Jadi enggak bisa momennya tepat atau tidak. Diperbolehkan setiap saat, presiden melakukan reshuffle," kata dia.

Lebih lanjut, dia juga enggan mengomentari terkait sejumlah pos menteri yang mulai santer jadi sorotan wacana reshuffle. Mengutip pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra, dia menyebut, pada prinsipnya semua jajaran menteri Jokowi saat ini telah bekerja dengan maksimal.

Oleh karena itu, menurutnya, sulit untuk menilai reshuffle berdasarkan kinerja setiap pos kementerian.

"Kalau kata Pak Prabowo, semua menteri bekerja keras. Sulit kalau kita disuruh cari boroknya kementerian-kementerian," katanya.

Wacana reshuffle menguat seiring PAN yang secara resmi masuk koalisi partai pemerintah. Beberapa sumber menyebut kabar reshfhuffle akan dilakukan dalam waktu dekat, paling lambat Rabu awal Oktober mendatang.

(thr/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK