Warga Bojong Koneng Laporkan BPN Bogor & Polisi ke Komnas HAM

CNN Indonesia | Selasa, 28/09/2021 17:30 WIB
Warga Desa Bojong Koneng melaporkan pihak Kepolisian dan BPN Kabupaten Bogor terkait kasus sengketa lahan ke Komnas HAM. Sengketa lahan sentul city vs warga bojong koneng termasuk rocky gerung. (CNN Indonesia/Taufiq Hidayatullah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Desa Bojong Koneng melaporkan pihak Kepolisian dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor terkait kasus sengketa lahan ke Komnas HAM.

Tim Kuasa Hukum Koalisi Warga Bojong Koneng Alghiffari Aqsa mengatakan, pelaporan ini dikarenakan pihak-pihak tersebut juga terlibat secara tidak langsung dalam penggusuran paksa yang dialami warga.

"Jadi tidak hanya Sentul City saja, tetapi seluruh instrumen negara yang terkait permasalahan ini kita laporkan kepada Komnas HAM," jelasnya kepada wartawan, Selasa (28/9).


Menurutnya, dalam kasus ini BPN Bogor bertanggung jawab terhadap penerbitan Surat Hak Guna Bangunan (SHGB) milik Sentul City tanpa prosedur yang sah. Lantaran SHGB tersebut tiba-tiba muncul tanpa sepengetahuan warga ataupun dikonsultasikan kepada warga setempat.

Ia juga mengatakan dalam proses penerbitan SHGB itu, BPN juga tidak pernah turun langsung ke lapangan untuk melihat warga yang sudah lebih dahulu eksis serta mengolah lahan di sana.

"Komnas HAM punya wewenang juga untuk memproses itu. Bahwa pelaku pelanggar HAM itu tidak hanya swasta tapi juga aparatus negara," tegasnya.

Ihwal pelaporan pihak kepolisian kepada Komnas HAM, Alghiffari mengatakan hal ini dikarenakan adanya pengabaian perlindungan hukum kepada warga setempat.

Ia menjelaskan, sejumlah warga sebelumnya sempat melaporkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pihak Sentul City dalam proses penggusuran lahan. Akan tetapi menurutnya laporan tersebut tidak kunjung diterima ataupun diproses oleh pihak kepolisian setempat.

"Jadi aparatus negara yang turut serta dalam merampas hak atas tanah Bojong Koneng ataupun yang dirampas tanahnya oleh Sentul City, Komnas HAM punya hak untuk memproses itu," tuturnya.

Diketahui sebelumnya, kepemilikan lahan di Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor saat ini sedang berada dalam sengketa lahan. Head of Corporate Communication Sentul City David Rizar Nugroho mengaku pihaknya merupakan pemilik sah atas lahan yang berada di Desa Bojong Koneng.

Klaim tersebut berdasarkan SHGB untuk tanah di Desa Bojong Koneng dengan nomor 2411 dan 2412 yang diterbitkan Pemkab Bogor pada tahun 1994 silam. David mengatakan, proses penerbitan SHGB pun telah dilakukan secara legal serta sesuai aturan dan hukum yang berlaku.

Sementara itu, warga desa Bojong Koneng termasuk Rocky Gerung, mengklaim sebagai pemilik sah lahan tersebut berdasarkan penguasaan lahan secara fisik dan surat pernyataan oper alih garapan.

Surat oper alih garapan milik Rocky itu tercatat di Kelurahan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor dengan nomor 592/VI/2009 tanggal 1 Juni 2009.

Rocky juga mengaku telah menjadi penguasa fisik tanah dan bangunan di lokasi itu sejak 2009. Sebelum Rocky, tempat itu juga sudah dikuasai oleh Andi Junaedi sejak 1960.

(tfq/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK