Satgas soal Konser Musik: Diserahkan ke Masing-masing Pemda

CNN Indonesia | Selasa, 28/09/2021 16:17 WIB
Satgas Covid-19 menegaskan segala kebijakan yang berhubungan dengan relaksasi selama pandemi covid-19 harus melalui restu dari pemerintah daerah Ilustrasi konser musik. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebut kebijakan dalam menggelar konser musik dan resepsi pernikahan akan disesuaikan dengan aturan masing-masing daerah yang ditentukan berdasarkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B. Harmadi mengklaim nantinya kebijakan relaksasi pada sektor non-kesehatan itu akan dilakukan dengan perlahan dan penuh kehati-hatian.

"Tentu itu yang pertama, memperhatikan kondisi level PPKM di masing-masing wilayah, yang kedua tergantung kebijakan Satgas daerah masing-masing," kata Sonny dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Lawan Covid-19 ID, Selasa (28/9)


Sonny menegaskan, segala kebijakan yang berhubungan dengan relaksasi selama pandemi covid-19 harus melalui restu dari pemerintah daerah, sebab mereka yang dapat mengukur kondisi perkembangan covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Selain itu, Sonny mewanti-wanti bahwa penerapan protokol kesehatan covid-19 juga tidak boleh dilupakan. Disiplin 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak menurutnya merupakan pakem wajib bagi segenap masyarakat.

"Jangankan konser, pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas juga diserahkan kepada pemerintah daerah dan Satgas daerah setempat untuk menganalisis kelayakan PTM di wilayahnya," kata dia.

Sonny menambahkan implementasi relaksasi selama pandemi covid-19 di Indonesia juga akan dibantu oleh aplikasi PeduliLindungi. Dalam aplikasi itu, pemerintah dapat memantau mana warga yang sudah mendapat vaksin covid-19, hingga warga positif covid-19 yang malah berkeliaran.

Sebagaimana diketahui, aplikasi PeduliLindungi akan memperlihatkan status warna masing-masing warga. Dilansir dari laman covid19.go.id, warna hitam digunakan untuk menandai pasien positif virus corona atau kontak erat.

Warna merah digunakan untuk menandai bahwa warga akan dilarang masuk pusat perbelanjaan, mereka juga dianjurkan untuk segera melakukan vaksinasi.Kemudian, warna hijau menunjukan bahwa seseorang dapat melakukan aktivitasnya di ruang publik, maka petugas akan memperbolehkan masuk mal.

Lalu warna oranye berarti seseorang diizinkan masuk areal public atau mal dengan menyesuaikan kebijakan pengelola tempat, serta akan dilakukan tes lanjutan.

"Jadi pengawasan terhadap protokol kesehatan, lalu memastikan orang-orang yang masuk ke ruang publik tadi benar-benar orang yang sehat. Jadi terpilah dan terpilih melalui aplikasi PeduliLindungi ataupun melalui testing yang dilakukan sebelumnya," ujar Sonny.

Pemerintah melalui Menkominfo Johnny G. Plate sebelumnya mengizinkan penyelenggaraan kegiatan berskala besar seperti resepsi pernikahan, pesta, festival, konferensi hingga konser musik meski pandemi Covid-19 belum usai. Izin akan diberikan asal protokol kesehatan dipatuhi.

Johnny menyampaikan bahwa izin juga diberikan guna mempercepat pemulihan ekonomi serta mewadahi produktivitas masyarakat. Ia menegaskan izin penyelenggaraan kegiatan bakal diberikan selama kasus Covid-19 terkendali. Penyelenggaraan berbagai kegiatan juga harus didukung kesiapan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan.

(khr/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK