PDIP Sentil Anies: Sudah Tahu Pilgub DKI 2024, Kenapa Ngeluh?

CNN Indonesia | Senin, 11/10/2021 17:26 WIB
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengkritik pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal tidak ada Pilgub DKI Jakarta pada 2022. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta Gubernur DKI Anies Baswedan berhenti berbohong dengan menyiratkan seolah pemerintah pusat sengaja memundurkan Pilgub sampai 2024. Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengkritik pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal tidak ada Pilgub DKI Jakarta pada 2022.

Menurut Gembong, hal itu telah diatur dalam undang-undang sebelum Anies memenangkan Pilkada DKI 2017. Sehingga, kata dia, Anies seharusnya sudah mengetahuinya.

"Harusnya enggak perlu sampaikan itu, karena Pak Anies sebelum mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI pada tahun 2017 lalu, Pak Anies udah tau bahwa pemilu di Jakarta akan dilaksanakan tahun 2024," kata Gembong saat dihubungi, Senin (11/10).


Dengan kondisi itu, ia berpendapat tidak ada yang salah dengan pernyataan dari Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi yang sebelumnya meminta Anies berhenti berbohong dengan menyiratkan seolah pemerintah pusat sengaja memundurkan Pilgub sampai 2024.

"Setiap orang kan boleh menyampaikan pendapatnya, alam demokrasi sah-sah saja. Tapi apa yang salah dengan yang disampaikan Mas Pras itu? Enggak ada toh. Kalau kita balik, ngapain Pak Anies ngeluh, kan Pak Anies sudah tahu," katanya.

"Pak Anies kenapa ngeluh tahun keempat, 'saya mestinya kampanye' kenapa ngeluh? wong sudah tahu jadwalnya," ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, dalam keterangan tertulisnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta Anies berhenti berbohong dengan menyiratkan seolah pemerintah pusat sengaja memundurkan Pemilihan Gubernur sampai 2024.

Pras mengatakan, pelaksanaan Pilgub diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 yang disahkan setahun sebelum Anies menjadi Gubernur.

"Undang-Undang ini dibuat sebelum Anies terpilih menjadi Gubernur DKI. Jangan membuat seakan-akan Pemerintah Pusat mengundurkan Pilgub DKI untuk mengganjal ambisi politik Anies," kata Politisi PDI Perjuangan ini.

Dalam keterangan tertulisnya, dijelaskan bahwa pernyataan Pras tersebut terkait dengan pernyataan Anies soal kampanye ketika menjadi pembicara di acara PAN di Bali.

Selain itu, juga dicantumkan pendapat loyalis Anies, Geisz Chalifah, yang pernah menyebut ada penjegalan terhadap Anies Baswedan, menjelang Pemilu 2024.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di acara PAN itu, pernyataan Anies yang sempat menyinggung soal tidak ada Pilgub di 2022 itu bermula dari pertanyaan Politisi PAN yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani.

"Pembangunan di Jakarta sangat bagus. Sudah banyak yang dilakukan. Dibalik prestasi Pak Anies banyak kritikan keras yang datang. Nah kita ingin tahu, artinya ada beberapa pihak yang tidak puas. Bagaimana bapak memandang itu?" tanya Zita.

Anies lalu menjawab bahwa selama memimpin Jakarta, pihaknya tidak pernah melakukan survei. Ia menyebut 23 janji telah dirumuskan dalam rencana kerja. Alih-alih mengecek soal kepuasan publik, ia mengaku lebih memilih melakukan pengecekan dalam eksekusi program.

Ia juga menyebut dalam 3-4 tahun kepemimpinannya, pemerintah berusaha menghadirkan program kesetaraan, keadilan hingga kebersamaan.

"Jadi, di Jakarta selama 3-4 tahun, semua saya konsentrasikan pada itu. Dulu rencananya, nanti tahun terakhir baru mulai kampanye. Ternyata nggak ada pilkada tahun depan, enggak ada pilkada. Jadi ya sudah kita kerja terus aja, gitu kan, nggak ada kampanye tahun depan," ujar Anies

"Kan programnya gini, tiga tahun pertama kerja eksposur besar, tahun keempat mulai mendekati, maka dari itu ada survei dan lain-lain. Baru masuk tahun keempat dan tahun kelima persiapan untuk pilkada. Kalau pilkadanya nggak ada, ya sudah kita terusin aja kerja sampai akhir,"ucapnya menambahkan.

(yoa/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK