Mahasiswa Dibanting Polisi Dikabarkan Nyeri Leher dan Kepala

CNN Indonesia | Kamis, 14/10/2021 12:41 WIB
Mahasiswa yang dibanting hingga kejang kini merasakan sakit kepala dan leher saat terbangun dari tidur. Mahasiswa yang dibanting polisi saat demo kini merasakan sakit di kepala dan leher (CNN Indonesia/Eko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Forum Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA), Rifky Firmansyah mengatakan rekannya yang dibanting anggota polisi, yakni Fariz mengalami sakit di bagian kepala dan leher.

Itu baru dirasakan usai bangun tidur pagi hari ini, Kamis (14/10).

"Jadi kondisi korban kemarin belum sempat di urut. Tadi setelah tidur bagian kepala dan leher sakit, makin sakit malah," ujar Rifky kepada CNNIndonesia.com, Kamis (14/10).


Rifky mengatakan bahwa Fariz hanya tes kesehatan dan rontgen usai dibanting polisi saat demo pada Rabu kemarin (14/10).

Fariz tidak diurut atau diberi perawatan lainnya karena dinyatakan sehat usai tes kesehatan di rumah sakit.

"Dan kemarin rontgen bagian badan doang, kepala sama leher enggak. Ini (hasil pemeriksaan) mau diambil nanti oleh teman HIMATA," kata Rifky.

Sebelumnya, Fariz dibanting oleh seorang anggota polisi saat aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/10).

Fariz dibanting dari belakang hingga punggung mendarat duluan ke lantai dengan keras. Dia sempat kejang-kejang lalu pingsan.

Video peristiwa itu viral di media sosial. Kapolda Banten dan Kapolresta Tangerang lalu menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut dan berjanji akan memberikan sanksi bila ada kesalahan prosedur.

Kepolisian juga membawa Fariz ke rumah sakit untuk dicek kondisi kesehatannya.

"Semua dalam kondisi baik, cek suhu juga bagus, cuma tensi agak tinggi 130," kata Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro.

(ekm/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK