Demo Buruh Setahun Ciptaker di Gedung Sate Serukan Sepultura

CNN Indonesia | Kamis, 14/10/2021 14:29 WIB
Ratusan kelas pekerja melakukan aksi memperingati organisasi buruh sedunia, serta setahun omnibus law UU Ciptaker di sejumlah wilayah di Indonesia. Ratusan kelas pekerja melakukan aksi memperingati organisasi buruh sedunia, serta setahun omnibus law UU Ciptaker di sejumlah wilayah di Indonesia. (CNN Indonesia/Huyogo)
Bandung, CNN Indonesia --

Ratusan pekerja yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) memperingati ulang tahun World Federation of Trade Unions (WFTU) di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/10).

WFTU merupakan organisasi buruh tingkat dunia yang lahir pada 76 tahun silam, di mana KASBI berafiliasi di dalamnya.

Dalam peringatan yang juga digelar sebagai bagian dari rangkaian aksi setahun omnibus law UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker) berlaku, KASBI menyerukan sepuluh tuntutan rakyat (sepultura). Untuk diketahui UU Ciptaker mulai berlaku sejak diteken Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2 November 2020 silam.


Koordinator aksi Siti Heni mengatakan kegiatan unjuk rasa yang diberlakukan pihaknya merupakan bagian dari demonstrasi yang diselenggarakan secara serempak di berbagai belahan dunia.

"Dalam aksi hari ini, kita dari KASBI menjalankan instruksi nasional untuk seluruh daerah anggota KASBI di Indonesia memperingati berdirinya WFTU," kata Heni.

Selain di Bandung, aksi peringatan WFTU juga digelar di berbagai daerah di Jawa Barat seperti Karawang, Subang, Bekasi, dan Indramayu.

Sedangkan, di luar Jabar digelar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan.

Tak hanya merayakan hari jadi WFTU, dalam aksi tersebut buruh juga menyerukan 'Sepultura' (Sepuluh Tuntutan Rakyat).

Isi sepultura itu antara lain, cabut Omnibus Law dan seluruh PP turunannya, tolak penghapusan upah sektoral dan berlakukan kembali upah sektoral seperti semula, setop PHK sepihak, dan setop kriminalisasi dan penangkapan aktivis.

Kemudian, berikan persamaan hak dan perlindungan bagi pekerja rumah tangga (PRT) dan seluruh buruh migran, mengangkat seluruh penyuluh KB dan penyuluh perikanan menjadi pegawai ASN, menuntut jaminan dan perlindungan buruh di berbagai sektor, memberikan vaksin gratis untuk seluruh kaum buruh dan seluruh rakyat Indonesia, mengusut tuntas kasus korupsi BPJS TK dan korupsi bansos pandemi Covid-19, serta menolak pemberangusan pegawai KPK dan meminta KPK mempekerjakan kembali 58 orang pegawai KPK seperti semula tanpa syarat.

"Hari ini, perlawanan itu kita kobarkan dari KASBI bahwa tujuan kita adalah menggerakkan hati mereka yang belum tergerak untuk melakukan pergerakan. Karena Omnibus Law Cilaka (UU Ciptaker) itu tidak hanya dirasakan KASBI saja melainkan seluruh klaster, seperti buruh, nelayan, mahasiswa dan yang lainnya," ujar Heni.

Dalam unjuk rasa itu, terlihat salah satu buruh membawa poster tuntutan berkalimat: "Cabut Omnibus Law dan Seluruh PP Turunannya".

Unjuk rasa yang berlangsung sejak siang itu sempat membuat Jalan Diponegoro ditutup. Pengalihan lalu lintas dilakukan kepolisian untuk mengurai kepadatan.

(hyg/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK