Masih Nyeri Leher, Mahasiswa Korban Smackdown Polisi Membaik

CNN Indonesia
Sabtu, 16 Oct 2021 06:06 WIB
Mahasiswa korban smackdown polisi berangsur membaik meski masih mengalami nyeri pada bagian leher dan kepala. Fariz, mahasiswa pedemo pingsan di-smackdown Brimob di depan Kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/10). Kondisinya kini masih nyeri kepala dan leher. (Foto: CNN Indonesia/Eko)
Tangerang, CNN Indonesia --

Kondisi Fariz (21), mahasiswa korban bantingan ala smackdown oleh polisi berangsur membaik meski masih mengalami nyeri pada bagian leher dan kepala.

Ia diketahui telah melakukan pemeriksaan Magnetic Resonance Arthrography (MRA) di RS Ciputra Jakarta Jumat (15/10) sore, dan sudah kembali lagi menjalani perawatan di RS Ciputra Hospital, Citra Raya, Kabupaten Tangerang, Banten.

Fariz, yang pada kemarin mengaku tengah "fokus pemulihan badan keseluruhan", menyampaikan ungkapan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan moral dan meteril atas pemulihan kesehatannya tersebut.


"Terkait kondisi kesehatan pada hari ini, saya laporkan pada hari Jumat jam 10 malam, kondisi saya alhamdulilah ada perkembangan sedikit-sedikit cukup membaik dibandingkan hari kemarin," ujar dia, dalam keterangannya lewat video yang dibagikan oleh Tedi Agus, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten anggota Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata), Jumat (15/10) malam.

"Tapi memang secara keseluruhan ada beberapa titik yang memang masih agak nyeri, sama seperti yang saya sampaikan kemarin, khususnya di bagian leher dan bagian kepala, tapi selebihnya ada perkembangan membaik," sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Forum Himata Rifky Firmansyah mengatakan pihaknya masih fokus pada penanganan penyembuhan kesehatan Fariz terlebih dahulu sambil mengkaji dugaan tindak pidana bantingan aparat tersebut.

"Betul, betul. Karena kajian sedang dibuat juga. Lagi proses pembuatan sama teman Himata juga," kata Rifky.

"Nanti tergantung hasil kajian bagaimana diskusi teman-teman Himata juga," lanjut dia, soal kemungkinan pelaporan secara pidana.

Rifky juga menyoroti perkembangan pemeriksaan pelaku tersebut di Propam. Pihaknya mengawal pemeriksaan pelaku pembantingan terhadap kadernya itu agar diberikan tindakan yang tegas oleh kepolisian.

"Jadi yang di khawatirkan pemeriksaan secara internal nanti bulet, bulet dalam arti apa diomongin tidak sesuai dengan realita," tegasnya.

"Maka dari itu saya juga masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian sampai sejauh mana, sejauh mana proses dari internal lembaga kepolisian dalam menindak tersangka. Teman-teman masih mengkaji proses hukum berikutnya," tandasnya.

(ekm/thr/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER