Kasus Hoaks, Direktur TV Swasta Terancam 10 Tahun Penjara

CNN Indonesia
Sabtu, 16 Oct 2021 12:58 WIB
Tiga tersangka terkait kasus hoaks di akun Youtube Aktual TV telah ditangkap, dan terancam hukuman pidana maksimal 10 tahun penjara. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi telah menangkap tiga tersangka terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoaks di akun Youtube Aktual TV. Salah satu tersangka yaitu direktur TV swasta lokal, terancam hukuman pidana maksimal 10 tahun penjara.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang hukum pidana.

Ketiga tersangka yakni AZ, AM, dan AF. Tersangka AZ diketahui merupakan seorang direktur televisi swasta lokal di Jawa Timur.


"Tiga tersangka yang kita proses menyebarkan berita bohong ke masyarakat dengan tujuan salah satunya mencari keuntungan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam konferensi pers, Jumat (15/10).

Yusri mengatakan tindakan tersangka juga dianggap dapat memperkeruh sinergitas TNI-Polri. Selain itu, tersangka dinilai membuat kegaduhan dan keonaran dari konten berita hoaks tersebut.

Dalam kasus ini, ketiga tersangka memiliki perannya masing-masing. Tersangka AZ berperan sebagai pemilik akun Youtube Aktual TV.

"AZ ini adalah direktur salah satu PT di Jatim, media televisi di Jatim, dia direktur, tapi nanti dibedakan konteks yang dilakukan pidana di sini beda konteks dengan pekerjaan dia," ucap Yusri.

Selain sebagai pemilik akun Aktual TV, AZ juga berperan membuat ide konten, mengarahkan dan menyortir hasil editing konten yang akan diunggah.

Tersangka kedua, M selaku pengelola akun Youtube Aktual TV. Ia juga berperan mengedit dan mengunggah serta selaku konten kreator.

Terakhir, tersangka AF berperan sebagai pengisi suara atau narator di konten di akun Youtube Aktual TV.

Konten hoaksyang dibuat oleh tersangka AZ di akun Youtube Aktual TV turut menyinggung Pangkostrad LetjenDudungAbdurachman.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan konten yang diunggah itu juga mengandung unsur adu domba antara TNI dan Polri.

"Terdiri dari fitnah, kemudian adu domba antara TNI dan Polri, kemudian memprovokasi," kata Hengki di Polda Metro Jaya, Jumat (15/10).

(dis/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER