Rangkuman Covid: Jokowi Minta Harga PCR Turun, Anies Digugat
CNN Indonesia
Senin, 25 Okt 2021 16:52 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya menurunkan harga tes PCR hingga Rp300 ribu. (CNN Indonesia / Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah yang mewajibkan pelaku perjalanan domestik atau penumpang pesawat udara untuk menyertakan hasil pemeriksaan negatif Covid-19 lewat tes PCR selama PPKM berlevel di Jawa-Bali menimbulkan pro kontra.
Sejumlah pihak keberatan dengan masa berlaku hasil PCR yang dibatasi hanya 2 x 24 jam, akses laboratorium daerah terbatas, hingga keberatan dengan tarif pemeriksaan menggunakan PCR.
Aturan baru ini sudah berlaku sejak kemarin. Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta jajarannya untuk menurunkan harga PCR di Indonesia menjadi Rp300 ribu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya menurunkan harga tes PCR menjadi Rp300 ribu. Hal itu disampaikan dalam rapat terbatas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada hari ini, Senin (25/10).
Sebelumnya, batasan tarif tertinggi pemeriksaan screening covid-19 melalui tes PCR masih berada pada tarif Rp495 ribu untuk daerah di Jawa-Bali, dan Rp525 untuk daerah luar Jawa-Bali.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Jokowi juga ingin melonggarkan syarat perjalanan. Menurutnya, masa berlaku tes PCR akan diperpanjang.
Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mempertanyakan logika pengendalian risiko pemerintah yang mulai mewajibkan penumpang pesawat untuk menyertakan hasil pemeriksaan negatif Covid-19 dengan skema PCR 2 x 24 jam. Ketetapan itu mulai resmi berlaku sejak Minggu (24/10) kemarin.
Moda transportasi udara menurutnya memiliki tingkat penularan paling rendah dibandingkan dengan moda transportasi darat dan laut. Namun pemerintah malah memberikan kebijakan wajib PCR hanya untuk calon penumpang pesawat, sementara moda transportasi selain udara diberikan opsi untuk memilih antara PCR atau rapid test antigen.
"Jadi penularan di pesawat itu paling kecil dibandingkan moda transportasi lain, dan itu sudah ada risetnya. Maka sangat tidak logis atau kurang kuat alasannya ketika diterapkan screening paling ketat," kata Dicky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (25/10).
Wajib Tes PCR untuk Pesawat Terus Dievaluasi
Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Alexander Kaliaga Ginting memastikan pemerintah pusat akan terus mengevaluasi kebijakan anyar yang mewajibkan penumpang pesawat untuk menyertakan hasil pemeriksaan negatif Covid-19 dengan skema PCR 2 x 24 jam, yang mulai resmi berlaku sejak Minggu (24/10) kemarin.
Hal itu Alex sampaikan guna merespons penolakan sejumlah pihak yang menilai langkah pemerintah itu kurang tepat lantaran hanya menyasar transportasi udara. Sementara pada moda transportasi laut, darat, dan kereta api diberikan opsi lain yakni melakukan rapid test antigen.
"Kita tunggu dua minggu untuk dievaluasi, karena ini semua demi keselamatan dan kesehatan masyarakat. Prioritas utama menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat dari ancaman pandemi," kata Alex melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/10).
Gubernur DKI Anies Digugat soal PPKM
Pemprov DKI siap menghadapi gugatan yang dilayangkan sekelompok warga terkait kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal PPKM ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Selain Anies, gugatan ke pengadilan terkait kebijakan PPKM juga turut menyeret Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito. Gugatan dilayangkan oleh sekelompok warga yang diwakili Ferry Polly. Gugatan telah teregistrasi di PTUN Jakarta pada Kamis (14/10).
"Prinsipnya kami siap menghadapi gugatan tersebut," kata Kepala Biro Hukum Setda DKI Jakarta, Yayan Yuhanah, saat dihubungi, Senin (25/10).
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan Badan Kesehatan Dunia (WHO) selalu memantau situasi perkembangan Covid-19 di Pulau Dewata. Hal ini karena Bali akan menggelar sederet kegiatan berskala internasional, termasuk pertemuan negara-negara G-20.
Koster mengatakan Presiden Joko Widodo juga telah mewanti-wanti agar tidak ada lonjakan kasus Covid-19 di Bali.
Capaian Dosis Vaksin RI
Kemenkes per Senin (225/10) Pukul 12.00 WIB mencatat 113.424.379 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, baru 68.264.009 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 54,46 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 32,78 persen.
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Senin (25/10) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 460 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 1.236 kasus, dan 30 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.240.479 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.083.690 orang dinyatakan pulih, 13.554 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 143.235 lainnya meninggal dunia.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah yang mewajibkan pelaku perjalanan domestik atau penumpang pesawat udara untuk menyertakan hasil pemeriksaan negatif Covid-19 lewat tes PCR selama PPKM berlevel di Jawa-Bali menimbulkan pro kontra.
Sejumlah pihak keberatan dengan masa berlaku hasil PCR yang dibatasi hanya 2 x 24 jam, akses laboratorium daerah terbatas, hingga keberatan dengan tarif pemeriksaan menggunakan PCR.
Aturan baru ini sudah berlaku sejak kemarin. Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta jajarannya untuk menurunkan harga PCR di Indonesia menjadi Rp300 ribu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya menurunkan harga tes PCR menjadi Rp300 ribu. Hal itu disampaikan dalam rapat terbatas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada hari ini, Senin (25/10).
Sebelumnya, batasan tarif tertinggi pemeriksaan screening covid-19 melalui tes PCR masih berada pada tarif Rp495 ribu untuk daerah di Jawa-Bali, dan Rp525 untuk daerah luar Jawa-Bali.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Jokowi juga ingin melonggarkan syarat perjalanan. Menurutnya, masa berlaku tes PCR akan diperpanjang.
Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mempertanyakan logika pengendalian risiko pemerintah yang mulai mewajibkan penumpang pesawat untuk menyertakan hasil pemeriksaan negatif Covid-19 dengan skema PCR 2 x 24 jam. Ketetapan itu mulai resmi berlaku sejak Minggu (24/10) kemarin.
Moda transportasi udara menurutnya memiliki tingkat penularan paling rendah dibandingkan dengan moda transportasi darat dan laut. Namun pemerintah malah memberikan kebijakan wajib PCR hanya untuk calon penumpang pesawat, sementara moda transportasi selain udara diberikan opsi untuk memilih antara PCR atau rapid test antigen.
"Jadi penularan di pesawat itu paling kecil dibandingkan moda transportasi lain, dan itu sudah ada risetnya. Maka sangat tidak logis atau kurang kuat alasannya ketika diterapkan screening paling ketat," kata Dicky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (25/10).
Wajib Tes PCR untuk Pesawat Terus Dievaluasi
Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Alexander Kaliaga Ginting memastikan pemerintah pusat akan terus mengevaluasi kebijakan anyar yang mewajibkan penumpang pesawat untuk menyertakan hasil pemeriksaan negatif Covid-19 dengan skema PCR 2 x 24 jam, yang mulai resmi berlaku sejak Minggu (24/10) kemarin.
Hal itu Alex sampaikan guna merespons penolakan sejumlah pihak yang menilai langkah pemerintah itu kurang tepat lantaran hanya menyasar transportasi udara. Sementara pada moda transportasi laut, darat, dan kereta api diberikan opsi lain yakni melakukan rapid test antigen.
"Kita tunggu dua minggu untuk dievaluasi, karena ini semua demi keselamatan dan kesehatan masyarakat. Prioritas utama menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat dari ancaman pandemi," kata Alex melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/10).
Anies dan Tito Digugat soal PPKM
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan digugat soal aturan PPKM ke PTUN Jakarta. (CNN Indonesia/Adi Maulana)
Gubernur DKI Anies Digugat soal PPKM
Pemprov DKI siap menghadapi gugatan yang dilayangkan sekelompok warga terkait kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal PPKM ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Selain Anies, gugatan ke pengadilan terkait kebijakan PPKM juga turut menyeret Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito. Gugatan dilayangkan oleh sekelompok warga yang diwakili Ferry Polly. Gugatan telah teregistrasi di PTUN Jakarta pada Kamis (14/10).
"Prinsipnya kami siap menghadapi gugatan tersebut," kata Kepala Biro Hukum Setda DKI Jakarta, Yayan Yuhanah, saat dihubungi, Senin (25/10).
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan Badan Kesehatan Dunia (WHO) selalu memantau situasi perkembangan Covid-19 di Pulau Dewata. Hal ini karena Bali akan menggelar sederet kegiatan berskala internasional, termasuk pertemuan negara-negara G-20.
Koster mengatakan Presiden Joko Widodo juga telah mewanti-wanti agar tidak ada lonjakan kasus Covid-19 di Bali.
Capaian Dosis Vaksin RI
Kemenkes per Senin (225/10) Pukul 12.00 WIB mencatat 113.424.379 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, baru 68.264.009 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 54,46 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 32,78 persen.
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Senin (25/10) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 460 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 1.236 kasus, dan 30 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.240.479 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.083.690 orang dinyatakan pulih, 13.554 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 143.235 lainnya meninggal dunia.