Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah dinilai tengah melakukan uji coba sejumlah kebijakan dalam menangani pandemi virus corona (covid-19) di Indonesia. Salah satunya terkait kebijakan persyaratan dalam moda transportasi.
Pemerintah mengklaim bahwa sejumlah perubahan aturan itu telah menyesuaikan dinamika kondisi pandemi covid-19 secara nasional dan global. Kendati kasus covid-19 mengalami penurunan dalam tiga bulan terakhir, sejumlah ahli kesehatan memprediksi potensi lonjakan covid-19 di Tanah Air bukan hal yang muskil terjadi.
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli Prediksi Gelombang Tiga Covid Bisa Meledak Tiba-tiba
Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra memprediksi Indonesia berpotensi mengalami ledakan kasus virus corona yang dapat terjadi secara tiba-tiba di waktu-waktu yang akan datang.
Hermawan menilai, gambaran mobilitas warga yang saat ini sudah hampir kembali seperti keadaan pra pandemi berpotensi besar menjadi akar penularan yang masif di lingkungan masyarakat. Apalagi menurutnya saat ini kebijakan pemerintah sudah tidak merepresentasikan lagi kampanye jaga jarak aman.
"Hemat kami akan ada suatu waktu yang sporadis, unpredictable, bisa jadi karena kekhawatiran kami, kasus covid-19 itu meledak tiba-tiba boleh jadi karena adanya mutasi virus baru, kemudian keramaian, sehingga penularannya semakin cepat," kata Hermawan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (3/11).
Gonta-ganti Aturan PCR
Kementerian Perhubungan mencabut aturan yang mewajibkan tes PCR atau antigen bagi masyarakat berpergian dengan motor dan mobil sejauh minimal 250 km.
Pencabutan tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Darat Pada Masa Pandemi Covid-19. Surat edaran yang diterbitkan pada Selasa (2/11) kemarin itu merevisi Surat Edaran nomor SE 90 Tahun 2021 yang mengatur masalah sama.
Pemerintah juga sudah tiga kali mengubah syarat jenis pemeriksaan untuk perjalanan di tengah pandemi, terutama moda transportasi udara. Pada akhir 2020, syaratnya hanya rapid test antigen.
Kemudian, sebulan lalu, syaratnya menjadi hanya wajib tes polymerase chain reaction (PCR), kebijakan itu sempat menuai gelombang protes dan petisi. Terkini, pemerintah menghapus kewajiban tes PCR sebagai satu-satunya syarat calon penumpang pesawat. Warga kini bisa juga bisa memilih menggunakan tes antigen sebagai alternatif selama sudah mendapat vaksinasi lengkap.
Orang Tua Diminta Tak Ragu Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta agar para orang tua tidak melarang anak mereka yang berusia 6-11 tahun untuk mendapat akses vaksinasi virus corona di Indonesia. Juru Bicara Vaksinasi Siti Nadia Tarmizi mewanti-wanti bahwa vaksinasi merupakan salah satu upaya penting dalam memberikan perlindungan pada anak.
Kemenkes mengaku mendapat sejumlah laporan terkait masih banyaknya orang tua yang tidak memberi izin anaknya saat kategori vaksinasi sebelumnya, yakni anak berusia 12-17 tahun dibuka.
DPR turut meminta pemberian vaksin covid-19 kepada anak usia 6-11 tahun segera diberikan mulai 2021, atau lebih cepat dari target Kemenkes, demi mencegah gelombang ketiga.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengatakan pemberian vaksin Covid-19 kepada anak ini untuk mengantisipasi potensi gelombang ketiga yang diprediksi terjadi pada akhir 2021.
Vaksin Anak Dimulai di Daerah Yang Sudah Capai Target
Foto: CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebut program vaksinasi virus corona yang menyasar anak usia 6-11 tahun di Indonesia akan dimulai terlebih dahulu di daerah yang sudah memenuhi target dari pemerintah.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito melanjutkan, target itu di antaranya apabila capaian vaksinasi dosis pertama nasional telah melebihi 70 persen dari target. Dan 60 persen sasaran vaksinasi lansia telah terlampaui.
"Vaksinasi ini dimulai dari kabupaten/kota yang telah memenuhi target tersebut. Nantinya target vaksinasi pada anak akan menyentuh sekitar 26,4 juta orang dengan kebutuhan dua dosis per orang," kata Wiku.
Target 60 Persen Vaksinasi di Akhir Tahun
Kemenkes menargetkan setidaknya 60 persen atau sekitar 124 juta orang dari sasaran target vaksinasi virus corona di Indonesia menerima suntikan vaksin dosis kedua pada akhir 2021.
Sementara untuk pemberian dosis pertama ditargetkan rampung mencapai 80-85 persen dari target nasional. Adapun total sasaran vaksinasi Covid-19 di Indonesia yakni 208.265.720 orang.
Tiga Provinsi Alami Kenaikan Covid dalam Sepekan
Satgas Penanganan Covid-19 menyoroti tiga provinsi di Indonesia yang mengalami kenaikan kasus virus corona pada sepekan terakhir. Mereka yakni Jawa Barat (Jabar), Gorontalo, dan Maluku Utara.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito melanjutkan, kenaikan kasus covid-19 itu perlu menjadi perhatian seluruh pemerintah daerah, mengingat kasus covid-19 secara nasional sudah mengalami penurunan secara signifikan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Bill Gates Tertarik Investasi Vaksin Bio Farma
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengklaim filantropis asal Amerika Serikat (AS) Bill Gates berminat untuk berinvestasi dalam pengembangan vaksin berbasis mRNA ke perusahaan pelat merah Bio Farma.
Erick mengatakan Gates Foundation akan menjadi kepanjangan tangan dari Bill Gates untuk mendanai program vaksinasi di Tanah Air. Ia menilai ini merupakan sebuah pengakuan besar bagi Bio Farma.
Update Covid 3 November 2021
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Rabu (3/11) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 801 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 814 kasus, dan 24 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.246.174 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.091.101 orang dinyatakan pulih, 11.592 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 143.481 lainnya meninggal dunia.