Jakarta, CNN Indonesia -- Penjual bakso, Daryanto alias Anto (39), di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), sempat hilang dua hari sejak Senin (14/11). Sempat diwarnai rumor campur tangan makhluk gaib, polisi membantahnya.
Berdasarkan rekaman CCTV, Anto tiba dan menepikan gerobaknya di Jalan Ring Road, Samarinda, pada Senin (14/11) pukul 18.30 WITA. Warga Jalan M Said, Samarinda, itu kemudian langsung membuat bakso tanpa ada seorang pun pembeli terlihat.
"Dari CCTV ini memang yang bersangkutan datang langsung membuat bakso, tapi belum sempat meracik bakso, dia (Anto) langsung meninggalkan rombongnya dengan jalan kaki ke seberang jalan," ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Sungai Kunjang, Samarinda, Ipda Roni Wibowo, dalam keterangannya, Selasa (16/11) dikutip dari detiknews.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anto mengaku saat itu ada seorang laki-laki tua yang memesan tiga mangkuk bakso. Belum selesai bakso diracik, pria tua itu memintanya untuk ikut.
Ia pun meninggalkan begitu saja gerobak alias rombong, tiga mangkok bakso yang sedang diracik, sandal jepit, dan plastik racikan baksonya.
"Orang tua itu minta bikinkan bakso, tapi belum selesai saya racik dia suruh saya ikuti dia, saya datangi dia, dan tinggalkan rombong saya," kata Daryanto, saat ditemui di Polsek Sungai Kunjang, Rabu (17/11) malam.
Selama berjalan kaki mengikuti kakek, Anto mengaku tidak pernah meninggalkan Jalan Ring Road. Sepanjang itu pula, pria tua tersebut memberikan wejangan kepada Anto untuk selalu bersedekah.
"Pokoknya orang tua itu ajak saya untuk jalan, katanya udah enggak perlu bawa apa-apa, kita jalan aja. Dia suruh saya selalu sedekah," kata Anto.
Tanpa sadar, ia sudah berjalan dua hari. "Selama kami dua hari jalan itu enggak ada rasa lapar, enggak ada rasa capek, enggak makan dan minum. Pokoknya jalan terus di ring road situ aja," aku dia.
Anto lantas sadar "Usai diberikan nasihat" oleh orang tua tersebut.
Setelah siuman, Anto mendapati dirinya berada di bawah sebuah pohon. Dia lantas berusaha menghubungi istri dan salah seorang temannya. "Saya di sana (di bawah pohon) nunggu dijemput teman sampai tertidur," tuturnya.
Polisi Turun Tangan
Sejak Anto beranjak pergi itu, warga menemukan gerobak bakso tak bertuan di tepi jalan. Kabar hilangnya Anto pun menyebar dan membuat polisi turun tangan. Pemeriksaan saksi dan rekaman CCTV yang ada di lokasi dilakukan, sejak Senin (15/11).
Sementara, warga bersama ahli supranatural turut mencari Anto.
"Di TKP memang ada 3 mangkok yang berisi bakso dan sandal yang tertinggal di dekat rombong, tadi malam juga sudah dilakukan penyisiran oleh anggota dibantu warga tapi penjual bakso ini belum ketemu," kata Roni.
Dua hari berselang, tepatnya pada Rabu (17/11), pukul 15.30 WITA, Anto akhirnya ditemukan warga dalam kondisi linglung saat sedang berbaring di bawah pohon di Jalan KH Kapten Soedjono, Kelurahan Sungai Kapih, Samarinda.
"Ketemu di bawah pohon sedang tiduran," ujar Roni.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Motif Tinggalkan Gerobak Janggal, Polisi Kumpulkan Bukti
Ilustrasi peracik bakso. (Foto: iStockphoto/JannHuizenga)
Lantaran kondisinya tidak stabil usai tidak makan selama dua hari, Anto dibawa ke Rumah Sakit Hermina. Ia kemudian dibawa ke kantor Polsek untuk dipertemukan dengan keluarganya.
Kepada pihak kepolisian, Anto, yang saat itu dalam kondisi sedikit linglung, juga mengaku diajak jalan oleh orang tua setelah memesan tiga mangkok bakso.
"Iya katanya ada orang tua yang pesan bakso, terus oleh orang tua itu dia (Anto) diajak berjalan kaki sama orang tua ini," kata Roni, Rabu (17/11).
Soal kabar Anto diculik makhluk gaib, Roni menepis kabar tersebut.
"Enggak benar itu dia (Anto) diculik atau dibawa makhluk halus, karena dari CCTV terlihat dia berjalan sendiri meninggalkan gerobak dagangannya tanpa ada orang lain," terangnya.
Dari keterangan saksi-saksi di lokasi, Anto setiap hari diketahui kerap mangkal atau berjualan di lokasi kejadian dan memiliki pelanggan tetap.
"Memang setiap hari melintas di sana karena ada pelanggan tetapnya, ada mes pekerja tambang batu baru di situ," ucap Roni.
Terlepas dari itu, ia mengaku ada kejanggalan soal motifnya. "Masih kita lakukan penyelidikan, ini masih janggal kenapa dia (Anto) membuat bakso tak selesai terus langsung jalan kaki meninggalkan rombong," ungkap Roni.
Berdasarkan pemeriksaan beberapa saksi, termasuk istrinya, Anto diketahui tidak pernah memiliki masalah dengan siapa pun. Namun, sang istri menyebut suaminya memiliki utang di bank.
"Kalau keterangan istri, dia (Anto) tidak punya masalah dengan orang lain, tapi ada punya tanggungan kredit di bank belum dibayarkan," ucap Roni.
"Kita masih mengumpulkan bukti-bukti terkait hilangnya penjual bakso ini," tutupnya.