TKP WN Inggris Tewas Sempat Terkunci, Pemilik Rumah Buka dari Dalam

CNN Indonesia
Sabtu, 15 Jan 2022 22:44 WIB
Kematian WN Inggris Harper Mattew di Bali diduga akibat bunuh diri di ruangan terkunci, namun ada seseorang yang membukakan pintu dari dalam. Ilustrasi. Seorang WN Inggris tewas di Bali diduga akibat bunuh diri di ruang terkunci. (Foto: Istockphoto/ Ilbusca)
Denpasar, CNN Indonesia --

Kesaksian sejumlah menunjukkan Warga Negara Inggris Harper Mattew, sebelumnya disebut Matt Harper (48), meninggal di dalam ruang tertutup diduga akibat melukai diri sendiri usai berhalusinasi. Namun, ada temuan bahwa seseorang membukakan pintu yang terkunci itu dari dalam.

Ia sebelumnya ditemukan meninggal tempat kejadian perkara (TKP) di Perumahan Samatha Citra blok A/8, Lingkungan Taman Giri Mumbul, kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis (13/1) sekitar pukul 06:00 Wita.

Media Inggris kemudian menerbitkan laporan bahwa korban diduga dibunuh oleh pacarnya. Polisi lantas menepis dugaan itu sambil mengungkap bahwa Matt meninggal dalam ruang terkunci sendirian.


Emmy Martha Pakpahan, pasangan korban, dalam kesaksiannya kepada polisi, Kamis (13/1), mengungkapkan bahwa dirinya dan Mattew memang saat itu tengah menumpang di rumah rekannya Rizka Irmalasari alias Ica.

Mulanya, pada Kamis (13/1) pukul 03.30 Wita, Mattew membangunkannya sambil menyampaikan bahwa Kris menyadap dirinya serta meracau soal berbagai hal.

Melihat hal itu, Emmy merasa takut dengan tingkah korban. Ia lantas menghubungi Ica untuk turun ke bawah dan mengecek lampu karena listrik di rumah dalam keadaan padam.

Lampu pun menyala usai pulsa alias tokennya diisi kembali. Namun, kata dia, Mattew terlihat masih ketakutan dan terus berhalusinasi. Emmy mencoba menenangkan korban dan menyarankannya minum air putih. Itu pun tak berdampak.

Ia lantas keluar rumah untuk menelpon anak tiri Mattew bernama Laurant yang tengah berada di United Kingdom. Saat masih mengontak, Emmy mencoba masuk ke dalam rumah namun gagal karena pintunya terkunci.

Ica dipanggilnya untuk membukakan pintu. Warga pun menemukan korban tergeletak dengan kondisi masih bernafas dengan pisau di lantai. Namun, Emmy tetap berusaha memberi memberi nafas buatan dengan menekan atau memompa dada korban.

"Saksi bersama warga kemudian berusaha menghubungi ambulans guna membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi, Sabtu (15/1) malam.

Saksi lainnya yang dimintai keterangan polisi, Kresna Agung Fitra Eka, menerangkan Emmy mencegat dirinya untuk dimintai bantuan membukakan pintu rumah A8 yang terkunci, pukul 06.10 WITA.

Saat itu, Kresna melihat WNA itu tergeletak di lantai dengan kondisi tidak bergerak, kausnya terbuka, dan memakai celana pendek. Ia pun memanggil temannya bernama Kevin dan Tobi untuk membantu membuka pintu.

Selama saksi berusaha membuka pintu saksi Emmy masi menelpon seseorang.

"Dan ternyata ada seorang perempuan keluar dari lantai atas dan membuka pintu dari dalam," imbuh Kresna.

Senada, saksi lainnya, Kevin Manuel Johan, mengaku melihat seorang perempuan membukakan pintu yang terkunci itu dari dalam usai Emmy menelpon.

"Sementara saksi Emmy terlihat menelpon seseorang dan begitu lama ada seorang perempuan turun dan membukakan pintu dari dalam," ungkap dia.

Infografis deret kasus pembunuhan satu keluargaInfografis deret kasus pembunuhan satu keluarga. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

Sementara itu, Rizka Irmalasari alias Ica, sang pemilik rumah, mengakui dirinya ditelepon Emmy untuk membukakan pintu, pukul 06.00 WITA.

Usai turun dari lantai atas, ia melihat korban tergeletak di lantai di depan kulkas dalam posisi terlentang. Melihat Emmy dan beberapa tetangga terlihat di luar kamar, dia membukakan pintu untuk kemudian kembali mendekati korban.

Ketika itu, Ica mengaku melihat kaki korban masih bergerak-gerak dengan napas terengah-engah. Selain itu, ada pisau di sebelah kiri tangan kiri korban dengan bercak darah. Ia pun mengambil pisau itu dan menaruhnya di atas meja.

"Kemudian saksi Emmy sempat memberikan pertolongan dengan menekan dadanya sambil menunggu ambulans," jelasnya.

Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Surawan sempat menyebut tak ada indikasi pembunuhan dalam kasus ini lantaran korban berada di ruang tertutup.

"Tidak ada indikasi [pembunuhan]. Sudah ada rekaman CCTV dan saksi-saksi, dan dia pada saat kejadian mengunci diri dalam kamar vila itu. Kalau pembunuhan, kami sudah tahan semua di situ, tapi kan tidak ada indikasi pembunuhan," ujar dia, saat dihubungi Sabtu (15/1).

Disclaimer kesehatan mentalDisclaimer kesehatan mental. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

(kdf/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER