KSP Sebut Pemimpin IKN Berlatar Arsitek sebagai Kriteria Ideal

CNN Indonesia
Jumat, 21 Jan 2022 18:06 WIB
Kepala Otorita IKN Nusantara di Kalimantan dinilai idealnya memang berlatar belakang arsitek dan pernah memimpin daerah. Desain Istana Kepresidenan di IKN. KSP menyebut kepala otorita IKN memang idealnya arsitek. (Foto: Arsip Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Wandy Tuturoong mengatakan kriteria ideal calon Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan adalah yang punya latar belakang arsitek dan pernah memimpin daerah.

Baginya, dua kriteria itu relevan dengan tantangan pembangunan IKN.

"Saya kira kita harus melihatnya itu sebagai sebuah kriteria yang ideal, karena memang tantangan dalam membangun dan memindahkan ibu kota negara itu relevan dengan itu," kata Wandy dalam video yang diterima, Jumat (21/1).


Meski demikian, Wandy menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo memiliki waktu selama dua bulan untuk menentukan sosok kepala otorita IKN. Jangka waktu itu sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Dalam kurun waktu itu, lanjut Wandy, bisa saja terdapat nama-nama lain calon kepala otorita yang belum dimunculkan ke publik.

"Nama-nama lain yang belum pernah muncul bisa dimunculkan ke publik. Sehingga presiden punya banyak pilihan untuk itu dan waktu masih cukup, jadi saya kira biarkan presiden yang memiliki hak prerogatif soal itu," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sempat membeberkan kriteria kandidat Kepala Otorita IKN baru yakni pernah memimpin daerah dan harus memiliki latar belakang arsitek.

"Paling tidak, pernah memimpin daerah dan punya background arsitek," ungkap Jokowi.

Jokowi juga sempat menjelaskan asal-usul nama Nusantara untuk ibu kota negara. Menurutnya, nama itu ia pilih setelah menyerap aspirasi berbagai pihak.

Ia juga mengatakan pembangunan IKN Nusantara butuh waktu 15-20 tahun hingga selesai sempurna. Dia tidak khawatir proyek jangka panjang itu dihentikan presiden berikutnya karena sudah diatur undang-undang.

Diketahui, ada sejumlah politikus dengan riwayat kepala daerah dan pendidikan arsitektur. Di antaranya, eks Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma, yang merupakan lulusan jurusan Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Selain itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan yang merupakan lulusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung; serta Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto yang merupakan Dosen Arsitektur di Universitas Hasanuddin.

(rzr/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER