Anggota polisi memantau situasi kendaraan yang melaju di ruas jalan Tol saat uji coba ganjil genap di Tol Jakarta - Cikampek Karawang, Jawa Barat, Senin (25/4/2022). (ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah pusat memprediksi puncak mudik lebaran 2022berlangsung pada 28 April sampai 1 Mei.
Khusus di Jawa Barat, Dinas Perhubungan (Dishub) memprediksi provinsi ini akan didatangi sekitar 14,7 juta atau 17 persen dari total pemudik yang diperkirakan sekitar 85 juta pemudik secara nasional.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengeluarkan keterangan mengenai beberapa titik rawan kecelakaan lalu lintas (black spot) di Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNNIndonesia.com merangkum titik rawan tersebut berdasarkan data dari National Traffic Managemen Centre (NTMC).
Berikut setidaknya lima titik rawan kecelakaan di Jawa Barat, yaitu:
Korlantas menyebut pada titik ini, kecelakaan terjadi lebih banyak disebabkan faktor manusia. Korlantas menyebut fenomena itu sebagai fenomena 'rojali'
"Kejadian di akibatkan oleh fenomena Rojali oleh masyarakat di ruas jalan tersebut," demikian keterangan Korlantas dalam data yang diterima.
2. Jalan Raya Tajur
Faktor utama penyebab kecelakaan pada titik ini adalah prasarana jalan raya Tajur, Bogor. Sebab, di Jalan Raya Tajur tidak terdapat median di tengah jalan. Sehingga sering terjadi kecelakaan dengan tipe tabrak depan.
3. Surade - Tegalbuleud (Cibuni), Sukabumi
Sepanjang lintasan ini, beberapa jalan rusak. Sehingga, pengendara harus lebih berhati-hati.
4. Jalan Lingkar Tanjung Pura
Korlantas menyatakan faktor manusia dan kendaraan menjadi faktor utama terjadinya laka lantas di Jalan Lingkar Tanjung Pura, Karawang.
5. Jalan Raya Klari - Cikampek
Sama seperti di Jalan Lingkar Tanjung Pura, faktor manusia dan kendaraan menjadi faktor utama laka lantas di jalan ini.
Provinsi Jabar menjadi daerah tujuan mudik terbesar ketiga setelah dua provinsi lainnya, sehingga perlu dipersiapkan soal penyelenggaraan angkutan Lebaran 2022.
"Jawa Barat menjadi lintasan dan tujuan arus mudik. Yang datang 14,7 juta, yang keluar 9,2 juta. Jadi, selama Lebaran ini, penduduk Jawa Barat bertambah 5,5 juta yang harus diperhatikan dalam pergerakan masyarakat," kata Kepala Dishub Jabar A Koswara di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (26/4).
Guna mengantisipasi kemacetan pada arus mudik, Dishub Jabar mengidentifikasi sejumlah titik wilayah rawan macet.
"Di Jawa Barat, yang sudah kita identifikasi ada beberapa titik kemacetan yang prioritas yang harus diantisipasi. Misalnya, di Ciawi daerah Bogor ke arah Puncak, kemudian di Cileunyi, terus Nagreg, Limbangan, dan Gentong," demikian keterangan Korlantas.
Polda Jawa Barat menyiapkan personel khusus untuk berjaga di beberapa titik rawan aksi kejahatan di masa mudik Lebaran 2022. Salah satunya, menyiapkan penembak jitu untuk mengantisipasi tindak kejahatan luar biasa seperti terorisme.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, penempatan personel khusus itu diharapkan mampu menjaga ketertiban dan kondusifitas selama mudik Lebaran tahun ini.
"Salah satu permasalahan kamtibmas yang muncul itu ada teroris, curas dan kejahatan tingkat tinggi. Makanya kita siapkan juga personel dan juga perangkat yang bisa mengantisipasi kondisi tersebut," kata Ibrahim, Selasa (26/4).
Namun demikian, Ibrahim tak merinci jumlah personel dan titik yang dimaksud. Meski begitu, ia tak menampik jika para penembak jitu itu juga akan disiapkan di titik keramaian yang dinilai rawan.
"Jadi, disiapkan. Tapi itu untuk penggunaannya tidak langsung stand by di tempat. Intinya di tempat-tempat yang dimungkinkan rawan atau rawan kejahatan keras," katanya.
Selain itu, Ibrahim menyatakan Polda Jabar juga bakal menyiapkan pengamanan pada malam takbiran Idul Fitri. Sejumlah personel disiapkan untuk menjaga kondusifitas di tempat ibadah.
"Kalau misalnya di tempat ibadah itu nanti ada skrining khusus dari Densus dan Brimob. Mereka nanti disiagakan," tuturnya.
Pemerintah pusat memprediksi puncak mudik lebaran 2022berlangsung pada 28 April sampai 1 Mei.
Khusus di Jawa Barat, Dinas Perhubungan (Dishub) memprediksi provinsi ini akan didatangi sekitar 14,7 juta atau 17 persen dari total pemudik yang diperkirakan sekitar 85 juta pemudik secara nasional.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengeluarkan keterangan mengenai beberapa titik rawan kecelakaan lalu lintas (black spot) di Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNNIndonesia.com merangkum titik rawan tersebut berdasarkan data dari National Traffic Managemen Centre (NTMC).
Berikut setidaknya lima titik rawan kecelakaan di Jawa Barat, yaitu:
Korlantas menyebut pada titik ini, kecelakaan terjadi lebih banyak disebabkan faktor manusia. Korlantas menyebut fenomena itu sebagai fenomena 'rojali'
"Kejadian di akibatkan oleh fenomena Rojali oleh masyarakat di ruas jalan tersebut," demikian keterangan Korlantas dalam data yang diterima.
2. Jalan Raya Tajur
Faktor utama penyebab kecelakaan pada titik ini adalah prasarana jalan raya Tajur, Bogor. Sebab, di Jalan Raya Tajur tidak terdapat median di tengah jalan. Sehingga sering terjadi kecelakaan dengan tipe tabrak depan.
3. Surade - Tegalbuleud (Cibuni), Sukabumi
Sepanjang lintasan ini, beberapa jalan rusak. Sehingga, pengendara harus lebih berhati-hati.
4. Jalan Lingkar Tanjung Pura
Korlantas menyatakan faktor manusia dan kendaraan menjadi faktor utama terjadinya laka lantas di Jalan Lingkar Tanjung Pura, Karawang.
5. Jalan Raya Klari - Cikampek
Sama seperti di Jalan Lingkar Tanjung Pura, faktor manusia dan kendaraan menjadi faktor utama laka lantas di jalan ini.
Provinsi Jabar menjadi daerah tujuan mudik terbesar ketiga setelah dua provinsi lainnya, sehingga perlu dipersiapkan soal penyelenggaraan angkutan Lebaran 2022.
"Jawa Barat menjadi lintasan dan tujuan arus mudik. Yang datang 14,7 juta, yang keluar 9,2 juta. Jadi, selama Lebaran ini, penduduk Jawa Barat bertambah 5,5 juta yang harus diperhatikan dalam pergerakan masyarakat," kata Kepala Dishub Jabar A Koswara di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (26/4).
Guna mengantisipasi kemacetan pada arus mudik, Dishub Jabar mengidentifikasi sejumlah titik wilayah rawan macet.
"Di Jawa Barat, yang sudah kita identifikasi ada beberapa titik kemacetan yang prioritas yang harus diantisipasi. Misalnya, di Ciawi daerah Bogor ke arah Puncak, kemudian di Cileunyi, terus Nagreg, Limbangan, dan Gentong," demikian keterangan Korlantas.
Antisipasi Kejahatan, Polda Jabar Siagakan Sniper di Titik Rawan
Prseis uji coba ganjil genap di Tol Jakarta - Cikampek Karawang, Jawa Barat, Senin (25/4/2022). (ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar)
Polda Jawa Barat menyiapkan personel khusus untuk berjaga di beberapa titik rawan aksi kejahatan di masa mudik Lebaran 2022. Salah satunya, menyiapkan penembak jitu untuk mengantisipasi tindak kejahatan luar biasa seperti terorisme.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, penempatan personel khusus itu diharapkan mampu menjaga ketertiban dan kondusifitas selama mudik Lebaran tahun ini.
"Salah satu permasalahan kamtibmas yang muncul itu ada teroris, curas dan kejahatan tingkat tinggi. Makanya kita siapkan juga personel dan juga perangkat yang bisa mengantisipasi kondisi tersebut," kata Ibrahim, Selasa (26/4).
Namun demikian, Ibrahim tak merinci jumlah personel dan titik yang dimaksud. Meski begitu, ia tak menampik jika para penembak jitu itu juga akan disiapkan di titik keramaian yang dinilai rawan.
"Jadi, disiapkan. Tapi itu untuk penggunaannya tidak langsung stand by di tempat. Intinya di tempat-tempat yang dimungkinkan rawan atau rawan kejahatan keras," katanya.
Selain itu, Ibrahim menyatakan Polda Jabar juga bakal menyiapkan pengamanan pada malam takbiran Idul Fitri. Sejumlah personel disiapkan untuk menjaga kondusifitas di tempat ibadah.
"Kalau misalnya di tempat ibadah itu nanti ada skrining khusus dari Densus dan Brimob. Mereka nanti disiagakan," tuturnya.