Polisi Selidiki Penganiayaan Perempuan Dituding Dukun di Jeneponto

CNN Indonesia
Kamis, 19 Mei 2022 02:36 WIB
Kasat Reskrim Polres Jeneponto mengatakan perempuan yang dianiaya dan rumahnya dirusak telah melaporkan peristiwa yang dialaminya ke kepolisian. Ilustrasi perusakan rumah. Kasat Reskrim Polres Jeneponto mengatakan perempuan yang dianiaya dan rumahnya dirusak telah melaporkan peristiwa yang dialaminya ke kepolisian. (Istockphoto/ South_agency)
Makassar, CNN Indonesia --

Kasus pengrusakan rumah yang disertai penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial E (39) yang dituding dukun di Jeneponto, Sulawesi Selatan, tengah diselidiki polisi.

"Korban sudah melapor dan kami sementara melakukan proses lidik," kata Kasat Reskrim Polres Jeneponto, Iptu Nasaruddin kepada CNNIndonesia.com, Rabu (18/5).

Dari keterangan korban, bahwa salah satu pelaku pengrusakan rumahnya sempat menodong senjata api kepada dirinya. Namun, Nasaruddin menampik keterangan korban tersebut perihal ada warga yang membawa senjata api.


"Tidak ada pelaku yang bawa pistol. Mungkin anggota Polisi yang pakaian preman yang dilihat bawa pistol," jelasnya.

Nasarudin menernagkan pihaknya telah mengambil keterangan dari sejumlah saksi-saksi, termasuk pihak keluarga yang menuding E sebagai dukun yang menumbalkan orang tua mereka hingga meninggal dunia dalam waktu berdekatan.

"Sudah kita juga periksa," ujarnya.

Sebelumnya, rumah milik E di Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dirusak puluhan orang, Senin (16/5).

Pemilik rumah itu seorang perempuan yang dituding memiliki ilmu supranatural atau dukun. Diduga kejadian itu dipicu karena keluarga salah satu pasiennya yang merupakan pasangan suami istri meninggal dunia.

Kasus pengrusakan rumah milik E ini, terang Nasaruddin bermula pada saat seorang warga yang dibawa anaknya ke rumah E dengan tujuan berobat pada 14 Mei lalu. Namun, pada saat pasien tersebut baru tiba di depan rumah E tiba-tiba muntah darah dan meninggal dunia

"Jadi belum masuk di rumah E, kemudian muntah darah lalu meninggal. Kemudian tadi pagi istri almarhum, Bulaeng (58) meninggal juga di puskesmas setelah dirawat karena mengeluh sakit di bagian perut," kata Nasarudin.

(mir/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER