Kace Sebut Napoleon Ancam Bunuh Semua Anggota Keluarganya

CNN Indonesia
Kamis, 19 Mei 2022 18:03 WIB
Kace mengatakan Napoleon menyebut dirinya sebagai perwira aktif polisi dan memiliki banyak anak buah. Terdakwa Youtuber Muhammad Kosman alias Muhammad Kece yang jadi korban penganiayaan Jenderal Napoleon Bonaparte. (ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jenderal Polisi bintang dua Irjen Napoleon Bonaparte disebut mengancam akan membunuh keluarga terdakwa penista agama, Muhammad Kace.

Muhammad Kace mengungkapkan ancaman itu dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Satan (PN Jaksel), Kamis (19/5).

Mulanya, Jaksa mencecar Kace terkait rentetan peristiwa pemukulan hingga penjejalan tinja oleh Napoleon dan tahanan lainnya di Rutan Bareskrim Polri.


Kace mengatakan setelah dikeroyok tahanan dan dilumuri tinja pada dini hari, ia tertidur dan baru bangun pukul 15.00 WIB.

Kace dibangunkan karena hendak menjalani penyidikan. Namun, saat di pintu keluar Rutan ia bertemu Napoleon. Jenderal bintang dua itu lantas meminta Kace tidak macam-macam.

"Saya keluar di jalan di perjalanan ketemu beliau, kemudian beliau (bilang) awas jangan macam-macam, langsung pukul saya," kata Kace.

Tidak hanya itu, Napoleon juga mengancam akan membunuh semua keluarga Kace. Ia menegaskan diri sebagai perwira aktif polisi dan memiliki banyak anak buah.

"Saya Polri, perwira aktif, saya polisi, anak buah saya banyak. Nanti keluarga kamu saya bunuh semua," kata Kace menirukan Napoleon.

Ditemui pasca persidangan, Napoleon membantah mengancam Kace. Menurutnya, penuturan Kace hanya kebohongan.

Keterangan Kace, kata Napoleon, akan dipatahkan saksi lainnya.

"Salah, salah, itu keterangan dia, nanti dari saksi akan tahu dia banyak bohongnya di sini patah semua itu," ujar Napoleon.

Sebelumnya, Napoleon disebut telah melumuri Muhammad Kace dengan tinja manusia di Rutan Bareskrim Polri, Jalan Truno Joyo, Jakarta Selatan pada Agustus 2021.

Tidak hanya itu, Muhammad Kace juga diduga mengalami tindakan kekerasan dari Napoleon seperti pemukulan.

Jaksa kemudian mendakwa Napoleon dengan pasal 170 ayat 2 KUHP. Ayat 2 pasal itu menyebut pelaku penganiayaan dapat dipenjara maksimal hingga 7 tahun jika mengakibatkan luka pada korban.

Napoleon juga didakwa dengan pasal 170 ayat 1. Lalu, pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dan kedua Pasal 351 ayat (1) KUHP. Pasal 351 ayat 1 mengancam pelaku tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman paling lama dua tahun.

(iam/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER