Amarah, Saling Sindir hingga Tawa M Kace dan Napoleon dalam Sidang
CNN Indonesia
Kamis, 23 Jun 2022 18:52 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte (CNN Indonesia/Syakirun Niam)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sidang kasus penganiayaan M Kace dengan terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte berlangsung penuh emosi. Amarah, saling sindir juga tawa mewarnai sidang yang di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (23/6).
Dalam sidang, Napoleon terpancing emosi saat mendengar kesaksian M Kace. Menurutnya Kace berbohong kala ditanya terkait penistaan agama yang diduga menjadi pemicu kasus penganiayaan tersebut.
"Apakah Saudara saksi mengatakan bahwa orang Islam itu semuanya...," kata Napoleon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mengatakan," sahut M Kace.
Napoleon terus mencecar soal pernyataan Kace tentang Nabi Muhammad. Kace saat ditanya terus menjawab 'tidak'.
"Apakah saksi mengatakan bahwa Rasulullah itu matanya belo merah dan kepala...," tanya Napoleon.
"Saya tidak mengatakan demikian," jawab Kace.
"Apakah saksi mengatakan Rasulullah itu berjalannya bungkuk?" tanya Napoleon lagi.
"Saya tidak mengatakan demikian, hanya menjawab-menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan ke saya," ungkap Kace.
Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Napoleon kepada M Kace. Namun tetap saja, M Kace menjawab 'tidak'.
"Apakah Saudara mengatakan bahwa Rasulullah berteman dengan jin?" tanya Napoleon.
"Tidak," jawab M Kace.
"Apakah Saudara saksi mengatakan kepada saya dan teman-teman yang lain bahwa Rasulullah itu justru menyembah jin bukan menyembah Allah?" tanya Napoleon.
"Tidak," kata Kace.
Di sinilah Napoleon menggebrak meja dengan sangat kencang. Hakim lalu meminta Napoleon untuk tenang.
"Saudara tenang dulu, tenang," kata Hakim Ketua Djuyamto.
"Ini pembohong Yang Mulia," sahut salah satu kuasa hukum Napoleon.
Napoleon kemudian meminta maaf kepada majelis hakim. Napoleon menyebut tidak terima junjungannya dinista. Ia menyindir jika ada seseorang yang menghina akidah agamanya, lebih baik orang tersebut mati.
"Saya sudah terlalu sering dihina oleh publik dengan kasus yang sama, saya diam. Namun apabila junjunganku dinista, percuma salatku, percuma hajiku, percuma semua ya Allah. Saya tidak sanggup untuk menerima ya Allah orang yang ketawa-ketawa dihina akidahnya, lebih baik dia berkain kafan daripada hidup," tegas Napoleon.
M Kace juga sempat menyindir Napoleon saat sidang berlangsung. Ia menyebut jika Napoleon ingin menjadi jenderal nomor satu, ia harus mengubah sikapnya yang dinilai kerap melakukan kekerasan.
Hal itu berlangsung saat Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu menampilkan video dirinya bersama Muhammad Kace. Dalam video, terlihat Kace dan Napoleon berangkulan, lalu berpelukan.
Terlihat dalam video itu M Kace mengenakan baju batik. Sedangkan Napoleon mengenakan baju cokelat dan celana panjang hitam.
Napoleon mengatakan video itu diambil pada 17 November 2021 di Rutan Bareskrim. Saat itu, kata Napoleon, dirinya akan dipindahkan dari Rutan Bareskrim ke Lapas Cipinang.
"Peristiwa ini terjadi pada 17 November 2021 di Rutan Bareskrim. Pada hari itu, saya dipindahkan dari Rutan Bareskrim ke Lapas Cipinang, sekitar jam 16.00 WIB," kata Napoleon.
Napoleon bertanya kepada Kace, apakah saat itu telah terjadi perdamaian. Kace menyebut secara pribadi telah berdamai dan tidak ada dendam kepada Napoleon.
Akan tetapi, kata Kace, proses hukum harus tetap berjalan.
"Apa yang Saksi lihat dari peristiwa video itu apakah itu menggambarkan bahwa pada hari itu, tanggal 17 November 21, telah tercipta satu perdamaian di antara kita?" tanya Napoleon.
"Iya, saya secara pribadi memang damai dengan Pak Napoleon, maksud saya tidak ada dendam, tapi ada konsekuensi hukum," jawab Kace.
Napoleon kembali bertanya apakah pada saat itu M Kace tulus berdamai dengan dirinya. Kace mengatakan selalu tulus kepada siapa pun, apalagi Napoleon adalah seorang jenderal besar nomor satu.
"Saya tulus, sama siapa pun, jenderal besar nomor satu. Siapa tahu saya jadi orang besar terkenal," kata Kace.
"Aaamin, aamin, Pak Kace sebut saya jenderal nomor satu?" tanya Napoleon.
"Saya selalu doakan," jawab Kace.
Kemudian, ada momen gelak tawa Napoleon saat bertanya soal jenderal nomor satu. Kace saat itu berkelakar Napoleon bisa menjadi jenderal nomor satu di Indonesia asalkan konsep kekerasannya diganti terlebih dahulu.
"Nomor satu di mana, Pak?" tanya Napoleon.
"Ya di rumah kek, tidak apa-apa. Kalau mau di Indonesia ya konsepnya diganti dulu, jangan kekerasan," kata Kace sambil disambut gelak tawa Napoleon.
Sidang kasus penganiayaan M Kace dengan terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte berlangsung penuh emosi. Amarah, saling sindir juga tawa mewarnai sidang yang di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (23/6).
Dalam sidang, Napoleon terpancing emosi saat mendengar kesaksian M Kace. Menurutnya Kace berbohong kala ditanya terkait penistaan agama yang diduga menjadi pemicu kasus penganiayaan tersebut.
"Apakah Saudara saksi mengatakan bahwa orang Islam itu semuanya...," kata Napoleon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mengatakan," sahut M Kace.
Napoleon terus mencecar soal pernyataan Kace tentang Nabi Muhammad. Kace saat ditanya terus menjawab 'tidak'.
"Apakah saksi mengatakan bahwa Rasulullah itu matanya belo merah dan kepala...," tanya Napoleon.
"Saya tidak mengatakan demikian," jawab Kace.
"Apakah saksi mengatakan Rasulullah itu berjalannya bungkuk?" tanya Napoleon lagi.
"Saya tidak mengatakan demikian, hanya menjawab-menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan ke saya," ungkap Kace.
Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Napoleon kepada M Kace. Namun tetap saja, M Kace menjawab 'tidak'.
"Apakah Saudara mengatakan bahwa Rasulullah berteman dengan jin?" tanya Napoleon.
"Tidak," jawab M Kace.
"Apakah Saudara saksi mengatakan kepada saya dan teman-teman yang lain bahwa Rasulullah itu justru menyembah jin bukan menyembah Allah?" tanya Napoleon.
"Tidak," kata Kace.
Di sinilah Napoleon menggebrak meja dengan sangat kencang. Hakim lalu meminta Napoleon untuk tenang.
"Saudara tenang dulu, tenang," kata Hakim Ketua Djuyamto.
"Ini pembohong Yang Mulia," sahut salah satu kuasa hukum Napoleon.
Napoleon kemudian meminta maaf kepada majelis hakim. Napoleon menyebut tidak terima junjungannya dinista. Ia menyindir jika ada seseorang yang menghina akidah agamanya, lebih baik orang tersebut mati.
"Saya sudah terlalu sering dihina oleh publik dengan kasus yang sama, saya diam. Namun apabila junjunganku dinista, percuma salatku, percuma hajiku, percuma semua ya Allah. Saya tidak sanggup untuk menerima ya Allah orang yang ketawa-ketawa dihina akidahnya, lebih baik dia berkain kafan daripada hidup," tegas Napoleon.
M Kace ke Napoleon: Mau Jadi Jenderal No 1, Ubah Dulu Kekerasannya
M Kace (ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)
M Kace juga sempat menyindir Napoleon saat sidang berlangsung. Ia menyebut jika Napoleon ingin menjadi jenderal nomor satu, ia harus mengubah sikapnya yang dinilai kerap melakukan kekerasan.
Hal itu berlangsung saat Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu menampilkan video dirinya bersama Muhammad Kace. Dalam video, terlihat Kace dan Napoleon berangkulan, lalu berpelukan.
Terlihat dalam video itu M Kace mengenakan baju batik. Sedangkan Napoleon mengenakan baju cokelat dan celana panjang hitam.
Napoleon mengatakan video itu diambil pada 17 November 2021 di Rutan Bareskrim. Saat itu, kata Napoleon, dirinya akan dipindahkan dari Rutan Bareskrim ke Lapas Cipinang.
"Peristiwa ini terjadi pada 17 November 2021 di Rutan Bareskrim. Pada hari itu, saya dipindahkan dari Rutan Bareskrim ke Lapas Cipinang, sekitar jam 16.00 WIB," kata Napoleon.
Napoleon bertanya kepada Kace, apakah saat itu telah terjadi perdamaian. Kace menyebut secara pribadi telah berdamai dan tidak ada dendam kepada Napoleon.
Akan tetapi, kata Kace, proses hukum harus tetap berjalan.
"Apa yang Saksi lihat dari peristiwa video itu apakah itu menggambarkan bahwa pada hari itu, tanggal 17 November 21, telah tercipta satu perdamaian di antara kita?" tanya Napoleon.
"Iya, saya secara pribadi memang damai dengan Pak Napoleon, maksud saya tidak ada dendam, tapi ada konsekuensi hukum," jawab Kace.
Napoleon kembali bertanya apakah pada saat itu M Kace tulus berdamai dengan dirinya. Kace mengatakan selalu tulus kepada siapa pun, apalagi Napoleon adalah seorang jenderal besar nomor satu.
"Saya tulus, sama siapa pun, jenderal besar nomor satu. Siapa tahu saya jadi orang besar terkenal," kata Kace.
"Aaamin, aamin, Pak Kace sebut saya jenderal nomor satu?" tanya Napoleon.
"Saya selalu doakan," jawab Kace.
Kemudian, ada momen gelak tawa Napoleon saat bertanya soal jenderal nomor satu. Kace saat itu berkelakar Napoleon bisa menjadi jenderal nomor satu di Indonesia asalkan konsep kekerasannya diganti terlebih dahulu.
"Nomor satu di mana, Pak?" tanya Napoleon.
"Ya di rumah kek, tidak apa-apa. Kalau mau di Indonesia ya konsepnya diganti dulu, jangan kekerasan," kata Kace sambil disambut gelak tawa Napoleon.