ANALISIS

Basa-Basi Gimik Politik Duet Pemersatu Bangsa 2024

Dika Kardi | CNN Indonesia
Rabu, 29 Jun 2022 07:08 WIB
Ketum NasDem Surya Paloh menggelontorkan wacana paslon pemersatu bangsa untuk Pilpres 2024, realistiskah? Siapakah yang membuat polarisasi bangsa Indonesia? Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh melempar wacana ke publik soal duet pemersatu bangsa untuk Pilpres 2024.Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA

Pada era kini, menurut Wasisto akar polarisasi dalam pemilu di akar rumput terjadi karena amplifikasi identitas--yang menjadi ideologi pemilih-- digerakkan pasukan siber atau para pendengung (buzzer).

"Dan itu didengungkan kontinu oleh para tokoh publik di berbagai level. Sedangkan, kandidat sendiri muncul belakangan dan diklaim sebagai representasi warna politik identitas," ujarnya.

Lantas, apa yang Harus Dilakukan untuk Menyudahi Polarisasi dalam Pemilu?

Wasisto menyebut elite politik harus menjadi pihak pertama yang berupaya menyudahi polarisasi ini. Pasalnya, para elite ini justru melakukan identifikasi dan afiliasi persona maupun kelompok terhadap identitas tertentu.

"Biarkan identitas itu berkembang netral tanpa ada politisasi. Elite perlu lebih fokus pada kampanye berbasis programatik berbasis usulan kebijakan dan program yang menjadi acuan utama dalam kampanye," papar dia.

Aparat Jangan Tebang Pilih

Sementara itu, Pangi mengatakan salah satu cara untuk meredam polarisasi adalah ketegasan penegak hukum. Ia menilai selama ini warga merasakan polisi masih tebang pilih dalam menangani masalah politik identitas yang berkembang dalam setiap ajang Pemilu.

Menurut Pangi kepolisian harus tegas kepada semua pihak yang menggunakan politik identitas.

"Penegak hukumnya jangan kompromi, jangan diskriminatif. Semua yang masuk wilayah politik identitas tangkap semua itu, efek jera harus ada," jelas Pangi.

Menurut Pangi seluruh upaya untuk meredam polarisasi akan sirna apabila tak diikuti dengan ketegasan aparat penegak hukum. Alih-alih hal ini justru akan semakin melebarkan jurang perbedaan.

"Kalau enggak, percuma. Itu biang keroknya, penegak hukum yang enggak adil itu. Kalau besok ada yang pegang-pegang wilayah kontak pandora itu, mau masuk ke politik identitas, tangkap aja. Penjarakan semua," kata dia.

(dmi/kid)

[Gambas:Video CNN]
HALAMAN :
1 2
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER