HUT Bhayangkara, IPW Singgung Pembenahan Polri dan Brotoseno

CNN Indonesia
Jumat, 01 Jul 2022 15:20 WIB
Menurut Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, saat ini Polri belum konsisten menindak tegas para anggotanya yang terlibat masalah. Ilustrasi. Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polri terus membenahi internal institusi. Foto: CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polri terus membenahi internal institusi. Menurut Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, saat ini Polri belum konsisten menindak tegas para anggotanya yang terlibat masalah.

"Polri harus terus membersihkan budaya menyimpang dari anggotanya yang mengkhianati kode etik. Mulai dari elite Polri pangkat jenderal hingga bawahan yang pangkat terendah tamtama," ujar Sugeng dalam keterangan tertulis, Jumat (1/7).

Menurut Sugeng, saat ini Polri memang sudah mulai berbenah dengan menyingkirkan para anggota yang menyimpang. Berdasarkan catatan IPW hingga hari ini, setidaknya ada sekitar 39 anggota Polri yang telah dipecat.

Sementara puluhan anggota lainnya telah direkomendasikan untuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena melakukan penyimpangan disiplin, kode etik dan pidana.

"Namun, Pemberhentian Tidak Dengan Hormat kepada anggota Polri ini masih belum konsisten dilakukan," ujar dia.

Ia menilai kasus AKBP Brotoseno yang tetap menjadi anggota Polri aktif meskipun pernah menjadi narapidana kasus korupsi menjadi persoalan serius yang harus segera dibenahi.

Selain itu, kata Sugeng, sampai saat ini Polri juga masih belum memutuskan status Irjen Napoleon Bonaparte yang telah divonis bersalah dalam kasus suap DJoko Tjandra.

Sementara itu, dalam kasus lainnya seperti pencabulan terhadap anak yang dilakukan AKBP Mustari, Polri dapat dengan mudah memecat yang bersangkutan dari institusi.

"Kenyataan ini, harus menjadi evaluasi Polri ke depan. Sehingga marwah Polri sebagai Bhayangkara Negara dengan spirit 'Presisi'-nya tetap terjaga," tuturnya.

Sugeng pun berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dapat benar-benar melakukan reformasi dalam tubuh Korps Bhayangkara.

Sebab tidak dapat dipungkiri, budaya menyimpang seperti penyalahgunaan wewenang, arogansi, pungli dan ketidakprofesionalan, serta praktik kekerasan masih kerap dilakukan anggota polisi.

"Pembabatan terhadap anggota yang menyimpang harus terus digelorakan Polri ke depan melalui keterbukaan kepada publik," tegasnya.

Hari ini merupakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-76.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran kepolisian dapat semakin dekat dengan masyarakat. Ia mengingatkan anggota Polri agar terus memberikan pengabdian terbaik.

"Saya berpesan kepada seluruh anggota Polri di manapun bertugas. Tetaplah semangat dan ikhlas dalam memberikan pengabdian terbaik, sehingga Polri semakin dekat dan dicintai masyarakat," kata Listyo dalam video yang diunggah akun twitter pribadinya @ListyoSigitP, Jumat (1/7).

(tfq/tsa)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER