Keluh Penjual Kurban di Makassar: Pembeli Minta Sertifikat Sehat PMK

CNN Indonesia
Sabtu, 02 Jul 2022 18:53 WIB
Para calon pembeli hewan kurban meminta kelengkapan sertifikasi kesehatan sapi yang mereka jual menjelang hari raya Iduladha 1443 H, 10 Juli mendatang. Ilustrasi pengecekan hewan ternak. ANTARA FOTO/FAUZAN
Jakarta, CNN Indonesia --

Pedagang hewan kurban di Kota Makassar, Sulawesi Selatan mengaku mendapatkan dampak dari penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak.

Para calon pembeli hewan kurban meminta kelengkapan sertifikasi kesehatan sapi yang mereka jual menjelang hari raya Iduladha 1443 H, 10 Juli mendatang.

"Ada pengaruh virus PMK, karena pembeli mencari surat kesehatan. Tapi dari dinas sudah memeriksa hewan ternak kami," kata salah satu pedagang hewan kurban, Haji Kalu, Sabtu (2/7).

Sementara untuk harga hewan kurban yang dijual pada tahun ini harganya sebut Haji Kalu berkisar antara Rp 11 juta hingga 25 juta. Haji Kalu mengaku harga itu ada kenaikan walaupun tidak begitu besar dengan tahun lalu, meski saat ini ada virus PMK.

"Hewan kurban tahun ini sama dijual tahun kemarin, harganya naik sedikit kisaran Rp 11, Rp 12 dan Rp 20 juta hingga Rp 25 juta kalau yang besar-besar," ungkapnya.

Penjualan sapi kurban tahun ini di tengah ancaman virus PMK, menurut Haji Kalu hal itu tidak terlalu mempengaruhi penjualan hewan kurban dengan tahun sebelumnya.

"Penjualan sapi tahun ini hampir sama dengan tahun lalu. Tapi kita berharap ada peningkatan penjualan, karena waktu Iduladha masih lama," ujarnya.

Ia mengaku telah menjual hewan kurban sudah mencapai ratusan ekor. Bahkan, kata Haji Kalu penjualan sapi kurban ini akan meningkatkan mendekati hari Iduladha nantinya.

"Saya sudah laku 100 ekor, tapi masih bisa lebih, kan waktunya masih lama Iduladha," katanya.

Sebelumnya, ratusan hewan kurban yang berada di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjalani pemeriksaan dari Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar untuk mengecek PMK.

Petugas memeriksa kondisi hewan ternak dengan memeriksa mulut, gigi, gusi dan kuku serta mengambil sampel darah yang akan diperiksa di laboratorium kesehatan hewan.

"Kita lakukan pemeriksaan secara fisik pada hewan, tapi kita sudah lihat sebelum dipotong kita sudah periksa giginya, kondisi kulitnya, kondisi kaki dan matanya dan sudah diambil sampel darahnya," kata Kepala DP2 Makassar, Evi Apriliaty di lokasi, Jumat (1/7).

Pengambilan sampel darah hewan ternak tersebut, jelas Evi untuk memeriksa penyakit-penyakit yang ada di dalam tubuh hewan, termasuk penyakit PMK yang sementara ini masih mewabah di beberapa daerah di Indonesia.

(mir/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER