Kemensos: ACT Bisa Usulkan Izin Baru Jika Benahi Manajemen

CNN Indonesia
Kamis, 07 Jul 2022 07:15 WIB
ACT dapat mengusulkan perizinan baru sesuai dengan persyaratan dan mekanisme sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Aksi Cepat Tanggap. (CNN Indonesia/Yulia Adiningsih)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) dapat mengajukan izin penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) baru apabila memperbaiki manajemen pengumpulan sumbangan.

Direktur Potensi dan Sumber Daya Sosial Raden Rasman mengatakan pengajuan izin baru tersebut harus mengikuti ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang menjadi payung hukum dalam pelaksanaan pengumpulan sumbangan.

"Bila ACT dapat memperbaiki manajemen penyelenggaraan PUB sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan, ACT dapat mengusulkan perizinan baru sesuai dengan persyaratan dan mekanisme sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Rasman kepada CNNIndonesia.com, Rabu (6/7) malam.

Saat disinggung soal apakah Kemensos akan melakukan screening terhadap lembaga filantropi serupa, ia tidak menjawab secara jelas. Ia hanya menyampaikan bahwa pihaknya rutin memanggil lembaga-lembaga penyelenggara PUB yang tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Pemanggilan itu, kata Rahmat, bertujuan untuk meminta keterangan dari penyelenggara PUB yang melakukan penyelewengan.

"Kementerian Sosial dalam pemberian izin kepada penyelenggara PUB berdasarkan persyaratan dan mekanisme sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan," katanya.

"Sebagai contoh seperti bila ada penyelenggara PUB yang belum menyampaikan Laporan PUB yang sudah jatuh tempo, maka perizinan baru ditangguhkan atau tidak dapat diproses sampai penyelenggara memenuhi kewajiban pelaporan PUB," imbuhnya.

Sebelumnya, Kemensos mencabut ijin Penyelenggaraan PUB ACT. Menteri Sosial Ad Interim Muhadjir Effendi menyebut ACT diduga melanggar Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2021 tentang PUB. ACT untuk saat ini tidak bisa melakukan pengumpulan dana donasi baik dalam bentuk uang maupun barang.

Salah satu yang dilanggar diduga terkait penggunaan donasi untuk operasional. Pihak ACT telah mengakui mengambil sekitar 13,7 persen dari donasi untuk operasional.

Hal itu tak sesuai ketentuan yang diatur Pasal 6 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan yang menyatakan bahwa sumbangan dari publik yang boleh diambil maksimal 10 persen.

Sementara itu, ACT akan mengajukan permohonan pembatalan pencabutan izin penyelenggaraan PUB dengan mengirimkan surat secara resmi beserta lampiran perbaikan-perbaikan terkait laporan donasi kepada Kemensos hari ini, Kamis (7/7).

(lna/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER