3 Kasus Pelanggaran HAM Berat di Aceh Diserahkan ke Jaksa Agung

CNN Indonesia
Jumat, 15 Jul 2022 05:38 WIB
Tiga kasus pelanggaran HAM berat di Aceh yang diserahkan antara lain peristiwa Simpang KKA Simpang Kraft, peristiwa Rumoh Geudong, dan peristiwa Jambo Keupok. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Aceh menyatakan telah menyerahkan tiga kasus dugaan pelanggaran HAM berat yang terjadi di Tanah Rencong ke Jaksa Agung ST Burhanuddin. Ilustrasi (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Aceh menyatakan telah menyerahkan tiga kasus dugaan pelanggaran HAM berat yang terjadi di Tanah Rencong ke Jaksa Agung ST Burhanuddin.

"Dari lima kasus pelanggaran HAM berat di Aceh, tiga di antaranya sudah kami serahkan ke Jaksa Agung," kata Kepala Komnas HAM Perwakilan Aceh Sepriady Utama, Kamis (14/7) dikutip dari Antara.

Sepriady menyebut tiga kasus peristiwa pelanggaran HAM berat yang telah diserahkan ke Jaksa Agung yakni peristiwa Simpang KKA (Simpang Kraft) Aceh Utara, peristiwa Rumoh (Rumah) Geudong di Kabupaten Pidie, dan peristiwa Jambo Keupok di Kabupaten Aceh Selatan.

Sedangkan dua kasus pelanggaran HAM berat lainnya yang belum diselesaikan, yakni peristiwa di Kabupaten Bener Meriah dan kasus penembakan di Bumi Flora, Kabupaten Aceh Timur.

"Untuk kasus pelanggaran HAM berat itu memang semuanya kasus lama, saat konflik Aceh lalu," ujarnya.

Sepriady menyampaikan Komnas HAM melalui tim ad hoc sudah melakukan proses penyelidikan projustitia. Kemudian hasil penyelidikan tersebut diserahkan kepada Jaksa Agung sesuai amanat UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia.

"Sesuai peraturan perundang-undangan hasil penyelidikan dugaan pelanggaran HAM yang berat di Aceh kami serahkan ke Jaksa Agung dan selanjutnya tugas Jaksa Agung," ujarnya.

Sepriady menuturkan kasus pelanggaran HAM berat memang harus disinergikan dengan pengadilan dan pengungkapan kebenaran lewat Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).

"Keterlibatan KKR itu penting karena tidak semua kasus diproses melalui pengadilan, melainkan juga ada pengungkapan kebenaran yang diakhiri dengan rekonsiliasi," ujarnya.

(Antara/fra)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER