Istri Brigjen Hendra Kurniawan Merasa Jadi Korban Skenario Ferdy Sambo

CNN Indonesia
Sabtu, 13 Agu 2022 10:25 WIB
Seali Syah, istri mantan Karo Paminal Divpropam Polri, Brigjen Hendra Kurniawan buka suara terkait kasus pembunuhan Brigadir J. Brigjen Hendra Kurniawan terseret kasus pembunuhan Brigadir J. (Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Istri mantan Karo Paminal Divpropam Polri, Brigjen Hendra Kurniawan, Seali Syah merasa suaminya menjadi korban skenario dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang menjerat Ferdy Sambo.

Tak hanya suaminya, ia menduga, puluhan anggota Polri yang telah diperiksa oleh Inspektorat Khusus (Irsus) merasakan hal sama.

"Suami saya adalah korban dari skenario Pak FS sama seperti banyaknya anggota lain yang diperiksa," kata Seali dalam instastory akun instagramnya, @sealisyah.

Hendra diduga mengantar jenazah Brigadir J ke keluarganya yang berada di Jambi. Selain itu, Hendra juga diduga melarang pihak keluarga membuka peti dan melihat jenazah anggota polisi itu.

Kendati demikian, Seali membantah dugaan itu. Ia menegaskan bahwa suaminya tak ikut mengantar jenazah Brigadir J ke Jambi. Pasalnya, saat itu suaminya tengah berada di rumah bersama buah hatinya.

"Jadi gimana konsepnya? Suami saya ke Jambi antar jenazah dan larang buka peti? Laahhh ini ada lagi bercanda sama anaknya," kata Seali.

Seali kembali mematahkan dugaan itu dengan mengungkap warna sepatu milik suaminya. Ia mengatakan bahwa sepatu itu berwarna full hitam. Sementara yang dikenakan oleh petugas saat mengantar jenazah Brigadir J ke Jambi terdapat garis putih.

"Sepatunya full hitam. Enggak ada garis putih, coba dicek lagi deh video yang beredar. Kami #korbanskenarioFS dan banyak dari kalian yang jadi korban hoax," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hendra menjadi salah satu jenderal yang dicopot dari jabatannya oleh Kapolri JenderalListyo Sigit Prabowo karena dugaan tindakan yang tidak profesional saat menangani kasus kematian Brigadir J.

Hendra dicopot dari kursi Kepala Biro Paminal Divisi Propam Polri sejak 4 Agustus lalu. Ia kini dimutasi sebagai perwira tinggi Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

Sementara, FerdySambomelalui secarik surat yang dibacakan oleh kuasa hukum keluarganya, Arman Hanis, meminta maaf kepada semua pihak yang terdampakdalam kasus penembakan Brigadir J. Dia juga mengaku telah memberikan informasi yang tidak benar.

"Izinkan saya sebagai manusia yang tidak lepas dari kekhilafan, secara tulus meminta maaf dan memohon maaf sebesar-besarnya khususnya kepada rekan sejawat Polri beserta keluarga serta masyarakat luas yang terdampak akibat perbuatan saya yang memberikan informasi yang tidak benar," katanya seperti dibacakan ArmanHanis, Kamis (11/8).

(lna/mik)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER