Fakta-Fakta Kunci Gembok Bersarang di Perut Bocah Indramayu

CNN Indonesia
Rabu, 21 Sep 2022 18:16 WIB
Fakta-Fakta Kunci Gembok Bersarang di Perut Bocah Indramayu
Ilustrasi. Dari hasil rontgen, kunci berukuran sekitar 3 x 1,5 sentimeter itu berada di dalam usus Zul. (iStockphoto/Chinnapong)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satu buah kunci gembok bersarang di perut bocah asal Indramayu, Jawa Barat, bernama Zul (9). Kunci itu tak sengaja ditelan Zul dan membuat gempar warga.

Berikut ini empat fakta yang dihimpun seperti dikutip Detik.com mengenai bocah Indramayu yang menelan kunci gembok:

1. Kunci Digigit

Zul menelan kunci gembok saat menunggu kakaknya, Rabu (14/9) malam. Menurut Zul, tenggorokannya terasa sakit saat kunci itu tertelan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sambil nunggu kakak pulang, aku lagi tiduran di kamar sambil main HP sama pegang kunci, namun aku gigit-gigit terus ketelen," cerita Zul santai.

Ibunda Zul, Nina Listiyana (40), pun panik. Ia langsung memberikan minum kepada Zul sebelum berangkat mencari pertolongan medis.

"Awalnya saya suruh tidur karena kan sudah malam, besoknya sekolah. Terus pas dengar Zul tertelan kunci gembok, langsung diberikan air minum," kata Nina.

Demi kesembuhan Zul, Nina mencoba membawa putranya ke salah satu dokter terdekat. Kemudian, ia harus merujuk putranya ke RSUD Indramayu.

"Panik, Mas, saya kasih minum dulu, terus ke dokter naik becak, tapi kata dokter harus ke rumah sakit," lanjut Nina.

2. Penampakan Kunci Bersarang di Perut

Dari hasil rontgen, kunci berukuran sekitar 3 x 1,5 sentimeter itu berada di dalam usus Zul. Kunci dalam kondisi horizontal di sekitar titik di antara paru-paru tubuh bocah.

Dikatakan Zul, total kunci gembok ada tiga buah, yang satu dipegang kakaknya yang bekerja, satu lainnya dipegang ibu, dan satu lagi kunci cadangan. Yang masuk ke tubuh itu kunci cadangan.

Hingga kini, Zul mengaku tidak mengalami gejala serius. Hanya, di malam hari, rasa panas kerap timbul.

"Ini biasa aja, bahkan makan semakin lahap, tapi kalau malam tuh suka panas," ujarnya.

Lihat Juga :

3. Pengorbanan Ibu Demi Zul

Ibunda Zul, Nina tetap tegar dalam menemani pengobatan putranya. Meski dalam keterbatasan, ia sekuat tenaga membayar biaya selama dirawat di rumah sakit.

"Di rumah sakit, Zul hanya di Infus dan rontgen. Kita habis sekitar 1,8 juta untuk biaya tersebut," kata Nina menceritakan nasib Anaknya.

Kini, Nina yang tidak memiliki pekerjaan tetap masih mengurusi berkas dokumen kependudukan. Hal itu dilakukan untuk memenuhi rujukan medis, agar putranya dapat menjalani operasi di RSUD Gunungjati Cirebon.

"Sekarang masih ngurusin berkas, karena enggak punya KK ga punya BPJS juga. Entah biaya kesana (RSUD Gunungjati-red) juga gimana," keluhan Nina.

Belum diketahui pasti waktu untuk menuju rumah sakit di Cirebon. Namun, Nina mengaku tetap berusaha agar kunci di dalam tubuh anaknya bisa diangkat.

Baca di halaman selanjutnya...

Kondisi Terkini Bocah Telan Kunci

Ilustrasi. Dari hasil rontgen, kunci berukuran sekitar 3 x 1,5 sentimeter itu berada di dalam usus Zul. (iStockphoto/Chinnapong)

Direktur RSUD Indramayu, dr Deden Bonni Kuswara, menjelaskan kondisi pasien saat menjalani perawatan tidak mengalami gejala serius.

Bahkan, tim medis tidak menemukan gejala yang mengkhawatirkan pada tubuh Zul yang berasal dari Kelurahan Lemahabang, Indramayu, Kabupaten Indramayu tersebut.

Dikatakan Deden, kunci yang bersarang di tubuh Zul sudah masuk ke bagian lambung. Sehingga, pihak rumah sakit harus merujuk ke Zul ke Cirebon untuk menjalani operasi.

"Dari hasil rontgen analisanya itu kunci ada di Antumgraster atau di lambung posisi kunci tersebut kemudian dari analisa tersebut perlu dilakukan pengambilan anak kunci itu melalui cara Endoscopy," katanya.

Keberadaan kunci gembok di dalam lambung Zul dianggap tidak terlalu berbahaya. Namun, perlu ada pengawasan ekstra, sehingga jika terdapat gejala atau infeksi Zul harus segera ditangani.

"Ini sebenarnya bisa ditunggu saja, tapi jika terjadi keterlambatan (merujuk ke RSUD Gunungjati) kita awasi terus menerus. Kalau sampai turun ke usus atau terjadi infeksi pada ususnya akan kita buka disini," Tegas dokter Deden.

Masalah dihadapi Zul pun cukup pelik. Ia harus bersabar menanti usaha orang tuanya agar dapat merujuk ke rumah sakit di Cirebon. Namun, pihak RSUD Indramayu, berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, agar dapat membantu kesembuhan putra ketiga dari Ibu Nina Listiyana tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait diajukan untuk menjadi peserta PBI atau PBBU pemda jadi klaimnya dibayar oleh pemda. Hanya tidak bisa langsung, aktifnya tanggal 1 Oktober. Kalau dalam perjalanan ada gejala serius nanti si pasien bisa dioperasi di sini saja," ujar Deden.

Baca selengkapnya di sini.

LIHAT SELENGKAPNYA