IDI Minta Pemerintah Tak Perlu Buru-buru Cabut Status Pandemi Covid

CNN Indonesia
Selasa, 27 Sep 2022 10:44 WIB
IDI mengatakan satu-satunya pihak yang berhak mencabut status pandemi secara global adalah Badan Kesehatan Dunia (WHO). Warga Ciganjur mendatangi sentra vaksinasi dosis ke-3 (booster) di Taman Jangkrik, Jakarta Selatan, Selasa (19/7/2022). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mewanti-wanti pemerintah Indonesia untuk tidak terburu-buru mencabut status pandemi virus corona (Covid-19) menjadi endemi. IDI mengatakan satu-satunya pihak yang berhak mencabut status pandemi secara global adalah Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Ketua Umum Pengurus Besar IDI M. Adib Khumaidi juga mengingatkan ada sejumlah indikator yang dapat menjadi parameter kondisi Covid-19 Indonesia sudah aman, di antaranya dengan melihat jumlah kasus aktif, kasus positif, kematian, surveilans, dan juga capaian vaksinasi booster.

"Bahasa yang tepat disampaikan bahwa kita tidak perlu ikut terburu-buru seperti di Amerika, tapi kita harus melihat dan menilai dari kondisi kita," kata Adib melalui rekaman suara, Selasa (27/9). CNNIndonesia.com telah diberikan izin mengutip rekaman suara tersebut.

Adib mengatakan apabila nantinya pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir, hal tersebut tak langsung membuat virus corona sepenuhnya hilang. Ia menyebut, yang berubah hanyalah aspek kewilayahan. Berbeda dengan pandemi yang cakupannya secara global, maka endemi cakupan pengawasan bersifat per wilayah.

Adib juga menilai masyarakat masih perlu menaati protokol kesehatan Covid-19. Ia juga meminta untuk saat ini, bagi warga yang sama sekali menerima vaksin Covid-19 maupun yang belum menerima vaksin primer lengkap dan booster diminta untuk segera mengakses layanan vaksinasi di fasilitas kesehatan.

"Ya, tetap ada pasti [aturan saat endemi]. Tapi yang tetap harus kita kedepankan tadi adalah tentang masalah protokol kesehatan," ujarnya.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden sebelumnya mengatakan bahwa pandemi Covid-19 di negaranya sudah berakhir walau Negeri Paman Sam masih harus berurusan dengan penyakit tersebut. Biden tak menjabarkan lebih lanjut data mengenai tren penularan Covid-19 di AS dan bukti bahwa pandemi di negaranya sudah berakhir.

Pernyataan Biden itu juga senada dengan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang baru-baru ini mengatakan bahwa akhir pandemi Covid-19 'sudah di depan mata'.

Presiden Jokowi enggan buru-buru menyatakan bahwa pandemi Covid-19telah berakhir. Menurutnya, Indonesia akan tetap mewaspadai potensi penyebaran virus corona.

Pernyataan ini sekaligus merespons Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menyebut pandemi Covid-19 telah usai. Jokowi menegaskan tak ingin terburu-buru mengikuti langkah Biden.

"Kalau untuk Indonesia saya kira kita harus hati-hati, tetap harus waspada, tidak harus tergesa-gesa," ujar Jokowi usai meresmikan Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Selasa (20/9).

(khr/pmg)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER