Perintah Jokowi Soal Tragedi Kanjuruhan: Investigasi Tuntas

CNN Indonesia
Senin, 03 Okt 2022 19:15 WIB
Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya menggelar investigasi menyeluruh hingga tuntas pada kasus tragedi Kanjuruhan. Pihak yang bersalah, harus diberi sanksi. Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya melakukan investigasi secara tuntas tragedi Stadion Kanjuruhan. (Foto: AFP/Sonny Tumbelaka)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya melakukan investigasi secara tuntas dan memberikan sanksi kepada yang bersalah dalam tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.

"Kan sudah saya sampaikan diinvestigasi tuntas, diberi sanksi memang kepada yang bersalah udah," kata Jokowi saat kunjungan ke Batang, Jawa Tengah yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/10).

Jokowi juga menyatakan sudah memerintahkan kepada jajarannya untuk menyelesaikan insiden ini. Baik kepada Menko Polhukam Mahfud MD, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo hingga Menpora Zainudin Amali.

Namun ia mengaku belum memiliki rencana untuk mengunjungi para korban tragedi itu dalam waktu dekat ini.

"Belum ada rencana," kata dia.

Pemerintah mencatat 125 orang meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan. Tragedi ini bermula ketika sejumlah suporter Arema FC turun ke lapangan ketika timnya dikalahkan Persebaya dengan skor 2-3. Aparat kemudian mengamankan dan mengawal para pemain dan ofisial kembali ke ruang ganti.

Pada waktu bersamaan, aparat mencoba untuk membuyarkan massa di lapangan hingga menggunakan gas air mata.

Para suporter yang berada di tribun panik, sehingga berupaya berdesak-desakan keluar dari stadion. Di tengah kepanikan itu, banyak penonton mengalami sesak napas, terjatuh, dan terinjak-injak hingga tewas.

Menko Polhukam Mahfud MD membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengusut tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

(rzr/wis)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER