Masa Jabatan Panglima TNI Andika Tersisa Dua Bulan

CNN Indonesia
Kamis, 06 Okt 2022 08:40 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan memasuki masa pensiun atau purnabakti pada 21 Desember mendatang, sehingga Presiden Jokowi harus mencari penggantinya. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan memasuki masa pensiun pada Desember mendatang. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Masa jabatan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI tinggal hitungan pekan, di mana diketahui dia akan memasuki masa pensiun pada  21 Desember mendatang.

Dengan demikian, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) harus sudah mulai memikirkan siapa perwira tinggi yang pantas untuk menggantikan Andika di pucuk kepemimpinan TNI tersebut.

Ditemui usai upacara peringatan HUT TNI ke-77 di Istana Merdeka, Jakarta, Andika menyatakan Presiden RI  Jokowi biasanya menentukan Panglima TNI tanpa pembahasan sejak jauh hari.

"Sejauh pengalaman saya, presiden enggak pernah jauh jauh hari ngomong, enggak pernah, beliau pasti mendadak," kata Andika menjawab pertanyaan ada tidaknya komunikasi dengan presiden soal bursa Panglima TNI, Rabu (5/10)

Sementara saat ditanya soal wacana perpanjangan masa jabatannya, Andika menolak untuk menjawab.

"Waduh itu bukan kewenangan saya," kata mantan KSAD tersebut.

Belakangan, salah satu yang disebut-sebut berpeluang menggantikan Andika adalah Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. Yudo akan memasuki masa pensiun pada 2023 mendatang.

Yudo menjadi salah satu favorit karena merujuk pada rotasi matra untuk menjadi Panglima TNI. Sebelum Andika yang berasal dari TNI AD, panglima sebelumnya adalah Marsekal Hadi Tjahjanto dari TNI AU.

Selain itu, peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan peluang Yudo itu terbuka salah satunya karena selama pemerintahan Presiden Jokowi, belum pernah ada Panglima TNI dari matra laut.

"Meski tidak ada ketentuan normatif yang mengharuskan pergiliran di antara ketiga matra, namun hal itu penting untuk dipertimbangkan," kata Fahmi beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Yudo telah merespons hal tersebut. Ia mengaku tidak mau berandai-andai soal namanya yang disebut-sebut berpeluang. Menurutnya, pemilihan Panglima TNI adalah hak prerogatif presiden.

"Selalu saya sampaikan itu adalah hak prerogatif presiden. Jadi kita tidak bisa berandai-andai, tidak bisa menduga-duga," kata Yudo usai Upacara HUT TNI AL di Kesatrian Pondok Dayung, Jakarta Utara, Senin (12/9).

(yoa/kid)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER