RK: Peralihan ke Energi Baru Terbarukan Tergantung Kebijakan Politik

CNN Indonesia
Senin, 14 Nov 2022 20:49 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan rencana Indonesia beralih ke energi baru terbarukan (EBT) pada 2050 hanya bisa terwujud dengan kebijakan politik. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berbicara soal rencana Indonesia beralih ke energi baru terbarukan (EBT) pada 2050 (CNNIndonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan rencana Indonesia beralih ke energi baru terbarukan (EBT) pada 2050 hanya bisa terwujud dengan kebijakan politik.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu berkata masyarakat akan melakukan transisi energi berdasarkan kebijakan yang ditetapkan pemerintah.

"Hanya melalui kebijakan politik kita bisa menuju Indonesia renewable energy di tahun 2050," kata Emil pada G20 Leaders Summit Side Event Dissemination of the G20 Development Working Group Outcome Documents di The Stones Entertainment Center Kuta, Senin (14/11).

Emil menyampaikan transisi energi ini penting dalam merespons perubahan iklim. Menurutnya, Provinsi Jawa Barat sudah melakukan sejumlah langkah untuk mewujudkan hal itu.

Salah satunya dengan mengolah listrik yang bersumber dari Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional Legok Nangka. Dia berkata Jawa Barat telah bekerja sama dengan PLN untuk penyediaan tenaga listrik dari tempat tersebut.

"Beberapa waktu lalu Pemda Provinsi Jabar telah bekerja sama dengan PT PLN untuk menciptakan PLTSa di Legok Nangka," ujar Emil.

Selain transisi energi, Jawa Barat juga melakukan sejumlah langkah untuk merespons pemanasan global. Dia menyebut Pemprov Jawa Barat berkomitmen melakukan pembangunan berkelanjutan.

"Bagaimana membangun pembangunan berkelanjutan dengan beberapa aksi yang telah dilakukan di tanah Jawa Barat? Menanam pohon 50 juta sebagai salah satu planning dalam menangani global warming," ucapnya.

(dhf/isn)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER