Cerita Tim SAR Lawan Medan Curam dan Hujan Evakuasi Korban Gempa

tim | CNN Indonesia
Sabtu, 26 Nov 2022 18:12 WIB
Medan longsoran yang curam dan cuaca hujan yang terus mengguyur menjadi lawan utama bagi para pencari korban gempa Cianjur. Medan longsoran yang curam dan cuaca hujan yang terus mengguyur menjadi lawan utama bagi para pencari korban gempa Cianjur. (Basarnas Jabar).
Cianjur, CNN Indonesia --

Medan longsoran yang curam dan cuaca hujan yang terus mengguyur menjadi lawan utama bagi para relawan tim Search and Rescue (SAR), pencari korban gempa Cianjur.

Enam hari pencarian berlangsung, sejak gempa dengan magnitudo 5,6 SR mengguncang Cianjur pada Senin (21/11) lalu, masih terdapat 14 korban yang belum juga dapat ditemukan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut seluruh korban hilang telah teridentifikasi sebagai warga Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Jawa Barat.

Salah seorang relawan tim SAR Nardi menuturkan kondisi longsoran bukit di wilayah tersebut sangatlah terjal. Terbatasnya akses juga kian menambah pelik pencarian di wilayah tersebut.

Nardi yang telah bergabung dengan tim pencari sejak Selasa (22/11) kemarin, mengatakan hal itu juga diperparah dengan timbunan tanah yang terlalu dalam. Hal itu juga yang menurutnya pernah membuat tim SAR harus pulang dengan tangan kosong.

"Kesulitan yang utama itu karena medannya yang sangat curam. Tebingnya ini sangat curam sekali dan proses evakuasi harus pakai tali," ujarnya.

Problem lainnya yang tak kalah menyusahkan ialah curah hujan yang tinggi. Ia bercerita, ketika hujan turun kondisi di lapangan bakal menjadi licin dan sangat menyulitkan.

Belum lagi kalau intensitas hujan yang turun cukup deras, maka proses pencarian bakal langsung dihentikan. Musababnya kondisi seperti itu dikhawatirkan justru bakal membahayakan tim pencari korban.

Nardi mencontohkan, pada Kamis (24/11) kemarin misalnya, pencarian terpaksa hanya dilakukan sampai pukul 11.00 WIB karena hujan yang turun sangat deras.

Pada hari itu, BNPB mencatat tim pencari korban hanya berhasil menemukan satu warga tewas yang tertimbun reruntuhan.

"Cuaca berpengaruh itu pasti. Kalau hujan dan ini kemarin hujan udah pasti jadi licin medannya. Menyulitkan sekali. Proses evakuasi harus pakai tali," tuturnya.

Meski dihadapkan pelbagai kondisi sulit, Nardi dan seluruh tim pencari korban lainnya tetap mengerahkan seluruh upaya yang ada.

Harapannya agar seluruh korban dapat segera ditemukan dan dikembalikan lagi kepada keluarga yang telah menunggu. "Harus dicari, terus sampai akhir," tuturnya.

Seperti hari ini, ketika Nardi berhasil mengevakuasi dua korban tewas yang tertimbun longsor di area bawah Desa Cijedil yang berbatasan dengan sungai.

"Pria dan Perempuan hari ini (ditemukan) pakai bantuan tali karena dikhawatirkan ada bagian tubuh yang terlepas," jelasnya. "Harus dicari, terus sampai akhir," sambungnya penuh harap.

Berdasarkan data per Sabtu (26/11), BNPB menyebut total korban dalam bencana tersebut telah mencapai 310 jiwa. Sementara 14 warga dikabarkan masih hilang imbas gempa berkekuatan magnitudo 5,6 tersebut.

BNPB juga mencatat sebanyak 4.630 orang mengalami luka-luka dan 73.525 orang harus mengungsi. Sebanyak 58.094 rumah warga dilaporkan rusak meliputi kerusakan ringan hingga berat.

(tfq/dzu)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER