Poin-poin Kesaksian Bharada E soal Ferdy Sambo, Putri dan Brigadir J

CNN Indonesia
Kamis, 01 Des 2022 06:29 WIB
Bharada E memberi kesaksian baru di persidangan kasus pembunuhan Brigadir J, Rabu (30/11). Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (31/10/2022). (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E memberi kesaksian di sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (30/11).

Richard bersaksi untuk terdakwa Ricky Rizal atau Bripka RR dan Kuat Ma'ruf yang didakwa telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Yosua.

Dalam kasus ini, Richard juga berstatus terdakwa. Selain mereka, ada dua terdakwa lain yang turut diproses hukum yaitu Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Terdapat sejumlah pengakuan baru dari Richard yang ia sampaikan di persidangan, sebagaimana berikut:

Kedekatan Putri dan Brigadir J

Richard menyebut Putri Candrawathi dan almarhum Brigadir J mempunyai hubungan yang dekat. Richard mengatakan dirinya bersama Yosua dan Matheus ditugaskan menjaga kediaman keluarga eks Kadiv Propam Ferdy Sambo dan Putri di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Kedekatan antara korban dengan PC seberapa dekat?" tanya ketua majelis hakim Wahyu Iman Santoso.

"Dekat Yang Mulia karena saya stand by di Saguling," ucap Richard.

"Keterangan kemarin kan, mengatakan PC dekat dengan semua ajudan. Artinya, [dia] suka bercanda, semuanya, saudara PC seperti itu?" lanjut hakim.

"Iya, Yang Mulia," imbuhnya.

Putri dan Sambo Pisah Rumah

Richard menyebut Ferdy Sambo sudah pisah rumah dengan istrinya, Putri. Richard menuturkan sejak dirinya bergabung menjadi ajudan Sambo pada November 2021, ia ditempatkan di rumah Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan bersama empat ajudan lainnya.

Diketahui, Sambo memiliki tiga rumah yakni rumah dinas di Komplek Polri Duren Tiga, rumah Saguling, dan rumah Bangka.

Hakim pun meminta agar Richard menjelaskan perbedaan antara rumah Saguling dengan rumah Bangka. Menurutnya, kediaman di Bangka digunakan untuk menerima tamu dari luar dan tempat istirahat Sambo usai pulang dari kantor. Sementara itu, tak banyak orang tahu mengenai kediaman Saguling kecuali dari pihak internal.

Richard menyebut kebiasaan Sambo pisah rumah dengan Putri ia ketahui berdasarkan pengamatannya. Tak hanya dirinya, kebiasaan itu juga disebut diketahui oleh ajudan lain.

"Mengenai kebiasaan FS pisah rumah dengan saudara PC saudara ketahui sendiri atau berdasarkan perintah lain?" tanya hakim.

"Tahu sendiri karena saya piket," jawab Richard.

"Ajudan lain tahu?" tanya hakim lagi.

"Tahu semua," jawabnya.

Bohongi Kapolri soal Pembunuhan Yosua

Richard mengaku sempat membohongi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Richard berujar dirinya sempat dipanggil Listyo untuk menjelaskan kematian Yosua. Namun, saat menghadap Listyo, dia menceritakan kematian Yosua berdasarkan skenario yang telah disusun atasannya yakni eks Kadiv Propam Ferdy Sambo.

Skenario dimaksud di antaranya meliputi dugaan pelecehan seksual Yosua terhadap istri Sambo, Putri Candrawathi, di rumah Saguling hingga peristiwa tembak-menembak yang melibatkan Richard dan Yosua.

Tutup Mata, Tembak dari Jarak 2 Meter

Richard mengaku menembak Brigadir J dalam jarak dua meter. Mulanya Richard menceritakan situasi di rumah dinas Ferdy Sambo yang terletak di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan saat peristiwa penembakan.

Sambo disebut membentak Brigadir J dan meminta agar berlutut di hadapannya. Sementara Richard diperintah untuk segera melepaskan tembakan.

Kemudian, Hakim Ketua Iman Wahyu Santosa menanyakan seberapa jauh jarak Richard saat menembak Brigadir J. Ia mengaku melepaskan timah panas dalam jarak dua meter. Tembakan pertama ia lakukan dengan mata tertutup.

"Saudara menembak saudara Yosua jarak berapa meter?" tanya hakim.

"Sekitar dua meter, Yang Mulia," jawab Richard.

"Saya sempat tutup mata saat tembakan pertama," katanya.

Infografis Rute CCTV Tampilkan Brigadir J hingga Rumah Irjen SamboInfografis Rute CCTV Tampilkan Brigadir J hingga Rumah Irjen Sambo. (CNN Indonesia/Basith Subastian)

Mimpi Buruk hingga Tangis Wanita Misterius dalam Kesaksian Bharada E

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER