Simpati Warga Depok ke Murid SD Pocin 1 yang Belajar Tanpa Guru
CNN Indonesia
Kamis, 01 Des 2022 06:51 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sejumlah siswa mengibarkan bendera Merah Putih saat upacara Hari Guru tanpa kehadiran satu pun guru di SDN Pondok Cina 1, Depok, Jawa Barat, Jumat (25/11/2022). (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Depok, CNN Indonesia --
Setidaknya sebanyak 200 murid di SDN Pondok Cina 1 belajar tanpa guru lebih dari dua pekan terakhir di sekolah yang lahannya hendak dijadikan masjid jami oleh Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat.
Selama setidaknya lebih dua pekan terakhir mereka harus belajar hanya dibantu para relawan dan orang tua. Para guru di sekolah itu disebutkan sudah direlokasi ke SDN Pondok Cina 3 dan Pondok Cina 5 imbas rencana proyek masjid jami dari Pemkot Depok.
Orang tua murid mencoba terus meminta waktu bertemu dengan Pemkot Depok, terutama Dinas Pendidikan, namun selalu tak bisa bertatap muka. Kekinian, para orang tua murid itu akhirnya diundang untuk audiensi Pemkot Depok pada Rabu (30/11) siang.
Meskipun demikian, sejumlah warga di Kota Depok menunjukkan simpatinya kepada para siswa di SDN Pondok Cina 1 itu.
Salah satunya, Genta (18) yang merupakan mahasiswa Universitas Indonesia. Dia mengaku cukup mengikuti kasus tersebut.
"Kasihan sih, anak masih SD harus belajar enggak ada guru," ujar Genta kepada CNNIndonesia.com, Selasa (29/11).
Ia membayangkan anak-anak yang rela melawan kemacetan di Margonda untuk ke sekolah, namun tak bisa menemui guru-gurunya saat tiba di sekolah.
Genta (18), Mahasiswa Universitas Indonesia. (CNN Indonesia/Muhammad Naufal)
Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya menyebut masalah relokasi SDN 01 Pondok Cina karena proyek masjid telah memecah konsentrasi anak-anak dalam belajar.
"Apalagi mau menghadapi PAS [Penilaian Akhir Semester] sekarang, anak-anak jadi kepecah konsentrasinya, ada yang di sekolah lain ada yang di sini," ujar dia.
Yatno (41) mengkritik Pemkot Depok yang seolah tak memberikan opsi lain sehingga membuat anak-anak terlantar.
Menurutnya masjid jami tak harus dibangun di lahan SDN 01 Pondok Cina. Masjid jami bisa dibangun di daerah lain di Depok.
Kegiatan belajar mengajar di SDN Pondok Cina 1, Kota Depok berlangsung tanpa kehadiran guru dan hanya didampingi relawan dari orang tua dan kepemudaan. (CNN Indonesia/ Muhammad Naufal)
Selain itu, ia juga mempertanyakan klaim Pemkot Depok yang mengatakan masjid di sana langka.
"Ya kalau dibilang kekurangan masjid sih enggak, atas dasar apa kan bisa diukur," tegasnya.
Warga Depok lain yang ditemui di sekitar Jalan Margonda Raya, Abidin (61) juga menyinggung soal masa depan anak murid yang menimba ilmu di SDN Pondok Cina 1, menurut dia, proses relokasi tersebut harus dipikirkan secara mendalam.
"Itu kan soal masa depan anak, dan itu juga harus dipikirkan secara mendalam artinya untuk pemindahan ini juga harus strategis," ujarnya.
Abidin berkata anak murid harus mendapatkan bimbingan yang serius dari para guru agar pembelajaran mereka pun menjadi lebih optimal.
"Kalau belajar anak-anak kan butuh bimbingan yang serius, kalau tanpa bimbingan kan kurang untuk belajarnya kalau ada bimbingan guru kan enak belajarnya enggak main-main,"katanya.
Dua warga Depok di wilayah Pondok Cina, Abidin (61) dan Febrian (25). (CNN Indonesia/Muhammad Naufal)
Sementara itu, warga lainnya yakni Febrian (25) menilai guru-guru SDN Pocin 1 yang memilih hadir di tempat relokasi yakni SDN Pocin 3 dan 5 tidak bisa disalahkan. Menurutnya itu karena guru-guru itu terikat ikatan dinas dan mendapatkan penugasan dari Dinas Pendidikan Kota Depok.
"Guru kan juga enggak bisa disalahin dong kalau udah ada SK mah," kata Febrian.
Kendati begitu, ia meminta kepada Pemkot Depok agar tetap berembug terlebih dulu dengan pihak-pihak terkait guna menemukan jalan keluar.
Selain itu, dia mengimbau para siswa yang masih bertahan di SDN Pocin 1 agar mau pula untuk direlokasi ke SDN Pocin 3 dan 5 seperti yang sudah ditentukan.
Setidaknya sebanyak 200 murid di SDN Pondok Cina 1 belajar tanpa guru lebih dari dua pekan terakhir di sekolah yang lahannya hendak dijadikan masjid jami oleh Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat.
Selama setidaknya lebih dua pekan terakhir mereka harus belajar hanya dibantu para relawan dan orang tua. Para guru di sekolah itu disebutkan sudah direlokasi ke SDN Pondok Cina 3 dan Pondok Cina 5 imbas rencana proyek masjid jami dari Pemkot Depok.
Orang tua murid mencoba terus meminta waktu bertemu dengan Pemkot Depok, terutama Dinas Pendidikan, namun selalu tak bisa bertatap muka. Kekinian, para orang tua murid itu akhirnya diundang untuk audiensi Pemkot Depok pada Rabu (30/11) siang.
Meskipun demikian, sejumlah warga di Kota Depok menunjukkan simpatinya kepada para siswa di SDN Pondok Cina 1 itu.
Salah satunya, Genta (18) yang merupakan mahasiswa Universitas Indonesia. Dia mengaku cukup mengikuti kasus tersebut.
"Kasihan sih, anak masih SD harus belajar enggak ada guru," ujar Genta kepada CNNIndonesia.com, Selasa (29/11).
Ia membayangkan anak-anak yang rela melawan kemacetan di Margonda untuk ke sekolah, namun tak bisa menemui guru-gurunya saat tiba di sekolah.
Genta (18), Mahasiswa Universitas Indonesia. (CNN Indonesia/Muhammad Naufal)
Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya menyebut masalah relokasi SDN 01 Pondok Cina karena proyek masjid telah memecah konsentrasi anak-anak dalam belajar.
"Apalagi mau menghadapi PAS [Penilaian Akhir Semester] sekarang, anak-anak jadi kepecah konsentrasinya, ada yang di sekolah lain ada yang di sini," ujar dia.
Yatno (41) mengkritik Pemkot Depok yang seolah tak memberikan opsi lain sehingga membuat anak-anak terlantar.
Menurutnya masjid jami tak harus dibangun di lahan SDN 01 Pondok Cina. Masjid jami bisa dibangun di daerah lain di Depok.
Kegiatan belajar mengajar di SDN Pondok Cina 1, Kota Depok berlangsung tanpa kehadiran guru dan hanya didampingi relawan dari orang tua dan kepemudaan. (CNN Indonesia/ Muhammad Naufal)
Selain itu, ia juga mempertanyakan klaim Pemkot Depok yang mengatakan masjid di sana langka.
"Ya kalau dibilang kekurangan masjid sih enggak, atas dasar apa kan bisa diukur," tegasnya.
Siswa-siswi tengah menjalani kegiatan belajar mengajar tanpa dibimbing langsung gurunya di SDN Pondok Cina 1, Beji, Depok, Jawa Barat. Selasa (15/11/2022). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Warga Depok lain yang ditemui di sekitar Jalan Margonda Raya, Abidin (61) juga menyinggung soal masa depan anak murid yang menimba ilmu di SDN Pondok Cina 1, menurut dia, proses relokasi tersebut harus dipikirkan secara mendalam.
"Itu kan soal masa depan anak, dan itu juga harus dipikirkan secara mendalam artinya untuk pemindahan ini juga harus strategis," ujarnya.
Abidin berkata anak murid harus mendapatkan bimbingan yang serius dari para guru agar pembelajaran mereka pun menjadi lebih optimal.
"Kalau belajar anak-anak kan butuh bimbingan yang serius, kalau tanpa bimbingan kan kurang untuk belajarnya kalau ada bimbingan guru kan enak belajarnya enggak main-main,"katanya.
Dua warga Depok di wilayah Pondok Cina, Abidin (61) dan Febrian (25). (CNN Indonesia/Muhammad Naufal)
Sementara itu, warga lainnya yakni Febrian (25) menilai guru-guru SDN Pocin 1 yang memilih hadir di tempat relokasi yakni SDN Pocin 3 dan 5 tidak bisa disalahkan. Menurutnya itu karena guru-guru itu terikat ikatan dinas dan mendapatkan penugasan dari Dinas Pendidikan Kota Depok.
"Guru kan juga enggak bisa disalahin dong kalau udah ada SK mah," kata Febrian.
Kendati begitu, ia meminta kepada Pemkot Depok agar tetap berembug terlebih dulu dengan pihak-pihak terkait guna menemukan jalan keluar.
Selain itu, dia mengimbau para siswa yang masih bertahan di SDN Pocin 1 agar mau pula untuk direlokasi ke SDN Pocin 3 dan 5 seperti yang sudah ditentukan.