Keluarga 6 Pemerkosa Brebes Mengaku Diminta Rp200 Juta oleh Ormas
Organisasi masyarakat (ormas) Barisan Patriot Peduli Indonesia (BPPI) meminta Rp200 juta kepada keluarga enam pemerkosa di Brebes. Mereka menjanjikan kasus selesai tanpa proses hukum oleh kepolisian.
Hal itu diungkap oleh K, seorang ayah pelaku. Dia menyebut keluarga para pelaku sempat negosiasi karena merasa uang jaminan itu terlalu mahal.
"Orang-orang dari LSM ngomong, 'Kalau hari ini tidak kelar, Polres Brebes akan turun tangan menangani kasus pemerkosaan.' Dia minta uang secepatnya dan harus deal malam itu juga," kata K dilansir detik.com, Rabu (19/1).
Setelah negosiasi, kedua pihak sepakat dengan angka Rp70 juta. Keluarga para pelaku pun langsung mencari pinjaman uang untuk disetor ke ormas.
K menyebut keluarga takut kasus itu dilanjutkan ke proses hukum. Namun, mereka hanya berhasil mengumpulkan Rp62 juta.
Ormas BPPI, ucapnya, berjanji menyalurkan duit itu ke keluarga korban sebagai kompensasi. Namun, K dan para orang tua mengetahui uang tersebut diambil oleh ormas.
"Alasannya untuk diberikan sebagai kompensasi kepada korban, tetapi pada kenyataannya korban hanya menerima sekitar R 30 juta. Yang menyaksikan banyak, yakni dari Ketua RT, kadus, hingga kepala desa," ucap K.
Ketua BPPI Edi Sucipto membantah kabar pihaknya mengambil untung dari pungutan itu. Dia mengklaim semua uang itu diberikan untuk keluarga korban.
"Jadi, tidak bawa-bawa lembaga. Kalau soal uang, uang itu kita serahkan dari keluarga para pelaku kepada keluarga korban," ucap Edi.
Sebelumnya, terjadi pemerkosaan yang dilakukan enam orang pria di Brebes. Mereka membawa korban ke sebuah rumah kosong. Korban dibuat mabuk sebelum diperkosa oleh enam orang.
Kasus itu mencuat ke publik karena berakhir damai lewat mediasi ormas. Proses damai tanpa diketahui kepolisian.
Meski demikian, Polres Brebes tetap memproses kasus itu. Kepolisian menangkap enam orang pelaku.
(dhf/isn)