7 Kantong Parkir Pantai Kuta di Malam Tahun Baru, Wisatawan Jalan Kaki
CNN Indonesia
Sabtu, 30 Des 2023 19:32 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Wisatawan diminta jalan kaki ke Pantai Kuta, Bali, di malam tahun baru. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Denpasar, CNN Indonesia --
Sejumlah ruas jalan menuju Pantai Kuta, Bali, bakal ditutup di malam tahun baru 2024 demi menghindari kemacetan. Para wisatawan dan warga pun diminta berjalan kaki jika hendak ke lokasi tersebut.
"Masyarakat yang akan menuju Pantai Kuta dihimbau untuk bisa menempatkan kendaraannya atau parkir di Center Parkir, Kuta atau kantong-kantong parkir yang ditentukan. Selanjutnya nanti akan berjalan kaki," kata Kapolresta Denpasar Kombes Wisnu Prabowo, saat konferensi pers di kantornya, Denpasar, Sabtu (30/12).
Kantong parkir yang disiapkan ada tujuh lokasi di kawasan Kuta, Bali.
Yaitu, di Lapangan Tri Sakti, Jalan Patih Jelantik, Central Parkir Jalan Raya Kuta, areal Parkir Beach Walk Jalan Pantai Kuta, areal Parkir Mall Bali Galeria, areal Parkir Centro Mall, areal Parkir Waterboom, Jalan Kartika Plaza, dan Setra Adat Kuta, Jalan Kartika Plaza.
"Apabila parkir penuh agar diarahkan keluar dari kawasan Kuta atau kantong parkir lainnya. Dan tidak ada kendaraan yang nanti berada di pinggir jalan untuk melakukan parkir dan kami juga lakukan direct-nya. Kami usahakan tidak ada yang berhenti, semuanya harus berjalan," imbuhnya.
Pihaknya juga menyiapkan mobil derek jika ada kendaraan yang parkir sembarangan.
"Apabila kantong parkir penuh agar diarahkan keluar kawasan di wilayah Kuta. Jadi [kendaraan] harus tetap jalan, tidak boleh berhenti ataupun memutar," ujar Wisnu.
"Mobil derek kita juga siapkan. Kalau ada yang parkir kita derek," imbuhnya.
Terkait kantong parkir di Central Parkir Kuta yang cukup jauh dari Pantai Kuta, pihaknya mengaku tidak menyiapkan kendaraan untuk para wisatawan.
"Kantong parkir jauh kami tidak menyiapkan [kendaraan]. Karena apa? Karena di dalam area itu hotel, belum lagi ada jalan-jalan kecil. Otomatis jumlah kendaraan banyak, takutnya nanti masyarakat pengunjung itu banyak dan takutnya dia akan stuck."
"Jadi, mereka akan berjalan kaki saja, yang kita tutup ini adalah untuk roda empat untuk roda dua tidak kalau misalnya kita akan terjadi stug nanti," lanjutnya.
Rekayasa atau pengalihan arus saat malam pergantian tahun baru itu hanya berlaku buat roda empat mulai Minggu (31/12) pukul 15.00 WITA. Sepeda motor masih diizinkan melintas jika kondisi memungkinkan.
"Jadi mulai penutupan pukul 15.00 WITA itu tidak ada yang bisa masuk ke wilayah Pantai Kuta untuk roda empat. Tapi kalau [lalu lintas] roda dua sudah mulai padat, kami akan tutup juga untuk roda dua," ujarnya.
Berdasarkan data Polda Bali, berikut beberapa titik yang diterapkan rekayasa lalu lintas:
Pertama, penutupan Jalan Legian, Jalan Pantai Kuta, dan Jalan Melasti, Minggu (31/12) pukul 15.00 WITA sampai dengan Senin (1/1) pukul 06.00 WITA.
Kedua, pengalihan arus lalu lintas di Simpang Patih Jelantik-Legian. Kendaraan yang menuju Ground Zero, Kuta, ditutup, dan dialihkan ke Jalan Legian Kaja mengarah ke Jalan Raya Seminyak, Kuta.
Pada Simpang Legian-Patimura, arus lalin yang keluar dari Jalan Bene Sari dialihkan ke utara atau mengarah ke Hotel Si Doi dan ke Jalan Patimura.
Kemudian, di Simpang Mataram-Patimura, arus yang menuju Jalan Legian ditutup dan dialihkan ke Jalam Majapahit dan Jalan Mataram.
Untuk Simpang Raya Kuta-Setiabudi, arus lalin yang menuju Kuta ditutup dan dialihkan ke Jalan Setiabudi. Lalu, pada Simpang Bemo Corner, arus yang menuju Pantai Kuta akan ditutup dan dialihkan ke timur menuju Jalan Raya Kuta.
Rekayasa di GWK di halaman berikutnya...
Wisnu juga mengungkap sejumlah titik yang berpotensi rawan kemacetan saat malam tahun baru.
Pertama, Jalan Raya Kuta ada empat titik sepanjang 2,8 km, yaitu di depan toko oleh-oleh Krisna Tuban, di depan Toko Joger, di Simpang Puseh, di Simpang Temacun dan di Simpang Kuta.
Kedua, Jalan Dewi Sartika ada tiga titik sepanjang 750 meter, di depan Centro Mall, Pasar Seni Kuta, dan di depan Kuta Square.
Ketiga, Jalan Pantai Kuta dan Jalan Legian sepanjang 1,8 km potensi kemacetan dan ada 7 titik, di Ground Zero, Simpang Bemo Corner, di depan Hard Rock Kafe, di gang Popies 1, di depan Sahid Kuta, di depan Beachwalk dan di depan Rama Hotel.
Keempat, Jalan PTH Jelantik, Simpang Dewi Sri dan Sri Wijaya potensi rawan kemacetan ada lima titik sepanjang 600 meter, yaitu di Jembatan Patih Jelantik, Simpang Dewi Sri-Patih Jelantik, di Jalan Patih Jelantik-Majapahitdan di Jalan Patih Jelantik- Sri Wijaya.
Kelima, Jalan Legian dengan dua titik sepanjang 180 meter potensi rawan kemacetan, yaitu di Simpang Si Doi, dan Simpang Melasti.
Keenam, Jalan Legian Kaja- Raya Seminyakada tiga titik lokasi rawan kemacetan sepanjang 950 km, yaitu di Simpang Arjuna, di Simpang Kunti, dan di Simpang Caplung Tanduk.
Wisnu menyebut rekayasa lalulintas di kawasan Kuta nantinya melihat situasi di lapangan. Jika memang terjadi penumpukan, pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan untuk mengalihkan kendaraan.
"Apa buka tutup, kita melihat situasi di lapangan, apabila jumlahnya padat otomatis kita melakukan rekayasa dan kita alihkan arus itu. Jadi memang untuk tahun ini luar biasa jumlah dari wisatawan yang datang sangat banyak, dibandingkan yang keluar (Bali)," jelasnya.
Lalu lintas GWK
Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan mengatakan rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan di kawasan wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK).
"Selain Pantai Kuta, untuk Pemerintah Kabupaten Badung sendiri memilih Garuda Wisnu Kencana (GWK) sebagai pusat kegiatannya," kata dia, Jumat (29/12).
Ia menuturkan sejumlah rute pengalihan lalu lintas dan penutupan jalan di sekitar GWK.
Pertama, pengalihan arus lalu lintas dilakukan di Simpang Nirmala, di Kecamatan Kuta Selatan.
Kedua, penutupan arus lalu lintas dari Uluwatu menuju GWK. Kendaraan akan dialihkan ke arah timur menuju Jalan Pura Batu Pageh, untuk selanjutnya mengarah ke Jalan Dharmawangsa.
Ketiga, buka tutup simpang SPBU, yang menjadi jalur masuk menuju GWK.
Jika kendaraan VVIP atau VIP datang dari simpang Kampus Universitas Udayana (Unud) arus yang datang dari Simpang Kali ditutup atau dihentikan sementara dan diprioritaskan jalur VVIP atau VIP dan jika ada kendaraan yang masuk dari jalur GWK akan putar di Simpang Puri Gading.
Denpasar, CNN Indonesia --
Sejumlah ruas jalan menuju Pantai Kuta, Bali, bakal ditutup di malam tahun baru 2024 demi menghindari kemacetan. Para wisatawan dan warga pun diminta berjalan kaki jika hendak ke lokasi tersebut.
"Masyarakat yang akan menuju Pantai Kuta dihimbau untuk bisa menempatkan kendaraannya atau parkir di Center Parkir, Kuta atau kantong-kantong parkir yang ditentukan. Selanjutnya nanti akan berjalan kaki," kata Kapolresta Denpasar Kombes Wisnu Prabowo, saat konferensi pers di kantornya, Denpasar, Sabtu (30/12).
Kantong parkir yang disiapkan ada tujuh lokasi di kawasan Kuta, Bali.
Yaitu, di Lapangan Tri Sakti, Jalan Patih Jelantik, Central Parkir Jalan Raya Kuta, areal Parkir Beach Walk Jalan Pantai Kuta, areal Parkir Mall Bali Galeria, areal Parkir Centro Mall, areal Parkir Waterboom, Jalan Kartika Plaza, dan Setra Adat Kuta, Jalan Kartika Plaza.
"Apabila parkir penuh agar diarahkan keluar dari kawasan Kuta atau kantong parkir lainnya. Dan tidak ada kendaraan yang nanti berada di pinggir jalan untuk melakukan parkir dan kami juga lakukan direct-nya. Kami usahakan tidak ada yang berhenti, semuanya harus berjalan," imbuhnya.
Pihaknya juga menyiapkan mobil derek jika ada kendaraan yang parkir sembarangan.
"Apabila kantong parkir penuh agar diarahkan keluar kawasan di wilayah Kuta. Jadi [kendaraan] harus tetap jalan, tidak boleh berhenti ataupun memutar," ujar Wisnu.
"Mobil derek kita juga siapkan. Kalau ada yang parkir kita derek," imbuhnya.
Terkait kantong parkir di Central Parkir Kuta yang cukup jauh dari Pantai Kuta, pihaknya mengaku tidak menyiapkan kendaraan untuk para wisatawan.
"Kantong parkir jauh kami tidak menyiapkan [kendaraan]. Karena apa? Karena di dalam area itu hotel, belum lagi ada jalan-jalan kecil. Otomatis jumlah kendaraan banyak, takutnya nanti masyarakat pengunjung itu banyak dan takutnya dia akan stuck."
"Jadi, mereka akan berjalan kaki saja, yang kita tutup ini adalah untuk roda empat untuk roda dua tidak kalau misalnya kita akan terjadi stug nanti," lanjutnya.
Rekayasa atau pengalihan arus saat malam pergantian tahun baru itu hanya berlaku buat roda empat mulai Minggu (31/12) pukul 15.00 WITA. Sepeda motor masih diizinkan melintas jika kondisi memungkinkan.
"Jadi mulai penutupan pukul 15.00 WITA itu tidak ada yang bisa masuk ke wilayah Pantai Kuta untuk roda empat. Tapi kalau [lalu lintas] roda dua sudah mulai padat, kami akan tutup juga untuk roda dua," ujarnya.
Berdasarkan data Polda Bali, berikut beberapa titik yang diterapkan rekayasa lalu lintas:
Pertama, penutupan Jalan Legian, Jalan Pantai Kuta, dan Jalan Melasti, Minggu (31/12) pukul 15.00 WITA sampai dengan Senin (1/1) pukul 06.00 WITA.
Kedua, pengalihan arus lalu lintas di Simpang Patih Jelantik-Legian. Kendaraan yang menuju Ground Zero, Kuta, ditutup, dan dialihkan ke Jalan Legian Kaja mengarah ke Jalan Raya Seminyak, Kuta.
Pada Simpang Legian-Patimura, arus lalin yang keluar dari Jalan Bene Sari dialihkan ke utara atau mengarah ke Hotel Si Doi dan ke Jalan Patimura.
Kemudian, di Simpang Mataram-Patimura, arus yang menuju Jalan Legian ditutup dan dialihkan ke Jalam Majapahit dan Jalan Mataram.
Untuk Simpang Raya Kuta-Setiabudi, arus lalin yang menuju Kuta ditutup dan dialihkan ke Jalan Setiabudi. Lalu, pada Simpang Bemo Corner, arus yang menuju Pantai Kuta akan ditutup dan dialihkan ke timur menuju Jalan Raya Kuta.
Rekayasa di GWK di halaman berikutnya...
Titik Rawan Macet Bali
Alih arus kendaraan juga diterapkan di sekitar GWK. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Wisnu juga mengungkap sejumlah titik yang berpotensi rawan kemacetan saat malam tahun baru.
Pertama, Jalan Raya Kuta ada empat titik sepanjang 2,8 km, yaitu di depan toko oleh-oleh Krisna Tuban, di depan Toko Joger, di Simpang Puseh, di Simpang Temacun dan di Simpang Kuta.
Kedua, Jalan Dewi Sartika ada tiga titik sepanjang 750 meter, di depan Centro Mall, Pasar Seni Kuta, dan di depan Kuta Square.
Ketiga, Jalan Pantai Kuta dan Jalan Legian sepanjang 1,8 km potensi kemacetan dan ada 7 titik, di Ground Zero, Simpang Bemo Corner, di depan Hard Rock Kafe, di gang Popies 1, di depan Sahid Kuta, di depan Beachwalk dan di depan Rama Hotel.
Keempat, Jalan PTH Jelantik, Simpang Dewi Sri dan Sri Wijaya potensi rawan kemacetan ada lima titik sepanjang 600 meter, yaitu di Jembatan Patih Jelantik, Simpang Dewi Sri-Patih Jelantik, di Jalan Patih Jelantik-Majapahitdan di Jalan Patih Jelantik- Sri Wijaya.
Kelima, Jalan Legian dengan dua titik sepanjang 180 meter potensi rawan kemacetan, yaitu di Simpang Si Doi, dan Simpang Melasti.
Keenam, Jalan Legian Kaja- Raya Seminyakada tiga titik lokasi rawan kemacetan sepanjang 950 km, yaitu di Simpang Arjuna, di Simpang Kunti, dan di Simpang Caplung Tanduk.
Wisnu menyebut rekayasa lalulintas di kawasan Kuta nantinya melihat situasi di lapangan. Jika memang terjadi penumpukan, pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan untuk mengalihkan kendaraan.
"Apa buka tutup, kita melihat situasi di lapangan, apabila jumlahnya padat otomatis kita melakukan rekayasa dan kita alihkan arus itu. Jadi memang untuk tahun ini luar biasa jumlah dari wisatawan yang datang sangat banyak, dibandingkan yang keluar (Bali)," jelasnya.
Lalu lintas GWK
Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan mengatakan rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan di kawasan wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK).
"Selain Pantai Kuta, untuk Pemerintah Kabupaten Badung sendiri memilih Garuda Wisnu Kencana (GWK) sebagai pusat kegiatannya," kata dia, Jumat (29/12).
Ia menuturkan sejumlah rute pengalihan lalu lintas dan penutupan jalan di sekitar GWK.
Pertama, pengalihan arus lalu lintas dilakukan di Simpang Nirmala, di Kecamatan Kuta Selatan.
Kedua, penutupan arus lalu lintas dari Uluwatu menuju GWK. Kendaraan akan dialihkan ke arah timur menuju Jalan Pura Batu Pageh, untuk selanjutnya mengarah ke Jalan Dharmawangsa.
Ketiga, buka tutup simpang SPBU, yang menjadi jalur masuk menuju GWK.
Jika kendaraan VVIP atau VIP datang dari simpang Kampus Universitas Udayana (Unud) arus yang datang dari Simpang Kali ditutup atau dihentikan sementara dan diprioritaskan jalur VVIP atau VIP dan jika ada kendaraan yang masuk dari jalur GWK akan putar di Simpang Puri Gading.