Dishub Blak-blakan Soal Bali Macet Parah saat Natal-Tahun Baru
CNN Indonesia
Sabtu, 30 Des 2023 21:05 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Tol Bali Mandara menuju Bandara Ngurah Rai, Bali, macet parah, Jumat (29/12). Ada apa? (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Denpasar, CNN Indonesia --
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub ) Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta mengklaim kemacetan parah di ruas jalan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (29/12), mestinya tak terjadi jika melihat data kendaraan.
Menurutnya, kemacetan itu seharusnya tidak terjadi jika melihat tren keluar masuk kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padangbai serta Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
"Kalau melihat tren kendaraan masuk dan kendaraan keluar dan kemudian tren kendaraan di bandara, sepertinya kejadian kemarin itu agak sedikit anomali dengan data," kata Samsi, saat dihubungi, Sabtu (30/12) malam.
Ia menerangkan kejadian macet yang terjadi kemarin Jumat (29/12) dari data kendaraan yang keluar masuk di Bandara I Gusti Ngurah Rai tercatat 68 ribu.
Bila dibandingkan pada 23 Desember, kendaraan yang keluar masuk Bandara I Gusti Ngurah Rai mencapai 75 ribu. Pada saat itu, tidak terjadi kemacetan.
"Karena data kemarin itu, sebetulnya kejadian macet kemarin di bandara itu produksinya [kendaraan] hanya 68 ribu in-out. Sedangkan di tanggal 23 Desember itu 75 ribu [kendaraan keluar masuk] dan tidak macet," ujarnya.
Sementara, arus kendaraan di dua pelabuhan lebih banyak dari sebelumnya.
"Kemudian, selisih antara masuk dan keluar kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk itu juga sampai dengan hari ke delapan selisih hanya sekitar 4 ribu kendaraan.
"[Memang] lebih banyak yang masuk dibandingkan yang keluar sampai hari ke 8 posko. Tetapi, itu perbedaan sekitar 2 ribu di daerah Pelabuhan Padangbai dan keluarnya lebih besar. Sehingga, kalau kita lihat sebetulnya ada perbedaan 2 ribu kendaraan, sehingga kita lihat kemacetan ini tidak terjadi dari sisi data," tutur dia.
Dengan melihat data kendaraan yang keluar masuk Pulau Bali selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) dan data keluar masuk kendaraan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Samsi menyebut seharusnya tidak terjadi kemacetan.
"Dengan situasi yang seharusnya tidak macet, ini yang sebenarnya pertanyaan kita. Apakah, sebenarnya terjadi kelambatan penguraian pada saat mau menjelang interlock, kita agak terlambat mengurai, sehingga terlanjur menjadi interlock," ucapnya.
"Kalau melihat data seharusnya tidak [macet], tapi kenyataannya terjadi macet. Sehingga, kita sampai sekarang, kita mencari tahu sumber masalahnya di mana," aku dia.
Meski demikian, Samsi menduga kemacetan pada Jumat (29/12) itu karena ada mobilitas orang dengan aktivitas yang cukup tinggi sehingga jumlah pergerakan kendaraan juga besar.
"Ada kemungkinan kemacetan terjadi, karena sebetulnya terjadi pergerakan dengan jumlah kendaraan yang cukup besar dan itu terjadi kemarin."
"Iya, artinya ada perbedaan perilaku sekarang, ini traffic yang jauh lebih rendah yang masuk, istilahnya selisihnya, walaupun jumlah masuk-nya memang banyak. Artinya, ini ada kenaikan jumlah orang yang datang dengan mobilitas (aktivitas tinggi), seperti ini kita harus hati-hati," ujarnya.
Terkait kemacetan di jalur menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, pihaknya terus memonitor kecepatan in-out kendaraan.
"Yang jelas, kita sekarang monitor betul kecepatan in-out di bandara. Jangan sampai bandara juga menumpuk, banyak orang parkir di situ. Kalau bisa in-out lancar dan kemudian kalau memang terjadi penumpukan jangan terus-terusan dipaksakan masuk ke situ," sebutnya.
Prediksi kemacetan di halaman berikutnya...
Samsi juga memprediksi kemacetan di Bali akan terjadi sepanjang libur nataru di beberapa Destinasi Tempat Wisata (DTW) di Bali.
"Kalau kita sih melihat, kalau nataru ini sepanjang libur panjang beberapa DTW akan terjadi kemacetan, karena ada orang akses atau parkir dan sebagainya. Jadi pasti akan terjadi kemacetan di DTW karena jalan kita melintas di DTW itu," ujarnya.
Sejauh ini, jumlah kendaraan di Pulau Dewata baik roda dua dan empat mencapai total sekitar 4,7 juta kendaraan.
"Kendaraan di Bali total 4,7 juta. Tetapi sekarang dengan banyaknya wisatawan, apalagi lagi kendaraan dari luar Bali yang masuk, mereka bawa kendaraan dari Jawa, memang jumlah kendaraan masuk besar dan naik tetapi jumlah kendaraan keluar juga besar," ungkap dia.
"Sehingga, kalau dilihat ada kemungkinan ini kemacetan terjadi karena mobilisasi yang besar jadi pergerakan orang untuk beraktivitas di Bali lumayan tinggi," ujarnya.
Titik lokasi kemacetan di Bali selama nataru saat ini ada di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Tabanan atau Sarbagita dan juga di Kabupaten Bangli.
"Sekarang di Sarbagita, di (Kecamatan) Kuta, Kuta Utara, Kuta Selatan (Kabupaten Badung), di Sanur (Kota Denpasar ), Bedugul, (Kabupaten Tabanan) Ubud (Kabupaten Gianyar) dan juga di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Itu wilayah yang mengalami kemacetan karena adanya destinasi," ujarnya.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan kemacetan di sepanjang jalan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah, Bali, dan menjadi viral di media sosial, pada Jumat (29/12).
Di video tersebut, terlihat di Jalan Tol Bali Mandara, kendaraan roda empat tidak bergerak dan macet.
Para turis asing yang terjebak kemacetan turun dari kendaraan sambil menarik koper untuk menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai agar tak telat mengejar keberangkatan.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kompol I Made Berata, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya sempat membantu 10 turis asing yang berjalan kaki menuju bandara untuk mengejar keberangkatan.
"Iya ada kita lihat karena mungkin mepet waktunya mereka jalan dan kita bantu juga di sini ada 10 orang (turis)," kata Kompol Berata, saat dihubungi Jumat (29/12) malam.
"Domestik sama bule sama, mereka berangkat sore sama malam, lumayan banyak. Kalau domestik yang jalan kaki itu ada tiga orang, ada yang bawa koper ada yang bawa tas, tadi ketemu di gapura masuk bandara. Kita bonceng pakai sepeda motor, iya kebetulan ada ojek online juga kita stopin, ojeknya berkenan, mereka juga bayar ke (ojek online) dan dibantu mereka," imbuhnya.
Denpasar, CNN Indonesia --
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub ) Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta mengklaim kemacetan parah di ruas jalan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (29/12), mestinya tak terjadi jika melihat data kendaraan.
Menurutnya, kemacetan itu seharusnya tidak terjadi jika melihat tren keluar masuk kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padangbai serta Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
"Kalau melihat tren kendaraan masuk dan kendaraan keluar dan kemudian tren kendaraan di bandara, sepertinya kejadian kemarin itu agak sedikit anomali dengan data," kata Samsi, saat dihubungi, Sabtu (30/12) malam.
Ia menerangkan kejadian macet yang terjadi kemarin Jumat (29/12) dari data kendaraan yang keluar masuk di Bandara I Gusti Ngurah Rai tercatat 68 ribu.
Bila dibandingkan pada 23 Desember, kendaraan yang keluar masuk Bandara I Gusti Ngurah Rai mencapai 75 ribu. Pada saat itu, tidak terjadi kemacetan.
"Karena data kemarin itu, sebetulnya kejadian macet kemarin di bandara itu produksinya [kendaraan] hanya 68 ribu in-out. Sedangkan di tanggal 23 Desember itu 75 ribu [kendaraan keluar masuk] dan tidak macet," ujarnya.
Sementara, arus kendaraan di dua pelabuhan lebih banyak dari sebelumnya.
"Kemudian, selisih antara masuk dan keluar kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk itu juga sampai dengan hari ke delapan selisih hanya sekitar 4 ribu kendaraan.
"[Memang] lebih banyak yang masuk dibandingkan yang keluar sampai hari ke 8 posko. Tetapi, itu perbedaan sekitar 2 ribu di daerah Pelabuhan Padangbai dan keluarnya lebih besar. Sehingga, kalau kita lihat sebetulnya ada perbedaan 2 ribu kendaraan, sehingga kita lihat kemacetan ini tidak terjadi dari sisi data," tutur dia.
Dengan melihat data kendaraan yang keluar masuk Pulau Bali selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) dan data keluar masuk kendaraan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Samsi menyebut seharusnya tidak terjadi kemacetan.
"Dengan situasi yang seharusnya tidak macet, ini yang sebenarnya pertanyaan kita. Apakah, sebenarnya terjadi kelambatan penguraian pada saat mau menjelang interlock, kita agak terlambat mengurai, sehingga terlanjur menjadi interlock," ucapnya.
"Kalau melihat data seharusnya tidak [macet], tapi kenyataannya terjadi macet. Sehingga, kita sampai sekarang, kita mencari tahu sumber masalahnya di mana," aku dia.
Meski demikian, Samsi menduga kemacetan pada Jumat (29/12) itu karena ada mobilitas orang dengan aktivitas yang cukup tinggi sehingga jumlah pergerakan kendaraan juga besar.
"Ada kemungkinan kemacetan terjadi, karena sebetulnya terjadi pergerakan dengan jumlah kendaraan yang cukup besar dan itu terjadi kemarin."
"Iya, artinya ada perbedaan perilaku sekarang, ini traffic yang jauh lebih rendah yang masuk, istilahnya selisihnya, walaupun jumlah masuk-nya memang banyak. Artinya, ini ada kenaikan jumlah orang yang datang dengan mobilitas (aktivitas tinggi), seperti ini kita harus hati-hati," ujarnya.
Terkait kemacetan di jalur menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, pihaknya terus memonitor kecepatan in-out kendaraan.
"Yang jelas, kita sekarang monitor betul kecepatan in-out di bandara. Jangan sampai bandara juga menumpuk, banyak orang parkir di situ. Kalau bisa in-out lancar dan kemudian kalau memang terjadi penumpukan jangan terus-terusan dipaksakan masuk ke situ," sebutnya.
Prediksi kemacetan di halaman berikutnya...
Prediksi Macet di Destinasi Wisata
Tol Bali Mandara mestinya menjadi jalur cepat ke Bandara Ngurah Rai. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Samsi juga memprediksi kemacetan di Bali akan terjadi sepanjang libur nataru di beberapa Destinasi Tempat Wisata (DTW) di Bali.
"Kalau kita sih melihat, kalau nataru ini sepanjang libur panjang beberapa DTW akan terjadi kemacetan, karena ada orang akses atau parkir dan sebagainya. Jadi pasti akan terjadi kemacetan di DTW karena jalan kita melintas di DTW itu," ujarnya.
Sejauh ini, jumlah kendaraan di Pulau Dewata baik roda dua dan empat mencapai total sekitar 4,7 juta kendaraan.
"Kendaraan di Bali total 4,7 juta. Tetapi sekarang dengan banyaknya wisatawan, apalagi lagi kendaraan dari luar Bali yang masuk, mereka bawa kendaraan dari Jawa, memang jumlah kendaraan masuk besar dan naik tetapi jumlah kendaraan keluar juga besar," ungkap dia.
"Sehingga, kalau dilihat ada kemungkinan ini kemacetan terjadi karena mobilisasi yang besar jadi pergerakan orang untuk beraktivitas di Bali lumayan tinggi," ujarnya.
Titik lokasi kemacetan di Bali selama nataru saat ini ada di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Tabanan atau Sarbagita dan juga di Kabupaten Bangli.
"Sekarang di Sarbagita, di (Kecamatan) Kuta, Kuta Utara, Kuta Selatan (Kabupaten Badung), di Sanur (Kota Denpasar ), Bedugul, (Kabupaten Tabanan) Ubud (Kabupaten Gianyar) dan juga di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Itu wilayah yang mengalami kemacetan karena adanya destinasi," ujarnya.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan kemacetan di sepanjang jalan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah, Bali, dan menjadi viral di media sosial, pada Jumat (29/12).
Di video tersebut, terlihat di Jalan Tol Bali Mandara, kendaraan roda empat tidak bergerak dan macet.
Para turis asing yang terjebak kemacetan turun dari kendaraan sambil menarik koper untuk menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai agar tak telat mengejar keberangkatan.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kompol I Made Berata, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya sempat membantu 10 turis asing yang berjalan kaki menuju bandara untuk mengejar keberangkatan.
"Iya ada kita lihat karena mungkin mepet waktunya mereka jalan dan kita bantu juga di sini ada 10 orang (turis)," kata Kompol Berata, saat dihubungi Jumat (29/12) malam.
"Domestik sama bule sama, mereka berangkat sore sama malam, lumayan banyak. Kalau domestik yang jalan kaki itu ada tiga orang, ada yang bawa koper ada yang bawa tas, tadi ketemu di gapura masuk bandara. Kita bonceng pakai sepeda motor, iya kebetulan ada ojek online juga kita stopin, ojeknya berkenan, mereka juga bayar ke (ojek online) dan dibantu mereka," imbuhnya.