Prabowo Perintahkan Tindak Keras Polisi yang Terlibat Kematian Affan

CNN Indonesia
Jumat, 29 Agu 2025 12:12 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto memastikan anggota Polri yang terlibat dalam kematian seorang pengemudi ojol, Affan Kurniawan dihukum seberat-beratnya.
Prabowo Perintahkan Tindak Keras Polisi yang Terlibat Kematian Affan. (Puspen TNI).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto memastikan anggota Polri yang terlibat dalam kematian seorang pengemudi ojol, Affan Kurniawan dihukum seberat-beratnya.

Ia menyatakan akan mengambil tindakan sekeras-kerasnya terhadap anggota tersebut. Prabowo meminta seluruh anggota yang terlibat bertanggung jawab atas kejadian ini.

"Petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab, seandainya ditemukan mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku," kata Prabowo dalam sebuah video.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo memerintahkan agar kejadian itu diusut secara tuntas dan transparan.

Ia mengaku kecewa dengan tindakan aparat kepolisian yang dinilai berlebihan dalam demonstrasi kemarin.

Prabowo pun menyampaikan duka cita atas meninggalnya Affan. Ia menyampaikan turut berduka cita.

Gelombang unjuk rasa masyarakat di Jakarta memanas dua hari terakhir. Aksi berujung bentrokan antara aparat dan pedemo.

Lemparan batu dan petasan dari pedemo dibalas dengan tembakan gas air mata dan semprotan water canon.

Belum diketahui berapa total korban dan kerugian dalam kericuhan yang terjadi.

Hingga Jumat (29/8) pagi, bentrok masih berlangsung di sejumlah titik di Jakarta, terutama Markas Brimob yang berada di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat.

Massa yang mayoritas pengemudi ojek online mendatangi markas tersebut untuk menuntut keadilan atas kematian Affan Kurniawan yang tewas dilindas mobil rantis saat kericuhan terjadi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf buntut insiden itu dan mengaku akan bertanggung jawab.

"Tadi kami menyampaikan belasungkawa dan minta maaf dari institusi kami atas musibah yang terjadi dan tentunya kami juga tadi bertemu dengan lingkungan, ada pengurus masjid, ada (pengurus) RW," kata Sigit dalam konferensi pers di RSCM Jakarta, Jumat (29/8) dini hari WIB.

Sementara itu, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menyebut telah mengamankan tujuh anggota dari satuan Brimob dan dilakukan pemeriksaan. Ia memastikan proses penyelidikan akan berjalan transparan terhadap para pelaku di Mako Satbrimob Polda Metro Jaya.

"Tujuh (pelaku), pertama berpangkat Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka J," kata Abdul Karim dalam konferensi pers di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam.

Kesaksian seorang kawan Affan menyampaikan bahwa mendiang sedang tidak ikut aksi, melainkan tengah mengantarkan pesanan makanan.

(isn/mnf/isn)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER