RSUD Bangil Optimalkan DBHCHT dan DAK 2025 Perkuat Layanan Kesehatan

Advertorial | CNN Indonesia
Selasa, 23 Des 2025 17:23 WIB
RSUD Bangil Optimalkan DBHCHT dan DAK 2025 Perkuat Layanan Kesehatan
Foto: Unsplash/Pixabay
Jakarta, CNN Indonesia --

RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan, pada Tahun Anggaran 2025 memperoleh dukungan pendanaan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Alokasi anggaran tersebut diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui sejumlah program strategis.

Berdasarkan dokumen pelaksanaan kegiatan RSUD Bangil, terdapat beberapa sub kegiatan prioritas yang akan dibiayai melalui sumber dana DBHCHT dan DAK tahun 2025, di antaranya:

1. Pengembangan Rumah Sakit,

2. Rehabilitasi dan Pemeliharaan Rumah Sakit,

3. Pengadaan Alat Kesehatan dan Alat Penunjang Medik Fasilitas Pelayanan Kesehatan,

4. Pemeliharaan Rutin dan Berkala Alat Kesehatan serta Alat Penunjang Medik Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dan

5. Pengadaan Obat, Bahan Habis Pakai, Bahan Medis Habis Pakai, Vaksin, serta Makanan dan Minuman di Fasilitas Kesehatan.

Seluruh kegiatan dilaksanakan oleh RSUD Bangil di bawah koordinasi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan diketahui oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) RSUD Bangil, dr. Arma Roosalina, M.Kes., Pembina Tk. I.

"Pemanfaatan dana DBHCHT dan DAK ini kami arahkan sepenuhnya untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, baik dari segi sarana, prasarana, maupun kebutuhan medis harian," ujar dr. Arma saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan bagi hasil cukai tersebut, RSUD Bangil berkomitmen meningkatkan kenyamanan pasien, memperkuat ketersediaan alat kesehatan, serta memastikan mutu layanan tetap sesuai standar nasional.

Program yang didanai DBHCHT dan DAK merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat sektor kesehatan, sekaligus memastikan bahwa penerimaan dari cukai hasil tembakau dapat kembali memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di bidang pelayanan kesehatan dan kesejahteraan publik

(adv/adv)