Pastikan Kesehatan Anak Terjaga Saat Musim Hujan
Kehadiran musim penghujan kerap meningkatkan risiko anak terserang penyakit. Kelembaban udara yang tinggi ditambah genangan air di beberapa tempat menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan jamur, virus, maupun bakteri.
Di sisi lain, suhu udara rendah ditambah kurangnya paparan sinar matahari turut melemahkan sistem imun anak. Demam berdarah, diare, dan leptospirosis adalah penyakit yang kerap muncul saat musim hujan. Yang kerap luput dari perhatian, yaitu influenza dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) karena dianggap sakit yang paling ringan.
Ketika tak tertangani dengan baik, influenza dan ISPA dapat menjadi pintu bagi gangguan kesehatan lainnya. Malahan saat menjadi berkepanjangan, dapat berdampak pada pertumbuhan.
Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan anak saat musim hujan:
1. Jaga Waktu dan Kualitas Tidur Anak
Dari berbagai penelitian, kecukupan waktu dan kualitas tidur terbukti menjadi faktor pendukung besar bagi pertumbuhan optimal anak. Ditengah musim penghujan ini, memperketat pengaturan waktu tidur dan menjaga kualitasnya menjadi lebih penting.
Tetapkan waktu tidur dan bangun yang konsisten setiap hari. Tak hanya mempermudah orang tua, hal itu juga membantu anak tidur tenang dan bangun lebih segar. Tidur dengan waktu dan kualitas yang cukup memberi waktu bagi sistem imun anak untuk memperkuat diri dan memberi anak ketahanan lebih terhadap kemungkinan infeksi dan penyakit lainnya.
2. Konsumsi Makanan Bergizi dan Jaga Kebersihan Diri
Asupan makanan bergizi lengkap dan seimbang, menjadi pendukung untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh anak. Soal pengolahan juga harus menjadi perhatian agar kandungan gizi dalam bahan makanan tak rusak atau hilang. Bila memang diperlukan, jangan ragu memberi vitamin tambahan pada anak.
Di sisi lain, bangun kebiasaan anak untuk menjaga kebersihan diri. Mulai dari mencuci tangan dengan benar sebelum dan sesudah makan, hingga membersihkan tubuh setiap selesai beraktivitas di luar rumah. Hal ini membantu melindungi anak dari virus dan bakteri yang dapat terbawa dari luar.
3. Lakukan Vaksinasi
Vaksinasi merupakan langkah krusial yang dapat dilakukan orang tua, terutama bagi penyakit menular akibat kelembaban tinggi dan perubahan cuaca. Jenis vaksinasi untuk anak yang disarankan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di antaranya, influenza yang dapat diulang setiap tahun, pneumonia (PCV), tifoid (tipes), hepatitis A, Demam Berdarah Dengue (DBD) dan rotavirus.
Saat semua langkah di atas sudah dilakukan, penggunaan perangkat air purifier patut menjadi pertimbangan. Sistem filtrasi di dalam perangkat air purifier menjadi dukungan untuk mengeliminasi penyebaran virus dan bakteri.
Untuk efektivitas pemakaian, beberapa hal perlu diperhatikan, seperti ketepatan kapasitas pembersihan berbanding luas ruang, kelengkapan filter, hingga tawaran kemampuan berbagai fitur. Sertifikat pendukung dari lembaga terpercaya terkait kemampuan air purifier ini membuktikan manfaat nyata sesuai yang tertera pada labelnya.
Salah satu air purifier yang dapat menjadi pertimbangan yaitu DAIKIN air purifier MC55UVM dan MCK55TVM. Keduanya dirancang efektif membersihkan udara pada ruang hingga seluas 41 meter persegi.
Untuk efektivitas kemampuan dalam mengeliminasi berbagai partikel allergen seperti debu, virus dan bakteri yang melayang di udara, keduanya telah mengantongi sertifikat dari British Allergy Foundation (BAF) sebagai badan internasional di Inggris yang berfokus pada alergi. Sertifikasi BAF telah diakui dan digunakan sebagai panduan konsumen di lebih dari 100 negara di dunia.
Sertifikat BAF ini tak lepas dari kolaborasi kerja HEPA Elektrostatis dan teknologi STREAMER. Saat filter HEPA Elektrostatis bertugas menyaring partikel berbahaya yang melayang di udara, teknologi STREAMER bekerja menguraikan virus, bakteri dan berbagai partikel berbahaya lainnya untuk memastikan optimalisasi kinerja pembersihan udara.
Bersamaan dengan menghembuskan udara bersih, kedua air purifier DAIKIN ini juga melepaskan Active Plasma Ion yang berfungsi menangkap partikel alergen, bakteri, dan jamur, khusunya yang menempel pada berbagai permukaan benda dalam ruang.
Berdasarkan uji internal DAIKIN, usia pakai HEPA filter dapat mencapai 10 tahun. Sementara untuk Deodorizing Filter yang berguna untuk menyaring berbagai bau dan gas berbahaya, bahkan tak memerlukan penggantian.
Adapun untuk DAIKIN air purifier MCK55TVM dilengkapi dengan fungsi humidifier. Fitur ini memberi kemampuan menyesuaikan kelembaban udara dalam ruang, sehingga pengguna tak perlu khawatir jika udara terlalu lembab atau kering.
Kini, Anda bisa menjaga kebersihan udara dalam rumah bersama DAIKIN air purifier. Dapatkan DAIKIN air purifier MC55 dan MCK55 di berbagai toko elektronik terdekat.
Untuk informasi lebih lengkap seputar kedua air purifier ini dan pilihan lainnya, kunjungi website resmi DAIKIN lewat tautan https://www.daikin.co.id/ac-perumahan/air-purifier atau Instagram @DaikinIndonesia.
(adv/adv)