Duduk Perkara Hercules vs Keluarga Penulis Depok hingga Dipolisikan

CNN Indonesia
Sabtu, 23 Mei 2026 17:50 WIB
Anak penulis Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana,  melaporkan Ketum GRIB Jaya Hercules ke Polda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).
Anak penulis Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, melaporkan Ketum GRIB Jaya Hercules ke Polda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026). (Taufiq Syarifudin)

Rumah penulis Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok digeruduk massa dari organisasi kemasyarakatan (ormas) GRIB Jaya pada Minggu (17/5).

Aksi ini diduga dipicu konten yang dibuat Ahmad Bahar.

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi mengatakan peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Cimanggis melalui call center 110.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada hari itu (kami) melaksanakan pengecekan pengaduan warga lewat 110 dimana rumah Bapak Ahmad Bahar yang didatangi Pak Hercules," kata Budi dalam keterangannya, Senin (18/5).

Made mengungkapkan aksi penggerudukan itu diduga dipicu konten yang dibuat Ahmad Bahar. Konten itu membuat Hercules Rosario Marshal selaku Ketua Umum GRIB Jaya merasa dirugikan.

"Terkait konten yang di keluarga Bapak Ahmad Bahar yang merugikan Saudara Hercules yang menurut keterangan Bapak Ahmad Bahar handphone kena hacker," ucap Made.

Sempat beredar isu yang menyebut anak Ahmad Bahar sempat disandera. Namun, Made menyebut anak Ahmad Bahar saat ini dalam kondisi sehat.

"Kondisi anaknya (Ahmad Bahar) sudah kembali dalam keadaan sehat. Kondisi anaknya sudah kembali dalam keadaan sehat," ujarnya.

Made menuturkan permasalahan tersebut juga telah diselesaikan secara kekeluargaan. Dalam musyawarah yang digelar di Polres Metro Depok pada Minggu malam, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.

"Semalam sudah dibuat surat kesepakatan pernyataan bersama untuk berdamai di Polres Metro Depok," kata dia.

Klarifikasi GRIB soal penggerudukan

Terkait dugaan penggerudukan rumah Ahmad Bahar di CImanggis itu, GRIB Jaya mengatakan itu dipicu dugaan konten yang dibuat Ahmad Bahar terkait pemimpin GRIB, Hercules.

Namun, Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual mengatakan narasi yang menyebutkan ada pengepungan massa terhadap rumah Ahmad Bahar sangat berlebihan. Dia mengklaim narasi itu tidak mencerminkan fakta di lapangan.

"Kedatangan perwakilan Satgas murni dilakukan secara persuasif untuk melakukan klarifikasi (tabayun) atas konten video pelaku yang secara terbuka melempar tantangan, fitnah, dan narasi ofensif yang merendahkan martabat Ketua Umum kami, Bapak H Hercules Rosario Marshal," kata Marcel dalam keterangannya, Senin (18/5).

"Kedatangan tim bertujuan mengingatkan bahwa ruang publik harus diisi oleh fakta, bukan provokasi," sambungnya.

Marcel menuturkan pihaknya mengecam keras penggiringan opini yang menuduh organisasi melakukan tekanan fisik atau tindakan melawan hukum seperti penyanderaan.

Sebab, menurutnya, sejak awal kedatangan tim di lokasi hingga proses koordinasi, seluruhnya dikawal dan didampingi langsung oleh Ketua RW setempat. Bahkan, sambungnya, terdapat aparat kepolisian yang mengiringi sebagai representasi aparat lingkungan dan menghormati hukum.

"Kehadiran Ketua RW dan kepolisian menjadi bukti mutlak bahwa proses berjalan terbuka, transparan, dan sesuai prosedur sosial," ujarnya.

Marcel menyebut proses klarifikasi awal di rumah Ahmad Bahar juga berjalan kondusif dan terekam jelas dalam bukti video.

Namun, demi menjaga situasi lingkungan tetap tenang dan menghindari potensi gesekan atau tindakan anarkis dari pihak luar, Ahmad Bahar diminta hadir ke Kantor DPP GRIB Jaya untuk meluruskan narasinya secara langsung di hadapan Hercules.

Marcel mengaku pihaknya menyayangkan langkah Ahmad Bahar justru memilih melarikan diri, mematikan telepon genggam, dan tidak bertanggung jawab.

"Ia justru mengutus putrinya untuk datang ke kantor DPP, bahkan sang anak sendiri mengaku kehilangan kontak dan tidak bisa menghubungi keberadaan ayahnya saat berada di kantor kami. Pihak-pihak terkait seharusnya sadar diri atas provokasi yang mereka mulai di media sosial, dan tidak bersembunyi di balik narasi seolah-olah menjadi korban (play victim)," katanya.

Lebih lanjut, Marcel mengatakan Hercules selaku Ketua Umum GRIB Jaya telah menerima permintaan maaf dari Ahmad Bahar.

Hercules, kata dia, juga menginstruksikan seluruh anggota di Indonesia untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas serta tidak melakukan aksi main hakim sendiri.

(tim/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2