Update Data Kerusakan Gempa Sulteng: 847 Bangunan di 33 Desa Rusak

CNN Indonesia
Rabu, 17 Jun 2026 11:59 WIB
Sebuah bangunan rumah yang rusak akibat guncangan gempa magnitudo 6,7 di Palu, Sulawesi Tengah. (AFP/MUHAMMAD RIFKI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 33 desa terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah yang terjadi pada Selasa (16/6).

"Ada empat kabupaten, satu kota, total 10 kecamatan dan 33 desa terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (17/6).

Rincian daerah yang terdampak yakni di Kabupaten Sigi terdapat tujuh kecamatan dan 30 desa. Kemudian di Kabupaten Poso, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong dan Kora Palu.

BNPB juga mencatat gempa bumi itu menyebabkan 1.834 kepala keluarga (KK) atau sekitar 5.784 jiwa terdampak.

"Dengan rincian di Sigi itu ada 1.813 KK, Parigi Moutong 21 KK," ucap Abdul.

Abdul menyebut gempa bumi itu juga mengakibatkan satu orang meninggal dunia, 73 orang luka ringan dan tiga korban luka berat.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (16/6) sekitar pukul 10.27 WITA. Gempa ini turut dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.

BMKG menyebut gempa tersebut diakibatkan Sesar Sausu. Penyebab gempa ini berbeda dengan apa yang terjadi pada 2018 lalu. Saat itu, Palu dan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah luluh lantak karena gempa bumi dan likuifaksi dari Sesar Palu-Koro.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu," ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama dalam konferensi pers daring, Selasa (16/6).

847 Bangunan Rusak

Akibat gempa yang terjadi kemarin, adal lebih dari 800 bangunan--rumah warga hingga fasilitas umum--yang mengalami kerusakan baik ringan hingga parah.

"Iya BPBD mencatat ada 847 rumah warga dan berbagai gedung bangunan yang terdampak gempa kemarin," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng, Andi Sembiring kepada CNNIndonesia.com, Rabu pagi tadi.

Dampak gempa yang cukup parah terjadi di Kabupaten Sigi, kata Sembiring BPBD mencatat ada sekitar 800 rumah warga mengalami kerusakan.

"Sigi terdampak paling berat dengan 800 unit rumah mengalami kerusakan terdiri dari 720 rusak ringan dan 68 rusak sedang dan 12 rusak berat. Kemudian ada 2 kantor rusak, 15 sarana ibadah dan satu jembatan penghubung Desa Kamarora B-Desa Tongoa turut terdampak," ungkapnya.

Korban meninggal

Selain itu, kata Sembiring untuk korban luka dan jiwa, saat ini ada satu warga Sigi dilaporkan meninggal dunia.

"Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan jantung, sementara 63 orang luka ringan dan 13 orang luka berat," ujarnya.

Kemudian di Kabupaten Parigi Moutong BPBD mencatat ada 37 rumah warga yang dilaporkan terdampak setelah kejadian guncangan gempa bumi tersebut.

"Di Kota Palu, Kerusakan terjadi pada 1 rumah, 1 bangunan usaha, gedung auditorium Untad, gedung serba guna Untad serta kerusakan terjadi di Hotel Best Western dan Hotel Santika. Kemudian di Poso, akses Jalan Napu mengalami amblas dan 3 rumah di Desa Tumora terdampak," katanya

Sementara ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama jajaran BPBD kabupaten terkait telah melakukan asesmen dan koordinasi di lapangan.

"Saat ini, frekuensi kejadian gempa dilaporkan mulai menurun. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan," kata Sembiring.

(dis/mir/kid)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK