Publik Kini Bisa Keliling Balai Kota Jakarta, Begini Caranya

CNN Indonesia
Sabtu, 17 Okt 2026 11:55 WIB
Publik kini bisa berkeliling kompleks Balai Kota DKI Jakarta melalui program Namu Balai Kota. Foto: CNN Indonesia/Moureen Nathalia Indra
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga kini bisa berkeliling kompleks Balai Kota DKI Jakarta melalui program Namu Balai Kota.

Masyarakat dapat mengikuti tur gedung pemerintahan, mengenal sejumlah ruang di dalamnya, hingga mengakses berbagai layanan publik. Untuk berkunjung, warga dapat mendaftar melalui aplikasi JAKI atau situs jakarta.go.id.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan program Namu Balai Kota dibuka agar masyarakat dapat mengenal lebih dekat pusat pemerintahan ibu kota.

"Namu Balai Kota ini merupakan membuka pintu-pintu ruang Balai Kota sebagai ruang publik bagi warga untuk mengenal lebih dekat pusat pemerintahannya, dan dipakai untuk kebutuhan masyarakat Kota Jakarta," kata Marulina saat launching program tersebut di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10).

Dalam kegiatan ini, pengunjung dapat mengikuti tur mulai dari pendopo, berkeliling kompleks gedung, hingga Blok G. Tur tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk melihat langsung ruang-ruang di Balai Kota sekaligus mengenal sejarah bangunannya.

Namu Balai Kota telah menjalani uji coba pada 3 Oktober 2026. Marulina menyebut sekitar 300 pengunjung mendaftar melalui aplikasi JAKI dan situs jakarta.go.id dalam uji coba tersebut.

Pendaftaran diperlukan untuk mendata pengunjung sekaligus menjaga kualitas dan infrastruktur kompleks Balai Kota yang merupakan bangunan bersejarah. Program ini direncanakan berlangsung setiap dua pekan sekali sepanjang 2026, dengan pelaksanaan berikutnya dievaluasi berdasarkan kekurangan yang ditemukan.

Selain tur gedung, Namu Balai Kota menghadirkan kegiatan edukasi bagi anak-anak melalui program Kids on Air di Studio Berita Jakarta. Anak-anak dapat mencoba menjadi reporter, sementara hasil kegiatan mereka nantinya ditayangkan melalui kanal YouTube Berita Jakarta DKI Jakarta.

Kompleks Balai Kota juga dibuka untuk kegiatan komunitas. Ruang Pola di lantai dua, misalnya, dapat digunakan komunitas film untuk mengadakan pemutaran film dan memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

Program ini turut menghadirkan kegiatan seni, budaya, kuliner, permainan tradisional, serta ruang interaksi warga melalui Community Playground dan Community Stage.

Marulina mengatakan penyelenggaraan Namu Balai Kota melibatkan Himpunan Pramuwisata Indonesia, Abang None, organisasi perangkat daerah (OPD), dan sejumlah lembaga terkait.

"Jikalau mereka punya kesulitan untuk mengakses ruang-ruang publik, maka Balai Kota sekarang terbuka untuk digunakan oleh komunitas," ujarnya.

Namu Balai Kota juga menyediakan sejumlah layanan publik dalam satu lokasi. Warga dapat mengakses layanan pengurusan paspor dari imigrasi, SIM Keliling, Samsat Keliling, perizinan berusaha, serta pembukaan rekening Bank Jakarta.

Layanan lain yang tersedia meliputi perpustakaan keliling, pemeriksaan kesehatan gratis, administrasi kependudukan, pemilahan sampah, hingga pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan Namu Balai Kota digelar agar masyarakat dapat melihat langsung apa yang telah dikerjakan pemerintah daerah dan mengenal Balai Kota sebagai bagian dari sejarah Jakarta.

"Hari ini kita memulai membuka yang disebut Namu Balai Kota. Sebetulnya kalau Betawi bilang bukan balai, bale. Jadi ini bale kota, bale-nya masyarakat, bukannya bale kita," kata Rano.

Ia menyebut kegiatan tersebut masih akan dievaluasi dan disempurnakan. Pemprov DKI juga berencana menyiapkan kalender kegiatan untuk menyambut usia Jakarta yang ke-500 tahun pada 2027.

Informasi mengenai Namu Balai Kota dapat diakses melalui situs smartcity.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI.

(del/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK