Daftar Gunung di Jawa yang Alami Karhutla Pekan Ini

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Okt 2026 07:20 WIB
Kondisi terkini kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026). (ANTARA/HO BPBD Kabupaten Kuningan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah gunung di wilayah Pulau Jawa dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada pekan ini. Beberapa bahkan masih dalam upaya pemadaman hingga Jumat (23/10).

Dari mulai Gunung Ciremai yang tertinggi di Jawa Barat (Jabar) hingga Gunung Arjuno di Jawa Timur (Jatim).

Selain Gunung Ciremai dan Arjuno, terdapat sejumlah gunung lainnya di Pulau Jawa yang juga terdampak karhutla. Berikut adalah sejumlah gunung yang mengalami karhutla pada pekan ini:

Gunung Ciremai

Karhutla mulai terdeteksi di Gunung Ciremai, Jawa Barat, pada Rabu (21/10) malam, sekitar pukul 20.44 WIB.

Melansir dari detikJabar, Humas Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning Asep menyebut kebakaran bermulai di area perbatasan hutan Desa Seda. Namun, ketika subuh, api mulai merambat ke area-area lainnya.

"Sekarang api belum tertangani masih besar menuju sebelah Barat ke area atas, di situ kan ada zona rimba. Pertama titiknya itu katanya di Seda, sekarang sudah di Blok Yanggo Desa Cibuntu dari jam 4 pagi itu," ujar Asep, Kamis (22/10).

Hingga Jumat (23/10), proses pemadaman pun masih berlangsung. Mengutip Antara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan telah menyiapkan operasi water bombing untuk membantu pemadaman.

Sedangkan, di darat, tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, relawan, pemadam kebakaran, hingga BPBD turut membantu proses pemadaman.

Tim pun dibagi berdasarkan koordinat titik kebakaran yang terdiri dari Blok Bintangot, Panyusupan, Batu Arca, Karang Dinding, dan kawasan Bukit 1.000 Bintang. Namun, operasi pemadaman di darat mengalami sejumlah kendala.

"Selain medan terjal, perubahan arah dan kecepatan angin turut memengaruhi strategi pemadaman serta pembuatan sekat bakar untuk menghambat perambatan api," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu, Jumat (23/10).

Gunung Lawu

Karhutla juga melanda lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah sejak Kamis (15/10) lalu.

Awalnya, karhutla terjadi di petak 28, 32, dan 62c Desa Gondosuli. Namun, per Rabu (21/10) lalu, api dilaporkan telah menyebar ke wilayah Kecamatan Ngargoyoso dan puncak Hargo Dalem.

Mengutip detikJateng, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan menyebut karhutla di Gunung Lawu telah berdampak pada lahan sebesar 490 hektare. Ia pun menduga bahwa kebakaran yang terjadi disebabkan manusia.

"Ada indikasi pembuatan arang yang ada di Gunung Lawu. Lokasinya di mana, itu yang paling paham teman-teman relawan, begitu teman-teman yang ada di atas yang menemukan itu," ungkap Bergas, Kamis (22/10).

Kini, status penanganan kebakaran di Gunung Lawu juga telah ditetapkan sebagai tanggap bencana.

Gunung Sumbing

Kawasan Gunung Sumbing, Jawa Tengah, hingga Jumat (23/10) pagi masih dilanda karhutla.

Per Jumat (23/10), api masih membara di wilayah petak 20-1 Kabupaten Temanggung dan petak 23 di Kabupaten Wonosobo. Laporan ini disampaikan oleh Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara Dimyati, dilansir dari Antara Jateng.

Luas kawasan yang terdampak karhutla di Gunung Sumbing pun tercatat sudah mencapai angka 779.4 hektare. Area yang paling banyak terdampak adalah area sabana, area yang ditumbuhi pohon kemlandingan gunung, hingga kawasan hutan rimba campuran.

Hingga kini, perkembangan kebakaran di kawasan ini masih terus dipantau oleh petugas. Upaya pemadaman juga dilakukan walau kerap terkendala oleh cuaca dan angin.

"Kondisi angin yang bertiup kencang membuat pergerakan api berlangsung cepat, sehingga upaya pemadaman yang dilakukan petugas belum mampu mengimbangi penyebaran kebakaran," ujar Kedu.

Gunung Arjuno-Welirang

Karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, mulai terdeteksi sejak Kamis (15/10).

"Titik awal kebakaran berada di Pasuruan dan melebar (meluas), sebagian sudah masuk wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu," ungkap Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini, Selasa (20/10), dikutip dari Antara.

Api juga disebut terdeteksi mulai memasuki wilayah Kabupaten Mojokerto.

Berdasarkan laporan BPBD Jatim pada Rabu (21/10), kebakaran masih terus terjadi di kawasan tersebut. Bahkan, luas area terbakar saat itu sudah mencapai angka 736.8 hektare.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno menyebut sudah ada sekitar 64 personel gabungan yang bergerak melalui jalur darat.

"Lokasi titik api sering kali berada di ketinggian atau punggungan gunung yang tidak dapat dijangkau oleh kendaraan bermotor. Tim gabungan harus berjalan kaki mendaki dan pemadaman hanya bisa dilakukan secara manual," ungkap Satriyo, Rabu (21/10).

Gunung Bromo

Kobaran api di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, dilaporkan masih belum sepenuhnya padam pada Minggu (18/10) lalu. Kebakaran di kawasan Bromo awalnya muncul dari area Bukit Kembang, Desa Pucuk Sari, Kecamatan Lumbang, Probolinggo pada Kamis (15/10) lalu. Kebakaran kemudian kian meluas hingga ke area-area lainnya.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) pun sempat menetapkan pembatasan akses wisata di kawasan setempat pada Sabtu (17/10). Namun, per Jumat (23/10) pukul 01.00 WIB, akses wisata di kawasan Penanjakan kembali dibuka usai tidak adanya titik api yang terpantau di lokasi tersebut.

Terlepas dari padamnya karhutla di Gunung Bromo, kejadian ini telah menelan sejumlah korban jiwa. Sebanyak enam personel tim gabungan tewas usai memadamkan karhutla di kawasan ini.

Korban yang terbaru adalah Suraji (40) yang merupakan seorang sekuriti hotel setempat yang terjun menjadi relawan pemadaman. Ia meninggal pada Jumat (23/10) pukul 12.00 WIB usai menjalani perawatan intensif.

Selain Suraji, adapun lima personel lainnya yang telah gugur dalam upaya pemadaman api. Kelimanya adalah petugas BB TNBTS Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyanata (33); karyawan hotel setempat Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19); dan anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Munawi (44).

(mou/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK