KORUPSI DI SEPAK BOLA
Sponsor Piala Dunia Mulai Gugat Investigasi FIFA
CNN Indonesia
Senin, 24 Nov 2014 11:34 WIB
Amerika Serikat, CNN Indonesia -- Coca-Cola, salah satu sponsor besar gelaran olahraga Piala Dunia akhirnya angkat bicara terkait dugaan suap di tubuh FIFA dalam proses penunjukkan Rusia dan Qatar sebagai penyelenggara pada 2018 dan 2002.
Menurut perusahaan minuman ringan yang menyokong dana lebih £300 juta ini, sikap FIFA terhadap hasil penyelidikan suap tersebut sangat mengecewakan.
Juru bicara Coca-Cola berkomentar seperti ditulis The Sunday Times. "Apapun yang mengganggu jalannya Piala Dunia akan menjadi perhatian kami."
Menurut pihak Coca-Cola, apa yang terjadi saat ini di tubuh FIFA dalam menyikapi dugaan suap itu sangat mengecewakan.
Baca juga: Penyidik FIFA Pernah Dapat Ancaman Teroris
"Kami berharap ini dapat diselesaikan secepat mungkin dengan cara yang baik dan transparan."
Dua penyandang dana besar lainnya, McDonalds dan Adidas, juga berkomentar terkait hal tersebut.
McDonalds mengeaskan akan terus mengikuti perkembangan kasus ini. Sementara Adidas memilih untuk langsung bicara dengan pihak FIFA.
Hal berbeda dilakukan federasi sepak bola beberapa negara Eropa. Jerman, Belanda, Belgia, Swedia, dan Denmark memilih bergabung dengan Ketua Federasi Sepak Bola Inggris (FA) Greg Dyke meminta publikasi atas hasil laporan tersebut.
Baca juga: Petinggi FA Minta FIFA Umumkan Laporan Garcia
Blatter Ancam Asosiasi Sepak Bola Inggris
Phaedra Al-Majid Takut Ancaman FIFA
Menurut perusahaan minuman ringan yang menyokong dana lebih £300 juta ini, sikap FIFA terhadap hasil penyelidikan suap tersebut sangat mengecewakan.
Juru bicara Coca-Cola berkomentar seperti ditulis The Sunday Times. "Apapun yang mengganggu jalannya Piala Dunia akan menjadi perhatian kami."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Penyidik FIFA Pernah Dapat Ancaman Teroris
Dua penyandang dana besar lainnya, McDonalds dan Adidas, juga berkomentar terkait hal tersebut.
McDonalds mengeaskan akan terus mengikuti perkembangan kasus ini. Sementara Adidas memilih untuk langsung bicara dengan pihak FIFA.
Hal berbeda dilakukan federasi sepak bola beberapa negara Eropa. Jerman, Belanda, Belgia, Swedia, dan Denmark memilih bergabung dengan Ketua Federasi Sepak Bola Inggris (FA) Greg Dyke meminta publikasi atas hasil laporan tersebut.
Baca juga: Petinggi FA Minta FIFA Umumkan Laporan Garcia
Blatter Ancam Asosiasi Sepak Bola Inggris
Phaedra Al-Majid Takut Ancaman FIFA