Javid mengimbau agar Blatter dan FIFA mengungkapkan seluruh laporan penyelidikan tersebut agar kredibilitas badan sepak bola dunia ini pulih. "Tanpa mengungkap laporan secara lengkap, kredibilitas FIFA dan dunia sepak bola akan tercoreng," kata Javid.
Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) Greg Dyke juga telah menulis surat senada seperti Javid. Dalam suratnya, Dyke mengatakan kalau FIFA tidak bisa terus menerus menutupi masalah ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, FIFA hanya menerbitkan ringkasan penyelidikan sejumlah 42 halaman. Javid berpendapat, intisari pendek tersebut hanya membuat publik mempertanyakan kembali independensi dan transparasi FIFA.
Namun, menurut Michael Garcia, pengacara asal Amerika Serikat yang melakukan penyelidikan dugaan korupsi itu sejak dua tahun yang lalu, ringkasan laporan tersebut tidak lengkap dan salah tafsir.
Baca Juga Kronologis Kasus: Awal Mula Investigasi di Piala Dunia
Untuk menengahi masalah tersebut, Kepala Audit FIFA, Domenico Scala akan menguji kembali semua temuan Garcia dan Eckert.
Scala kemudian akan memutuskan kelanjutan penyelidikan kepada Komite Eksekutif FIFA, yang kemudian akan melakukan pemungutan suara kepada seluruh anggotanya.
Sponsor 'Enggan' Menyokong
Terkait dugaan korupsi bidding di tubuh FIFA, perusahaan sponsor seperti Emirates dan Sony baru-baru ini menghentikan kontrak mereka dengan FIFA.
Sponsor lain seperti Coca Cola, Mc Donalds, Adidas dan Visa juga mengeluarkan kritik tajam terhadap FIFA.
Valcke mengatakan kalau para sponsor yang mengundurkan diri bukan akibat isu dugaan korupsi yang merebak.
"Hanya satu detik untuk menghancurkan reputasi dan bertahun-tahun untuk membangunnya kembali. Kami akan bekerja keras untuk hal tersebut," ujar Valcke.