"Kalau Arema dibilang belum memenuhi syarat, saya ingin Menpora dan BOPI datang langsung ke Malang. Coba arahkan kami seperti apa mengelola klub yang benar," demikian bunyi pernyataan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Arema sendiri merupakan respons atas rekomendasi Tim Sembilan kepada Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) agar pelaksanaan Kompetisi Indonesia Super League (ISL) ditunda.
Agoes juga menyatakan tidak segan-segan memberangkatkan ribuan Aremania untuk mendatangi markas Menpora dan BOPI jika keduanya bersikukuh tetap mencantumkan Arema tidak layak ikut kompetisi.
"Arema ini sudah jadi hiburan masyarakat Malang Raya. Kalau tidak ada sepakbola di Malang, tingkat kriminalitas pasti tinggi lagi. Pemerintah harus ingat, Malang dulu gudangnya preman. Tapi setelah ada sepakbola, kriminalitas menurun," kata Agoes.
Aturan ketat yang ditentukan BOPI untuk klub profesional ISL juga disinggung Agoes. Ia menilai aturan tersebut tak akan bisa diikuti klub Indonesia.
"Bentoel saja yang merupakan perusahaan besar kewalahan mengelola Arema. Harusnya kami justru didukung pemerintah."
Agoes pun mendukung ISL untuk tetap digelar sesuai jadwal. Ia mendorong agar PT Liga Indonesia dan Persatuan Sepak-bola Seluruh Indonesia (PSSI) juga klub-klub ISL tetap kompak ke depannya.
"Ini hiburan rakyat, jangan rampas hiburan rakyat ini dengan politisasi atau kepentingan kelompok tertentu." (vws)