Mengacu pada hasil penelitian di Finlandia yang dikutip dari Live Science, salah satu aspek perdebatan mengenai mana yang lebih baik--lari telanjang kaki atau menggunakan sepatu, para ahli setuju bahwa pemilihan sepatu didasari satu faktor utama yakni jenis pijakan kaki yang secara universal lebih baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi tersebut mengukur beban pada lutut dan pergelangan kaki dalam 19 pijakan belakang dan 19 pijakan depan.
Salah satu penasihat olahraga, Craig Payne, seperti dikutip Runners World, menjelaskan bahwa pengurangan beban pada satu bagian tendon justru meningkatkan beban pada otot lainnya. Prinsip inilah yang ada di balik dari pembuatan model sepatu yang disesuaikan dengan karakter lari dan anatomi tubuh seseorang.
Namun, seseorang yang memiliki masalah lutut kronis atau pergelangan kaki (biasanya tendon Achilles), disarankan melakukan eksperimen dengan mengubah pijakan kaki.
Secara spesifik, peneliti Finlandia menyarankan bahwa seseorang yang terbiasa berlari dengan pijakan belakang dan memiliki sejarah panjang terhadap masalah lutut, dapat mengurangi beban terhadap lutut mereka dengan mengubah pijakannya ke depan.
Hal yang sama pun dapat dilakukan bagi seseorang yang terbiasa menggunakan pijakan depan dan menderita cedera Achilles. Ia dapat mengurangi beban Achilles dengan mengubah pijakannya ke belakang.
Salah satu terapis olahraga dari Oregon, Amerika Serikat, Jay Dicharry, menekankan bahwa ada faktor yang lebih penting, yaitu di mana kaki Anda akan berpijak di tanah dibanding bagaimana kaki anda memijak tanah.
"Ada yang lebih dibanding hanya (memerhatikan) penampang kaki. Menjadi seorang pelari tumit itu tak berarti adalah pelari yang buruk," kata Dicharry. (kid)