Bowie Haryanto
Mengawali karier sebagai wartawan olahraga di harian Berita Kota. Menjadi asisten redaktur olahraga di portal inilah.com, dan redaktur olahraga di portal viva.co.id. Sekarang menjadi writer olahraga di CNN Indonesia.

Kolom

MU vs Arsenal: Siapa Cepat dan Efektif, Dia yang Menang

Bowie Haryanto, CNN Indonesia | Senin, 09/03/2015 19:59 WIB
MU vs Arsenal: Siapa Cepat dan Efektif, Dia yang Menang Duel antara Manchester United dan Arsenal akan ditentukan oleh kecepatan dan efektivitas serangan. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duel lini tengah akan menjadi penentu pada pertandingan perempat final Piala FA antara Manchester United melawan Arsenal di Old Trafford, Senin (9/3). Tim dengan lini tengah yang bermain dengan cepat dan efektif bisa memenangi pertandingan.

MU punya Angel di Maria, Ander Herrera, dan Ashley Young. Sementara Arsenal punya Santi Cazorla, Theo Walcott, dan Alexis Sanchez. Enam pemain tersebut memiliki kesamaan, yakni kecepatan yang luar biasa.

Kecepatan Di Maria dan Herrera dipastikan akan membuat duet jantung pertahanan Arsenal, Per Mertesacker dan Laurent Koscielny, kesulitan. Rapuhnya lini pertahanan The Gunners terekspos saat mereka kalah 1-3 dari AS Monaco di Liga Champions.


Lini pertahanan terlihat tidak berdaya ketika menghadapi serangan balik cepat Monaco. Bahkan manajer Arsene Wenger mengakui lini pertahanan Arsenal telah melakukan 'bunuh diri' saat melawan Monaco.

Menghadapi pemain dengan permainan cepat memang menjadi salah satu kelemahan lini pertahanan Arsenal musim ini. Kondisi itu juga bisa dimanfaatkan winger MU, Ashley Young, untuk merepotkan Hector Bellerin di sisi kanan pertahanan Arsenal.

Cukup menarik melihat penampilan Young musim ini. Sempat dirumorkan akan dibuang Louis van Gaal, mantan pemain Aston Villa itu justru menjelma menjadi pemain MU paling konsisten musim ini.

Terakhir, Young menjadi penentu kemenangan MU atas Newcastle United di Liga Primer. Itu merupakan gol pertama Young musim ini, dan pertama dalam 14 bulan terakhir.

Umpan-umpan silang yang dilepaskan Young bisa membahayakan bagi lini pertahanan Arsenal. Terutama jika Van Gaal memainkan Marouane Fellaini, yang memiliki kemampuan bola-bola udara impresif.

Harus Efektif

Absennya Jonny Evans dan cederanya Luke Shaw membuat Van Gaal kemungkinan besar akan memainkan duet Chris Smalling dan Phil Jones di jantung pertahanan. Sedangkan Marcos Rojo akan digeser ke bek kiri.

Permainan cepat tidak hanya menjadi andalan permainan Arsenal. Sanchez, Cazorla, dan Walcott, ditambah dengan Mesut Oezil, juga bisa merusak lini pertahanan tim lawan dengan permainan efektif.

Itu dibuktikan Arsenal ketika mengalahkan Manchester City 2-0 di Stadion Etihad, 18 Januari 2015. Saat itu The Gunners meraih kemenangan meski hanya melakukan 38 persen penguasaan bola. Arsenal juga hanya mendapatkan tiga shot on goal ketika melawan ManCity.

Arsenal tidak lagi menampilkan dominasi penguasaan bola musim ini. Mereka sering terlihat sabar di lini belakang dan mengancam lewat serangan balik. Permainan itu membuat Francis Coquelin harus bekerja lebih keras.

Gelandang bertahan asal Perancis itu akan menjadi tembok pertahanan pertama Arsenal saat menghadapi MU. Jika Coquelin mampu meredam kreativitas dan permainan cepat lini tengah MU, maka peluang Arsenal untuk menang akan semakin besar. (har/har)
LEBIH BANYAK DARI KOLUMNIS