Pembalap dan Pit Masih Boleh Berkomunikasi di F1 2015

M. Arby Rahmat, CNN Indonesia | Sabtu, 14/03/2015 12:21 WIB
Pembalap dan Pit Masih Boleh Berkomunikasi di F1 2015 Pada akhir musim 2014, komunikasi antara pembalap dan pit sempat dibatasi. (Reuters/Tim Chong)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas tertinggi Formula 1 (FIA) tidak akan lagi membatasi penggunaan komunikasi radio antara pebalap dengan pit, ataupun sebaliknya, ketika balapan berlangsung. Hal ini berarti FIA menarik kembali peraturan yang sempat diterapkan tahun lalu, yaitu menegaskan tidak ada lagi pesan atau kode yang dikirim lewat komunikasi radio.
 
"Pebalap harus menyetir sendiri dan tanpa bantuan," demikian bunyi peraturan baru yang dikeluarkan pada September 2014 tersebut. Peraturan ini sebelumnya dirancang karena  dinilai akan membuat pertarungan di arena F1 semakin menarik.

Namun, pembalap tim kuda jingkrak, Fernando Alonso, menilai munculnya aturan tersebut tidak banyak berpengaruh padanya.

Pasalnya, instruksi melalui radio di timnya memang sangat terbatas. Kami tidak akan mengubah cara kami mempersiapkan diri untuk sebuah balapan," ujar pebalap Spanyol ini seperti dimuat The Guardian.


Lebih lanjut ia mengatakan, aturan itu seperti melarang pelatih berbicara saat mendampingi timnya berlaga. "Beberapa pesan di radio sebenarnya terkait dengan keselamatan, tidak melulu soal performa."

Rencana tersebut lantas mendapatkan perlawanan dari tim Formula Satu, khususnya pada operasi unit tenaga hibrida yang membutuhkan penanganan rumit.

Ketika FIA sedang merencanakan larangan penuh komunikasi radio, Direktur Formula Satu FIA, Charlie Whiting, tiba-tiba memberikan konfirmasi bahwa rencana tersebut telah dibatalkan.

"Kami akan melakukan (aturan komunikasi radio) persis seperti yang kami lakukan pada akhir musim balapan lalu."

Menurut Whiting, seperti halnya musim lalu, pembalap dan pit masih bisa berkomunikasi namun tanpa boleh ada instruksi bagaimana pengemudi harus membalap. (misalnya saja menginstruksikan untuk mengalah)

"Sebelumnya kami katakan bahwa kami akan memperkenalkan larangan tersebut dalam dua tahap. Kami melarang pembalap diberi instruksi pada sisa musim 2014 dan kemudian kami akan mengawasi ketat hal tersebut di tahun 2015.

"Tapi kami memutuskan untuk membatalkan hal tersebut," tutur Whiting seperti yang dikutip dari situs Autosport, Jumat (13/3).

Selain pembatasan komunikasi radio, sebelumnya FIA juga melarang pengaturan jarak jauh yang dilakukan dari pit lewat sinyal radio. FIA mengeluarkan aturan pembatasan ini karena khawatir pembalap terlalu tergantung dengan teknisi-teknisi di balik pit.

"Alasan kami tidak memutuskan hal ini adalah Komisi Formula Satu merasa tidak ada suatu kebutuhan khusus untuk benar-benar melakukannya (melarang komunikasi radio). Saya pikir cukup beralasn untuk membatasinya."

Meskipun tidak ada pengemudi yang menerima hukuman dalam tujuh balapan terakhir setelah aturan pembatasan komunikasi radio diperkenalkan pada 2014, Whiting mengatakan bahwa setiap pelanggaran tersebut bisa dikenakan hukuman.

"Hal ini tercantum dalam pasal 20.1 bahwa jika pembalap tidak mengemudikan mobil sendiri dan tanpa bantuan, maka ada potensi penalti," kata Whiting.

(vws/vws)