Serba-Serbi Baru di Formula 1 2015

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Sabtu, 14/03/2015 09:56 WIB
Serba-Serbi Baru di Formula 1 2015 Deretan sebagian pembalap F1 musim balap 2015. (REUTERS/Brandon Malone)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musim balap formula satu dibuka akhir pekan ini di Melbourne, Australia. Setelah GP Australia, selanjutnya ada 19 Grand Prix yang harus dilalui 20 pembalap dari 10 tim F1 untuk menentukan siapa yang paling berhak jadi juara dunia tahun ini.

Namun, sebelum memenangkan gelar juara tersebut, tim dan pembalap F1 mesti beradaptasi dengan teknologi dan peraturan baru dalam balap jet darat tahun ini. Bukan hanya peraturan, berikut ini adalah rangkaian hal yang baru muncul dan kembali dalam seri grand prix F1.

Mesin


Tim-tim F1 sekarang dibatasi hanya boleh menggunakan empat unit mesin--sebelumnya lima. Penalti grid akan diberikan jika aturan itu dilanggar. Sementara itu penalti tidak akan diberikan kepada pembalap yang mengganti mesinnya. Setiap area mesin mendapatkan jatah pengembangan di tiga komponen dan dalam satu musim hanya boleh menghabiskan 32 komponen. Penalti akan diberikan sebagai perhitungan akumluatif terhadap pergantian dari bagian mesin.

Penalti

Steward memiliki opsi untuk menambah penalti menjadi 10 detik--dari semula lima detik--tergantung insiden-insiden di lintasan balap.

Berat Minimun

Berat mobil F1 tahun ini bertambah. Tanpa bahan bakar, setiap mobil harus memiliki bobot tidak kurang dari 702 kg.

Rem

Mobil wajib menggunakan skid blocks titanium yang lebih responsif untuk mengoptimalkan kestabilan bagian depan saat mengerem. Rotasi cakram rem pun harus disesuaikan dengan kecepatan roda.

Wajah Mobil Balap

Tampilan dari wajah mobil F1 tahun ini berbeda dengan 2014 lalu karena aturan baru yang ketat terhadap hidung mobil. Hal itu pun membuat mobil antartim F1 terlihat hampir sama di bagian hidung.

Musim lalu, hidung mobil F1 dinilai lebih buruk akibat aturan yang terlalu bebas. Mobil McLaren bagian hidungnya dinilai seperti trenggiling, sementara Ferrari dinilai mirip kotak surat. Kini, tim tak bisa lagi sembarangan karena telah ada aturan ketat terkait dimensi, tinggi hidung, serta jarak akhir sasis ke ujung mobil.

Poin Ganda


Poin ganda untuk membuat kejuaraan dunia lebih menarik pada balapan terakhir musim tak akan ada lagi di tahun ini. Poin ganda yang merupakan ide dari bos F1 Bernie Ecclestone itu sudah dihapus dalam buku aturan F1.

Standing Restart

Proposal standing restart ditolak, sehingga prosedur restart balapan akan tetap sama dengan sebelumnya yaitu dengan panduan safety car.

Safety Car

Tragedi yang menimpa pebalap tim Marussia, Jules Bianchi, pada grand prix Jepang tahun lalu telah mempercepat penerapan sistem keamanan dan keselamatan baru. FIA mulai memberdayakan sistem safety car virtual. Tanda virtual akan muncul setiap dua bendera kuning--penanda kecelakaan--berkibar.

Sistem itu dapat membantu paddock untuk mengurangi kecepatan pembalap ketika terjadi kecelakaan, sehingga tak perlu menunggu safety car sebenarnya.

Start Lebih Dini

Tahun ini waktu start di GP Ausralia, Malaysia, Tiongkok, Jepang, dan Rusia dilakukan satu jam lebih awal. Hal itu dilakukan terkait rekomendasi pascakecelakaan yang menimpa pembalap Marussia, Jules Bianchi, dalam GP Jepang di sirkuit Suzuka pada Oktober tahun lalu, yaitu agar pembalap berlomba dalam kondisi cahaya matahari yang cukup.

Skorsing Balapan

Ketika balapan diskors, seluruh pembalap harus masuk ke pitlane, bukannya kembali ke starting grid.

Clearing The Grid

Pembalap harus mengawali start dari pit lane jika anggota tim atau perlengkapannya tertinggal di grid, 15 detik setelah tanda 'clearing the grid' muncul.

Ekspresi Desain Helm Dibatasi

Desain helm para pembalap saat ini harus tetap alias tak boleh diganti-ganti ketika musim berjalan. Hal itu dilakukan untuk memudahkan pengenalan identitas pembalap saat mereka berada di trek sirkuit.

Tes Tengah Musim

Tes tengah musim pada tahun ini akan diberikan dua hari. Jumlah itu lebih sedikit dibanding sebelumnya yaitu empat hari.

Kecepatan

Musim ini akan diwarnai kecepatan mobil F1 yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Berdasarkan hasil tespramusim, Pirelli memprediksi waktu tempuh lap tercepat akan meningkat dua detik cepat dan mungkin lebih lagi.

Nomor 1

Tak akan ada pembalap yang menggunakan nomor mobil satu musim ini. Pasalnya Juara Dunia 2014, Lewis Hamilton, yang memiliki hak terhadap nomor tersebut memilih tetap menggunakan nomor 44 untuk mobilnya.

Mereka Kembali

Produsen mesin asal Jepang, Honda kembali lagi ke arena balap F1. Bukan hanya itu, Honda juga kembali bergabung bersama McLaren. McLaren dan Honda pernah memiliki masa keemasan pada 1988-1991.

Bukan hanya Honda, Meksiko pun kembali menjadi tuan rumah grand prix. Sirkuit Autódromo Hermanos Rodríguez di Mexico City terakhir kali menggelar balap F1 pada 1992 silam.

Selain itu tim Marussia yang tahun lalu di ambang pailit dan absen di tiga balap terakhir kembali lagi dengan nama baru yaitu Manor Marussia musim ini.

Wajah Pembalap Baru

Ada tiga wajah baru dalam balap F1 tahun ini termasuk si anak baru gede (ABG) asal Belanda, Max Verstappen, 17, akan membalap untuk tim Toro Rosso. Rekannya pun, Carlos Sainz, yang masih berusia 20 tahun akan menjadi wajah baru di balik kemudi F1. Satu lagi adalah Felipe Nasr yang dikontrak Sauber.

Namun, Sauber saat ini sedang memiliki masalah terkait pembalapnya karena gugatan Giordio van der Garde diterima mahkamah Arbitrase di Swiss. Selain itu gugatan balik Sauber untuk tak menggunakan Garde di balik kokpit F1 pun ditolak pengadilan tinggi di Victoria, Australia. Hingga berita ini ditulis Sauber belum menjelaskan nasib Garde.

Jangan Main-Main dengan Usia

Max Verstappen mencetak rekor sebagai pembalap termuda yang pernah ada. Pembalap yang berada di dalam kokpit tim Toro Rosso itu berusia 17 tahun dan 164 hari saat start GP Australia di sirkuit Albert Park, Melbourne. Sebelumnya rekor pembalap termuda dipegang Jaime Alguersuari dua tahun lalu yaitu 19 tahun dan 125 hari.

Keikutsertaan Verstappen itu mengejutkan Otoritas balap Formula 1 (FIA). Akibatnya FIA menerbitkan peraturan baru untuk musim 2016. Dalam peraturan baru tersebut, FIA menyatakan bahwa pembalap yang boleh mengikuti F1 minimal berusia 18 tahun dan telah memiliki surat izin mengemudi (SIM).

Selain batas umur dan kepemilikan SIM, pebalap F1 juga harus memiliki minimal 40 poin selama tiga tahun di kategori junior.

(kid/vws)